Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Gelontor 20 Ribu Bibit Produktif ke Seluruh Bali


Tabanan, PancarPOS | Usai membagikan bantuan Program P2L (Pekarangan Pangan Lestari) untuk tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) di Bumi Keris, sekaligus membuka Lomba Pemanfaatan Produk Pangan Lokal di Subak Abian KWT Sedana Amerta Sari Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (28/8/2020), Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si kembali turun langsung menggelontorkan bantuan aspirasi tahun 2020, berupa 20 ribu bibit pohon produktif untuk disebar ke seluruh Bali yang dipusatkan di Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, Minggu (30/8/2020). Bantuan bibit unggul, seperti Mangga Garifta, Mangga Gadung, Klengkeng, Durian Montong, Jambu Kristal, Manggis Kaligesing dan Alpukat Mentega ini, diserahkan secara simbolis bersama Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Unda Anyar Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH), Dr.Ir. Titik Wurdiningsih, M.Si., yang dihadiri Anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan Putu Yuni Widyadnyani, Anggota DPRD Buleleng Dewa Sugiarto, Anggota DPRD Jembrana I Ketut Suastika, Camat Marga IGA Alit Adiatmika, beserta Sekretaris PAC PDIP Marga I Gede Oka Winaya, SE., disaksikan ratusan perwakilan kelompok tani dari seluruh Kabupaten, kecuali Denpasar dan Klungkung.

1bl#bn-29/8/2020

“Terimakasih atas bantuan Pak Made Urip yang sangat respek untuk membantu masyarakat. Apalagi saat ini masa Covid-19, karena aktifitas masyarakat di kota kembali ke desa,” papar Ketua Kelompok Tani Amertha Jadi Desa Bangli, I Made Adiasa, SH., seraya mengakui bantuan bibit produktif ini sangat penting bagi masyarakat, khusus kelompok tani disamping untuk memperbaiki DAS. “Kita di Bangli khusus memohon bibit Alpukat karena sangat cocok. Ke depan agar Pak Made Urip kembali membantu kelompok tani. Kami harapkan kelompok tani di seluruh Bali juga dibantu,” imbuhnya, sekaligus ditambahkan Ketua Kelompok Tani Bali Agromat, I Wayan Warsa menerima bantuan bibit Mangga juga sangat berterimakasih. “Kita harap Pak Made Urip ke depannya supaya Bangli lebih diperhatikan lagi, khususnya di bidang pangan,” harapnya. Di sisi lain, Kepala BPDASHL Unda Anyar, Titik Wurdiningsih, juga mengucapkan terimaksih atas perjuangan Made Urip yang telah bermitra menyalurkan bibit produktif ini. “Harapan dari Kementerian KLH agar bibit yang dibagikan tidak sekedar ditanam tapi dipelihara hingga diprodukai, sehingga bermanfaat dan meningkatkan perekonomian sekaligus melestarikan liskungan,” bebernya, sembari berharap DAS di sekitar masyarakat menjadi sehat, sehingga saat musim hujan tidak banjir dan musim kemarau tidak kering dari danau hingga ke laut sebagai DAS yang sehat.

Terkait bibit unggul yang dibagi Made Urip kali ini jumlahnya memang masih terbatas, sehingga masih banyak kurang. Apalagi ada refokusing yang mengurangi jumlah produksi bibit tahun ini. “Jadi kita sangat berterimakasih kepada Pak Made Urip yang selalu rajin membagi bibit kepada masyarakat,” tandasnya. Sementara itu, Made Urip menyebutkan bantuan ini diperjuangkan dari APBN tahun 2020 berupa bibit produktif dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. “Mudah-mudahan bantuan bibit ini ada manfaatnya. Karena kita sangat prihatin dengan kondisi hutan saat ini. Dari Orde Baru dikeluarkan hak untuk menebang hutan tanpa disertai upaya menanam kembali. Padahal ada aturan minimal 30 persen harus ada kawasan hijau. Seperti di Bali tidak memenuhi syarat itu, karena masih 20 persenan. Jadi kita mendorong revitalisasi hutan, terutama di wilayah yang gundul. Seperti waktu Ibu Megawati menjadi Presiden sudah dicanangkan Program Gerhan (Gerakan Hutan dan Lahan, red) secara nasional untuk gerakan menanam,” papar Made Urip yang dijuluki petani dan krama subak sebagai Wakil Rakyat Sejuta Traktor ini, seraya akan terus mendorong masyarakat untuk melakukan gerakan reboisasi secara terus-menerus. “Kita harus rajin menanam setiap jengkal tanah kita, agar hutan lestari. Untuk itu, kita mendorong pengadaan bibit ini, sehingga bantuan bibit ini jangan hanya ditanam saja, tapi harus dipupuk dan dipelihara untuk melestarikan alam sekaligus mendapatkan hasil buahnya,” tambahnya.

1bl-bn#5/1/2020

Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian dan Lingkungan Hidup tersebut, akan terus berjuang membantu kelompok tani agar kelestarian lingkungan terus terjaga, khususnya di sektor pertanian harus diperkuat untuk menghadapi wabah Covid-19. Apalagi tingkat hunian hotel di Bali sudah nol persen, sehingga semuanya lari ke sektor pertanian yang sebelumnya hanya tergantung di sektor pariwisata. Tapi kini terbukti masyarakat lebih aman di kampung dan di desa-desa, karena bisa menanam seperti ada Program Pekarangan Pangan Lestari untuk mempertahankan pangan rumah tanggga. “Saya sudah bagikan bantuan ini di Badung. Mari kita dorong agar sektor pertanian ini berjalan baik. Bahkan di sub sektor perkebunan sudah dibantu 100 ribu bibit Coklat (Kakao, red), karena terbukti sektor perkebunan yang bisa bertahan menghadapi krisis seperti sekarang. Kita akan terus bantu baik di pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan ini,” tutup Anggota DPR RI lima periode ini. aka/ama/ksm/jmg

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button