Komunitas Saptama Jagaraga Gelar Lomba Baleganjur Ngarap Ogoh-ogoh Virtual

Gianyar, PancarPOS | Aspirasi seni tidak pernah pudar, meskipun masih meningkatnya acaman Covid-19 di Pulau Bali. Untuk mendukung kreativitas anak muda dalam menuangkan seni kerawitan dalam pertunjukan beleganjur, maka bertepatan menyambut Pengrupukan Hari Raya Nyepi Tahun 2022, Komunitas Seni Saptana Jagaraga menggelar Lomba Baleganjur Ogoh-ogoh Virtual bersama Arys Mikro.

Ajang perlombaan yang tetap mengacu pada himbuan pemerintah dan intruksi Gubernur Bali, Wayan Koster dengan menerapkan protocol Kesehatan, maka lomba diadakan secara virtual. Karya seni boleh direkam dengan menggunakan lebih dari 1 kamera dan bebas menggunakan kamera apapun HP, Mirroless DSLR dan lain-lain. dengan melalui proses video editing.

Kadek Rudy Astawa selaku Ketua Panitia Lomba mengatakan proses perelatan seni ini menampilkan satu sekaa baleganjur ngarap ogoh-ogoh dari kalangan sekaa teruna, komunitas, peguyuban, grup kampus, sekolah, instansi, perusahaan, sekaa dan grup kesenian lainnya dengan jumlah personil menyesuaikan. “Sampai saat technical meeting, jumlah peserta 17 group yang ikut dalam ajang lomba ini,” bebernya.

Pengumpulan video mulai tanggal 12 – 18 Februari 2022 dengan ketentuan video frame width 1920, frame height 1080, size video maksimal 500MB dan format video MP4. Karya akan dinilai oleh para pakar dan juri yang ahli di bidangnya, yakni Putu Tiodore Adi Bawa, S.Sn., M.Sn, I Wayan Darya, S.Sn., M.Ag dan I Ketut Gede Rudita, S.Sn., M.Si pada tanggal 20 Februari 2022 bertempat di Arys Mikro Singapadu, serta disiarkan secara live di akun instagram @saptana.jagaraga.

Perwakilan peserta diharapkan hadir pada saat penilain, guna ikut berapresiasi dan menjaga objektivitas penilaian. Pengumuman pemenang lomba, penyerahan sertifikat kejuaraan dan penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada akhir penilaian. Pemenang terdiri dari Juara 1,2,3 hingga Juara Harapan 1,2,3 dan Juara Favorit (votting like instagram). “Pemenang akan mendapatkan tropi, piagam dan uang penghargaan dengan total hadiah puluhan juta rupiah,” ujar ketua panitia yang akrab di panggil Sengeng.

I Wayan Darya, selaku salah satu juri mengatakan sangat mengapresiasi ajang perlombaan yang diselenggarakan Komunitas Saptana Jagaraga dan Arys mikro. “Di mana ajang ini sebagai wadah terciptanya karya karya baru beleganjur, khusus beleganjur ngarap ogoh-ogoh,” ujarnya. Tema dalam penggarapan mengangkat tema Butha Kala (ogoh-ogoh pengrupukan) yang jelas harus menyambung dengan nadanya, serta kostum penabuh memakai pakaian adat Bali dan sesuai dengan tema atau judul ogoh-ogoh yang di sajikan.

Instrumentasi mengacu pada barungan gamelan baleganjur bernada pelog boleh 4 nada, boleh 7 nada dan Intrument pemangku melodi tidak diharuskan Reong boleh tawa-tawa bernada atau yang lainnya. Di dalam lomba ini dibebaskan penambahan alat atau instrumen, asalkan intrument Bali (kukul juga termasuk alat dari kearifan lokal bali serta dibebaskan memainkan alat dengan memperhitungkan etika bermain dibolehkan bende dimainkan posisi tidur kendang dimainkan posisi berdiri.

“Kami selaku juri akan profesional dalam penjurian yang akan diadakan minggu 20 Februari 2022 di Arys mikro, Singapadu,” ujar Darya, seniman yang segudang karya ini. ipo/ama









