Politik dan Sosial Budaya

Bantu 25 Ekor Kambing, Made Urip Dorong Generasi Milenial Tak Malu Jadi Petani


Tabanan, PancarPOS | Makin turunnya minat generasi milenial untuk menggeluti sektor pertanian, merupakan permasalahan serius yang tidak bisa dianggap enteng. Apalagi peran generasi muda dalam pertanian sangat penting, guna menunjang dan mempertahankan kesediaan pangan di Indonesia. Karena itulah, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., memberikan pembekalan kepada para petani milenial di Strowbery Stop Bedugul, Tabanan, Kamis (28/1/2021). Selain memberikan bimbingan dan pelatihan (Bimtek) kepada 100 petani muda, Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian, Ketahanan Pangan, Kehutanan dan Lingkunan Hidup itu, juga menyerahan secara simbolis bantuan 25 ekor bibit kambing produktif kepada kelompok tani ternak.

1bl/bn#23/1/2021

Politisi senior yang disebut sebagai Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, mengimbau generasi muda tidak perlu malu menjadi petani, bahkan harus bangga karena kebangkitan sektor pertanian ini perlu pelibatan pemuda demi mempertahankan bangsa ini sebagai negara agraris. “Ke depan harus lebih banyak orang kaya dari sektor pertanian, sehingga kebangkitan pertanian menjadi daya angkat kemajuan pembangunan ketahanan pangan, sekaligus kedaulatan bangsa ini ke depan,” ujar Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, seraya mengingatkan regenerasi petani harus terus dilakukan, karena sebagian besar petani sekarang usianya sudah tua-tua, sehingga tenaga dan staminanya sudah menurun dan juga petani butuh kecepatan dan ketepatan dalam memproduksi hasil-hasil pertanian.

Selain itu, petani juga butuh informasi dan penguasaan teknologi, terutama menggarap lahan, penyediaan bibit, pemeliharaan, dan pasca panen. Menyinggung kembali soal peran generasi muda, ia memandang penting peran pemuda dalam sektor pertanian, baik dalam urusan budi daya tanam, inovasi bibit, olah pertanian, maupun menggali berbagai usaha bidang pertanian. “Tidak saja soal pemasaran, tetapi juga bagamana hasil bumi petani punya nilai tambah, sekaligus punya nilai jual yang jauh lebih baik untuk pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri,” jelas Made Urip yang bisa akrab dikenal MU tersebut. Di sisi lain, kondisi ekonomi Bali di tengah terpuruknya sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19 harus menjadikan sektor pertanian sebagai tumpuan harapan, dan penggerak ekonomi pedesaan, sehingga anak muda harus terus didorong menekuni dunia pertanian.

1th#ik-11/10/2020

“Sekarang harus diciptakan petani muda dan modern, anak-anak muda harus dirangsang, dikasi motivasi, pelatihan dan difasilitasi,” kata Made Urip, sembari menyatakan siap mendukung kiprah para generasi muda di Bali, khususnya di Tabanan dalam mengelola sektor pertanian. Di samping itu, pelibatan generasi muda pada usaha pertanian ini tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga tidak menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan ketersediaan pangan di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, tanpa petani kemajuan sektor apapun tidak akan maju, karena semua bahan pangan yang menjadi fondasi kehidupan manusia ada di tangan petani. “Pertanian ini sudah menjadi peradaban dan budaya kita di Bali. Jadi pemuda jangan malu bertani, karena sektor ini yang sudah terbukti paling kuat menghadapi krisis apapun,” tandasnya. ama/ksm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close