Internasional

Sekda Dewa Indra Pastikan PMI Bali Bisa Kembali Bekerja Sesuai Skenario


Denpasar, PancarPOS | Vaksinasi Sinovac Biotech (CoronaVac Covid-19 Vaccine) hari kedua bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sekretariat Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Cabang Bali, Jalan Hayam Wuruk No. 104 H, Sumerta Kelod, Tanjung Bungkak, Kecamatan Denpasar Timur, Rabu (31/3/2021) berjalan mulus. Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Drs. Dewa Made Indra, M.Si., serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Drs. Ida Bagus Ngurah Arda, M.Si. meninjau langsung ke lokasi. Sekda Dewa Indra mengapresiasi vaksinasi tahap II yang berlangsung lebih antusias. Instruksi Gubernur Bali Wayan Koster agar PMI, khususnya pelaut Bali menerima prioritas vaksin Covid-19 agar bisa kembali bekerja berjalan sesuai skenario.

1bl#ik-5/3/2021

“Kemarin saya sudah datang ke sini (Sekretariat KPI Cabang Bali, red) ada beberapa hal yang menjadi cacatan. Yang pertama adalah pemanggilan harus dicantumkan waktu vaksinasi bertahap untuk mengurangi kerumunan. Saya menginstruksikan agar pemanggilan besok (Kamis, 31/3/2021) mengumumkan jam. Jadi siapa yang dipanggil 07.30, siapa 08.30, siapa 09.30, dan seterusnya sehingga tidak ada pemumpukan serta mengurangi kemungkinan antrean menunggu lama. Hari ini saya lihat orang yang datang bergelombang sesuai dengan undangan sehingga kami lihat antreannya tidak terlalu panjang,” ucap Dewa Indra.

Evaluasi kedua, ungkap Dewa Indra berdasarkan temuan di lapangan dirinya mendapatkan informasi dari sameton-sameton pelaut Bali bahwa ada yang berangkat akhir April 2021. Kalau menunggu vaksin 28 hari, maka mereka tidak bisa berangkat. “Maka dari itu, saya minta kepada Ketua KPI Bali dan Disnaker untuk mendata sameton-sameton PMI yang akan berangkat pada akhir April 2021 sehingga akan kita prioritaskan vaksinasinya sebelum mereka berangkat. Kalau mengikuti 28 hari itu maka mereka tidak jadi berangkat. Kita akan upayakan. Itu evaluasi kita,” tandasnya.

1bl-bn#7/1/2020

Ketiga, Sekda Dewa Indra juga mengevaluasi apakah sudah semua PMI tahu ada vaksinasi di Sekretariat KPI Cabang Bali. Ia meminta informasi ini harus terus disebarkan. Ungkapnya, berdasarkan data yang masuk, belum sama jumlahnya dengan PMI yang pulang dan ditangani di awal pandemi. “Pada saat itu kan ada 17.000 lebih yang pulang. Sekarang yang mendaftar dan hadir belum mencapai jumlah itu. Ini masih menjadi pertanyaan. Apakah mereka belum tahu ada informasi vaksinasi atau mereka sudah vaksin di kabupaten/kota masing-masing? Atau mereka tidak akan berangkat lagi? Ini kita gali lagi informasinya sehingga kita bisa dapatkan data yang lebih lengkap. Kita juga ingin memastikan semua PMI yang akan berangkat harus dibantu vaksinasinya supaya mereka jadi berangkat dan bekerja lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sekda Dewa Made Indra kembali meminta Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Cabang Bali menggenjot data pelaut Bali prioritasnya vaksin. “Siapa yang akan berangkat bulan April 2021 sebelum 28 hari batas antara suntikan pertama dan kedua silakan hubungi KPI Cabang Bali. Supaya tidak lewat. Aturannya kan 28 hari. Tapi kalau diikuti penuh cancel lagi kan? Delay. Agar tidak begitu, nanti akan divaksin sebelum 28 hari, tapi setelah 14 hari karena tidak boleh kurang dari 14 hari sehingga vaksinnya jadi berangkatnya jadi. Kalau 28 hari nanti vaksinnya saja yang jadi berangkatnya tidak. Kita harus selamatkan kedua-duanya. Oke ya! Nanti harus daftar di Pak Dewa (Dewa Putu Susila, red),” tegas Dewa Indra.

1th-ksm#5/2/2021

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, mengingat jumlah PMI cukup banyak, Dewa Indra mengatakan sesuai arahan Gubernur Bali Wayan Koster, pihaknya menyusun teknis pelaksanaan dan strategi dengan membuat skala prioritas. Siapa yang diprioritaskan adalah yang pertama atau paling dekat berangkat. Prinsipnya, semua PMI yang akan bekerja kembali divaksin sesuai perintah Gubernur Bali. “Yang mana duluan divaksin adalah yang paling dekat waktunya berangkatnya. Saya sudah berkoordinasi dengan Ketua Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI Cabang Bali) Bapak Dewa Putu Susila. KPI sudah punya list (data, red) yang akan berangkat bulan April, bulan Mei, dan Juni yang harus kami prioritaskan untuk vaksin pertama kali. Maka dari itu, yang divaksin hari-hari pertama ini adalah yang kami prioritaskan supaya mereka segera memenuhi syarat kemudian bisa berangkat lagi ke perusahaannya,” terangnya.

Digarisbawahi Dewa Indra, Pemerintah Provinsi Bali berkepentingan PMI bekerja kembali. Untuk itu, pihaknya berkoordinasi terkait skala prioritas dengan KPI Cabang Bali. Di sisi lain, Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali juga harus mendata seluruh PMI asal Bali. Dua kepentingan ini dirangkul menjadi satu. “Terjemahannya adalah seluruh PMI segera daftar di link dan kedua siapa yang akan berangkat pertama diprioritaskan (oleh KPI Bali, red),” tegasnya.

1bl#bn-14/11/2020

Dewa Indra menegaskan PMI memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam perekonomian daerah. Mereka adalah pahlawan devisa. PMI dinilai meringankan beban keluarga. Kalau PMI kembali bekerja, maka akan mendatangkan devisa. Pemprov Bali lanjut Dewa Indra tidak bisa maksimal menyediakan lapangan pekerjaan dalam jumlah yang cukup dan dengan penghasilan yang cukup bagi belasan ribu PMI yang pulang. Oleh karena itu, Pemprov Bali memiliki harapan besar PMI kembali bekerja di perusahaan masing-masing. ija/ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close