Politik dan Sosial Budaya

Bagikan Bantuan UPPO, Made Urip Buka Bimtek Manajemen Peternakan dan Kesehatan Hewan


Badung, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang bekerjasama dengan Kementerian Pertanian. Pada kesempatan itu, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini, juga sempat membagikan secara simbolis bantuan aspirasi, berupa program Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) di Subak Tegal Banjar Delod Pempatan Kelurahan Lukluk, Kecamatan Mengwi, Badung, pada Sabtu 30 Oktober 2021. Tokoh panutan dan idola para petani yang akrab disapa M-U itu, selain menyerahkan dua paket program UPPO senilai masing-masing Rp200 juta kepada Kelompok Tani Ternak (KTT) Merta Lestari dan KTT Jaya Amerta, Subak Abian Pedahanan, Desa Jagapati, Abiansemal, juga memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan), di antaranya 20 unit handprayer, serta 500 ekor ayam lokal KUD untuk KTT Manuk Dewata, Desa Angantaka, Abiansemal.

1bl#ik-21/8/2021.

Kehadiran Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional itu, didampingi Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Ketua Komisi I DPRD Badung I Wayan Regep, Ketua Komisi IV DPRD Badung I Made Sumerta, Anggota DPRD Badung dari Fraksi PDI Perjuangan Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, perwakilan BPTU-HPT Denpasar dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, beserta Kadis Pertanian Kabupaten Badung, Camat Mengwi, Lurah Lukluk, Ketua KTT se-kelurahan Lukluk, Bendesa Adat Lukluk, Kelian Subak se-Kelurahan Lukluk serta 50 peserta Bimtek dari penyuluh dan anggota kelompok tani ternak se-Kabupaten Badung. Selaku penerima bantuan, Ketua KTT Jaya Amerta, I Nyoman Wirata mengakui selama ini dukungan dari Made Urip kepada kelompok ternak memang terbukti nyata. Salah satunya diberikan bantuan UPPO, berupa 12 ekor sapi, termasuk mesin pengolahan pupuk organik, kandang serta motor roda tiga yang sangat bermanfaat bagi kelompok. “Harapan kami semoga ada pembinaan dan bantuan lainnya, sehingga ke depan kita bisa menjadi petani modern dan bisa lebih bermanfaat kepada masyarakat,” paparnya. Hal senada diungkapkan oleh Anggota KTT Merta Lestari, I Gede Nyadnya mengucapkan terima kasih kepada Made Urip karena sudah menerima bantuan untuk meningkatkan produktifitas pembuatan pupuk organik. “Ke depan diharapkan Bapak Made Urip bisa terus membantu dan memberi dukungin untuk KTT di Kabupaten Badung,” imbuhnya.

Ik#1th-10/10/2021

Di sisi lain, Ketua DPRD Badung, Putu Parwata mengakui wujud nyata perjuangan Made Urip ini sebagai bentuk sinergitas positif yang dilakukan untuk membantu membangun semangat para petani di tengah pandemi Covid-19. Hal ini juga merupakan kewajiban dari pemerintah mensupport petani, sehingga bekerja makin bergairah. “Luar biasa perjuangan Bapak Made Urip yang selalu pro rakyat dan konsisten melakukan komunikasi kepada petani, sehingga harapannya petani menjadi petani maju dan petani sehat untuk meningkatkan kesejahteraan para petani,” beber Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini. Di sela-sela membuka Bimtek, Made Urip mengatakan kegiatan ini merupakan kerjasama Komisi IV DPR RI dengan Kementrian Pertanian untuk meningkatkan kapasitas petani, sekaligus menambah wawasan untuk mengelola persoalan peternakan. Bimtek ini, juga merupakan program baru dari hasil refocusing anggaran di Kementerian Pertanian yang hampir mencapai Rp7 triliun. Apalagi akibat dampak pandemi Covid-19 perekonomian Bali sangat terpukul, khususnya di sektor pariwisata, sehingga pembangun Bali ke depan harus didesign ulang dengan tidak bisa hanya mengandalkan satu sektor saja. “Memang pariwisata memberikan kontribusi ekonomi Bali hampir mencapai 60 persen, tapi juga mengandung resiko yang sangat besar. Seperti Covid-19 yang terjadi saat ini, sehingga sangat memukul perekonomian Bali,” jelas politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan yang biasa dikenal sebagai Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu.

1bl#bn-13/7/2021

Untuk itulah, Made Urip menyadari saat ini banyak yang mulai melirik sektor pertanian, sehingga Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, telah melakukan evaluasi, terutama program UPPO di seluruh tanah air. Sayangnya dari hasil monitoring ternyata masih banyak yang perlu dievaluasi, misalnya sudah dibelikan sapi, namun tidak bisa berkembang dan tidak menghasilkan pupuk organik. Namun bedanya di Bali, hampir sebagiain besar program UPPO berjalan dan berkembang dengan baik. “Mulai dari sapi yang sudah berkembang dan menghasilkan pupuk organik. Jadi semoga UPPO yang diberikan kepada kelompok ternak di Badung ini, juga bisa berjalan dengan baik,” harap M-U, seraya menambahkan berkaitan dengan Bimtek diharapkan agar mampu menambah wawasan teknis di lapangan, terutama dalam hal pelestraian Sapi Bali. Upaya ini sebagai komitmen bersama untuk menjaga kelestarian dan kemurnian Sapi Bali, karena memiliki kualitas yang tidak kalah dengan sapi impor. “Saya sebagai wakil rakyat dari Bali akan terus membantu seluruh masyarakat, khususnya petani. Kalau ada usulan yang menyangkut masalah pertanian kita akan bantu. Apalagi Badung sudah memiliki roadmap pembangunan pertanian ke depan, khususnya di Badung Utara. Dan sektor pertanian harus terus dijaga, karena tantangan utama pertanian di Badung adalah alih fungsi lahan,” tutup M-U, sembari menjelaskan tentang pentingnya pemahaman dan implementasi dari nilai-nilai dari 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. dyn/ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close