Senin, April 27, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaTanam Pohon Upakara di Pura Dalem Alit, Made Urip: Petani Harus Pintar...

Tanam Pohon Upakara di Pura Dalem Alit, Made Urip: Petani Harus Pintar Memilih Mitra

Badung, PancarPOS | Pasca masa liburan cuti bersama tidak menyurutkan masyarakat, khususnya krama subak ingin bertatap muka dengan Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, kali ini secara khusus diundang untuk penanaman bersama pohon upakara di Kawasan Pura Dalem Alit, Banjar Jempeng, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Badung, Sabtu (7/5/2022). Agenda kerja Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut, datang langsung bersama Anggota DPRD Badung dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Dirgayusa, beserta Ketua Ganti Badung, I Nyoman Bagiana.

1bl#ik-30/4/2022

Pada kesempatan itu, hadir Penglingsir dan Bendesa Adat Jempeng, Prajuru Adat dan Dinas, Prajuru Carik dan Krama Desa Adat Jempeng yang ikut menanam pohon kelapa genjah, di antaranya Nyuh Brahma, dan Nyuh Rangda. Kegiatan penanaman pohon ini, juga sebagai rangkaian dari program Pemkab Badung Pemprov Bali untuk merayakan Tumpek Wariga yang berkaitanan dengan Wana Kerthi. Kelian Munduk Jempeng Bawah, I Wayan Sutanayasa berharap kehadiran Made Urip bisa memberikan jalan keluar untuk pengembangan di sektor pertanian, sekaligus untuk melestarikan lingkungan di sekitar kawasan pura dengan menanam Nyuh Gading.

1bl#ik-30/4/2022

Selain itu, diharapkan bisa mendukungan produktifitas sektor pertanian seluar 25 hektar milik krama subak di daerah Desa Adat Jempeng. Di antaranya bantuan seperti alat dan mesin pertanian berupa traktor maupun bantuan bibit dan subsidi pupuk. Untuk itu, pihaknya mewakili krama subak mengucapkan terimakasih kepada Made Urip dan Nyoman Dirgayusa yang telah hadir secara antusias untuk menggerakan sektor pertanian. “Kami merasa sangat berterimakasih, karena Pak Urip telah memberikan kontribusi dan masukan untuk membantu di sektor pertanian,” ujarnya. Di sisi lain, Nyoman Dirgayusa menyambut kehadiran Made Urip yang telah hadir ke Desa Adat Jempeng.

1bl#ik-28/4/2022

Pihaknya mengakui akibat stigma Kabupaten Badung dari sugih (kaya) menjadi miskin selama ini masih sangat sulit diterima, akibat dampak sektor pariwisata yang masih lesu. Karena itulah, berharap besar kepada Made Urip yang sangat konsisten di sektor pertanian yang tidak pernah luntur, agar bisa hadir membantu basis pertanian di Badung, khususunya di Desa Adat Jempeng, termasuk bantuan saluran irigasi di Desa Bongkasa. “Kami berharap Pak Made Urip memberikan solusi untuk membantu sektor pertanian, karena dua tahun terakhir nyaris tidak ada program baik dari legislatif, maupun eksekutif di Badung. Apalagi tidak ada kegiatan di Badung, bahkan gaji tenaga honor saja dipotong 30 persen akibat belanja masih kurang,” bebernya.

1bl#ik-27/4/2022

Selain itu, pencanangan Program Desa Ternak sesuai visi dan misi Bupati Badung, juga belum bisa berjalan, karena anggaran dari APBD Badung belum ada. “Melalui kesempatan ini, saya jelaskan karena APBD gelem (sakit, red), maka program ini (Program Desa Ternak, red) juga tidak bisa berjalan,” kata Bendahara DPC PDI Perjuangan Badung, sembari mengakui seusai aspirasi yang berkembang, berharap agar Made Urip meskipun baru pertama kalinya datang ke Desa Adat Jempeng tetap bisa membantu masyarakat yang hidup di sektor pertanian yang selama ini menderita terdampak pandemi Covid-19. “Kami berharap agar Pak Made Urip bisa ikut membantu memberikan jalan keluar, lewat program untuk membantu masyarakat kami yang hampir 80 persen menggantungkan hidupnya di sektor pertanian. Harapan ini jelas hanya ada di Pak Made Urip,” tutupnya.

1bl#ik-28/4/2022

Sementara itu, Made Urip mengaku sangat menyambut baik kegiatan penanaman pohon, karena bisa bertatap muka dengan krama subak, maupun krama Desa Adat Jempeng. Apalagi selama pandemi Covid-19 telah mengantam ekonomi Bali yang berdampak luar biasa terhadap ekonomi Bali. Namun saat ini sudah mulai melihat perkembangan pariwisata yang menggeliat dan ada penerbangan internasional dan tamu domestik berlibur di Bali. Padahal dalam situasi normal kondisi Badung sangat luar biasa, namun selama dua tahun APBD Badung tidak bisa berbuat apa-apa, karena PAD dari biasanya hampir Rp5 triliun per tahun, saat ini Rp1 triliun saja tidak bisa tercapai. “Sekarang hanya bisa berharap recovery bisa cepat tercapai. Namun tidak bisa hanya mengandalkan APBD, sehingga harus berupaya mencari program dan bantuan dari APBN,” tegas M-U.

1bl#ik-28/4/2022

Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI selama lima periode terus berupaya mengurus perut rakyat untuk menjaga ketahanan pangan ke seluruh tanah air. Oleh karena itu, terkait keluhan di wilayah yang berbasis pertanian ini harus terus dihidupkan di Badung, karena jangan sampai hanya mengandalkan sektor pariwisata yang sangat resisten terhadap bencana dan penyakit. Apalagi sektor pertajian sudah menjadi kultur dan budaya di Bali lewat Subak abian dan Subak Basah. Karena itu, apa yang menghambat harus segera dicarikan solusinya, seperti perbaikan saluran irigasi, bantuan bibit dan pupuk maupun alat dan mesin pertanian, termasuk bantuan ternak.

1bl#lm-30/4/2022

“Bantuan ini bisa menggerakan ekonomi di pedesaan nantinya. Nanti bisa diajukan bantuan ini dan saya akan berusaha membantu khususnya di sektor pertanian. Karena aspirasi petani ini harus kita bela, bukan wong licik, tapi wong cilik yang kita akan perjuangkan,” tandasnya, sembari berharap agar petani harus pintar memilih mitra. “Misalnya kalau sebagai petani, ya harusnya memilih DPR yang mengurus pertanian. Paling tidak bisa ketemu dan bisa menyampaikan aspirasi yang bisa memberikan manfaat bersama ke depan,” sentil M-U. Di tempat terpisah, Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI ini, juga sempat meninjau jalan usaha tani (JUT) dan jaringan irigasi tersier (JIT) di sekitar kawasan Pura Merajapati Desa Adat Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung yang diterima Bendesa Adat Bongkasa, Ida Bagus Gede Sujia Pradanta, bersama Kesinoman Bendesa Adat Bongkasa, I Made Jegi.

4bl#ik-17/2/2022

Mereka berharap melalui pertemuan ini bisa membantu JUT dan JIT melalui Beji di Desa Adat Bongkasa. Upaya penataan saluran irigasi dari Beji ini, karena sangat penting bagi masyarakat dari 10 banjar, sekaligus berencana membangun pelinggih. “Kami berharap agar Pak Made Urip bisa memberikan jalan keluar,” tandas Made Yogi, sekaligus ditanggapi Made Urip yang menyampaikan berkaitan dengan infrastruktur pertanian bisa dibantu melalui program bantuan jalan usaha tani dan jalan usaha produksi. Namun usulan dari bantuan ini harus diajukan, sehingga bisa mendapat dana bantuan sekitar Rp100 juta. “Karena kondisi seperti ini, diperkirakan bisa dibantu tahun 2023, karena bantuan untuk tahun ini sudah berjalan,” pungkas M-U. nantama/ksm

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img