Ekonomi dan Bisnis

Bank BPD Bali Cabang Tabanan Kuatkan Fondasi Ekonomi, Gandeng Perumda Sanjayaning Singasana Dorong UMKM dan Petani Naik Kelas


Tabanan, PancarPOS | Gebrakan besar kembali ditunjukkan Bank BPD Bali dalam memperkuat ekonomi daerah dan menjaga ketahanan pangan. Melalui Kantor Cabang Tabanan, Bank BPD Bali resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Perumda Sanjayaning Singasana, Rabu (29/10/2025). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Kredit Bank BPD Bali, Made Lestara Widiatmika, S.E., M.M., disaksikan langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., serta Kepala Bank BPD Bali Cabang Tabanan, I Made Indra Taurisiana, ST,  jajaran direksi dan pejabat terkait.

Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sektor riil, khususnya bidang pertanian dan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Tabanan. Perumda Sanjayaning Singasana akan berperan sebagai offtaker, menampung sekaligus menyalurkan hasil pertanian dari para petani di berbagai kecamatan, mulai dari Jatiluwih, Pupuan, hingga Baturiti.

Direktur Kredit Bank BPD Bali, Made Lestara Widiatmika, menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya menyangkut pembiayaan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi rakyat secara berkelanjutan. “Fokus kami adalah memperkuat sektor UMKM. Dari total kredit yang disalurkan BPD Bali hingga September 2025, porsi kredit UMKM mencapai 50,80 persen atau senilai Rp12,554 triliun dari total kredit Rp24,711 triliun. Angka ini menunjukkan keberpihakan nyata kami terhadap pelaku usaha kecil dan menengah,” ujarnya.

1th#ik-039.1/10/2025

Made Lestara menambahkan, kerja sama dengan Perumda Sanjayaning Singasana menjadi wujud konkret komitmen Bank BPD Bali dalam mendukung pembiayaan produktif. “Kami ingin memastikan akses pembiayaan bagi sektor-sektor produktif seperti pertanian, perdagangan, dan industri kecil tidak terhambat. Dengan peran Perumda sebagai offtaker, petani dan pelaku UMKM memiliki jaminan pasar dan kepastian pembayaran. Ini model ekonomi kolaboratif yang bisa jadi contoh nasional,” tegasnya.

Ia juga memaparkan bahwa kinerja kredit BPD Bali terus menunjukkan tren positif. Dari laporan triwulan, kredit konsumtif justru turun menjadi 40,97 persen, sementara sektor produktif seperti UMKM dan investasi tumbuh lebih cepat. Kredit modal kerja naik 26,27 persen secara tahunan (YoY), investasi tumbuh 13,02 persen, dan UMKM meningkat 7,30 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Artinya, pola ekonomi masyarakat Bali mulai berubah. Kami tidak lagi hanya menyalurkan kredit konsumtif, tapi benar-benar fokus memperkuat fondasi ekonomi rakyat. Dengan 50,80 persen portofolio kredit untuk UMKM, BPD Bali menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” ujarnya menegaskan.

Dalam MoU ini, Bank BPD Bali juga menghadirkan layanan digital perbankan untuk memudahkan Perumda dan para mitra petani dalam pengelolaan transaksi keuangan. Melalui platform digital yang terintegrasi, proses pencairan kredit, pembayaran hasil panen, hingga monitoring keuangan dapat dilakukan secara transparan dan cepat.

1th#ik-033.11/10/2025

Sementara itu, Kepala Bank BPD Bali Cabang Tabanan, I Made Indra Taurisiana, ST, menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari strategi besar BPD Bali untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat berbasis desa. Ia menekankan pentingnya sinergi antara lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan perusahaan daerah agar rantai ekonomi rakyat berjalan secara utuh dan efisien.

“Kami di Cabang Tabanan siap menjadi garda terdepan dalam memastikan implementasi kerja sama ini berjalan efektif. BPD Bali tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga hadir memberi pendampingan, literasi keuangan, dan dukungan digitalisasi bagi pelaku UMKM dan petani. Kami ingin memastikan mereka naik kelas, bukan sekadar bertahan,” ujar Indra Taurisiana.

Ia menambahkan, dengan peran Perumda sebagai offtaker, para petani kini tidak lagi berhadapan langsung dengan tengkulak yang sering menekan harga. “Sekarang petani punya mitra yang jelas, pembiayaan yang mudah, dan pasar yang pasti. Ini akan memperkuat daya tahan ekonomi desa sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pangan di Tabanan,” jelasnya.

Lebih jauh, Indra Taurisiana menegaskan, MoU ini sejalan dengan visi BPD Bali untuk menjadi bank daerah yang inklusif dan berdaya saing. “Kami percaya, ekonomi Bali hanya bisa kuat kalau akar ekonominya kuat. Dan akar itu ada di desa, ada di petani, dan di pelaku UMKM. Jadi, kami akan terus mendukung mereka dengan pembiayaan produktif dan layanan digital yang adaptif,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, menyambut antusias kerja sama ini. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan Perumda merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi berbasis desa. “Sekarang MoU dulu, nanti baru dilanjutkan dengan PKS (Perjanjian Kerja Sama). Dengan adanya kerja sama ini, setiap desa memiliki pasar yang jelas saat panen, sehingga tidak lagi tergantung pada tengkulak,” ujarnya.

1bl#bn-026.12/5/2024

Bupati Sanjaya berharap Perumda Sanjayaning Singasana mampu menjadi jembatan antara BUMDes dan petani dalam menciptakan sistem perdagangan yang adil dan berkelanjutan. “Ini bagian dari visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Kami ingin menekan inflasi, menjaga ketahanan pangan, sekaligus memperkuat ekonomi lokal dengan berbasis potensi unggulan desa,” tegasnya.

Melalui kolaborasi strategis ini, Bank BPD Bali Cabang Tabanan mempertegas perannya bukan hanya sebagai lembaga keuangan daerah, tetapi juga sebagai penggerak utama transformasi ekonomi rakyat Bali. mas/ama/*



MinungNews.ID

Saluran Google News PancarPOS.com

Baca Juga :



Back to top button