Denpasar, PancarPOS | Atmosfer kompetisi, semangat pembinaan, dan sinergi lintas sektor berpadu dalam gelaran Walikota Cup XVI cabang olahraga golf yang berlangsung di Bali International Golf, Denpasar, Sabtu (28/3/2026). Ajang ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan panggung strategis yang menandai keseriusan Kota Denpasar dalam membangun ekosistem olahraga golf yang berkelanjutan, progresif, dan berorientasi prestasi menuju Porprov Bali 2027 di Buleleng.
Sejak pagi hari, lapangan Bali International Golf telah dipenuhi peserta dari berbagai kategori, mulai dari atlet senior, ladies, hingga junior yang menjadi sorotan utama dalam event tahun ini. Kehadiran atlet-atlet muda berusia 7 hingga 15 tahun menjadi indikator kuat bahwa regenerasi dalam cabang olahraga golf di Denpasar mulai berjalan secara sistematis dan terarah.
Peserta tidak hanya mengikuti pertandingan, tetapi juga mendapatkan berbagai fasilitas seperti golf virtual, makan siang, kaos eksklusif, hingga kesempatan meraih doorprize menarik. Sebanyak 18 trofi diperebutkan dalam berbagai kategori, termasuk Man Best Gross, Ladies Best Gross, serta kategori Junior B dan Junior C untuk kelompok usia muda.

Ketua Umum PGI Kota Denpasar, I Putu Arnawa, S.E., menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci dalam pengembangan olahraga golf ke depan. Salah satu terobosan yang dihadirkan dalam event ini adalah penggunaan konsep golf virtual, yang menjadi pengalaman baru bagi para peserta.
“Jadi, saya yakin kita dapat mengikuti acara virtual ini dengan luar biasa. Ini merupakan bagian dari upaya kita menghadirkan format baru dalam olahraga golf. Ini juga pertama kalinya pertandingan virtual seperti ini dilaksanakan,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini bukan sekadar gimmick, melainkan bagian dari transformasi olahraga agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia optimistis, kegiatan seperti ini akan terus berkembang dan menjadi magnet bagi generasi muda untuk terlibat dalam olahraga golf.
“Harapan ke depan, kita bisa melaksanakan kegiatan yang lebih baik, lebih bersemangat, dan berjalan lebih optimal. Saya juga yakin dari kegiatan ini akan lahir adik-adik dan senior yang mampu membanggakan kita semua,” tambahnya.

Dalam suasana penuh kehangatan, Arnawa juga mengajak seluruh peserta dan hadirin untuk memberikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini. Ia secara terbuka menegaskan bahwa keberhasilan event ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik secara moral maupun material.
“Support dari berbagai pihak sangat luar biasa. Kita harus jujur, tanpa dukungan material, kegiatan seperti ini tidak mungkin bisa berjalan. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh kontributor, donatur, dan supporter,” tegasnya.
Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada sejumlah pihak yang telah memberikan kontribusi nyata, termasuk Pak Deo dari PIK, para donatur utama, komunitas golfer seperti Pak Hadi Mahasundra, Koko Group, Rompikal, serta berbagai pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Lebih lanjut, Arnawa memberikan apresiasi kepada para pemenang yang telah menunjukkan performa terbaiknya, sekaligus memberikan motivasi kepada para atlet muda yang tengah dipersiapkan untuk ajang yang lebih besar.

“Selamat kepada para pemenang, dan selamat berjuang kepada calon atlet PON dan Porprov. Ini adalah awal dari perjalanan besar,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, perwakilan PGI Bali, Rudi Sembiring Meliala, menyoroti pentingnya keterlibatan atlet junior dalam event ini sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang. Menurutnya, kehadiran atlet muda tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi justru menjadi fokus utama dalam pembangunan olahraga golf di Bali.
“Kegiatan ini sangat apresiatif karena atlet-atlet junior kita bisa hadir dan ikut berkompetisi. Ini adalah langkah penting dalam regenerasi atlet,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan penuh kepada anak-anak mereka untuk terlibat dalam event ini. Menurutnya, peran keluarga sangat krusial dalam membentuk mental dan karakter atlet sejak dini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang telah mendukung dan mendampingi anak-anaknya. Tanpa mereka, pembinaan ini tidak akan berjalan maksimal,” jelasnya.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa turnamen ini bukanlah akhir, melainkan bagian dari rangkaian pembinaan yang berkelanjutan. Turnamen lanjutan telah disiapkan untuk memberikan ruang kompetisi yang konsisten bagi para atlet.

“Besok akan ada turnamen lanjutan bagi peserta. Kami berharap orang tua tetap mendukung dan mendampingi anak-anak untuk terus bertanding dan berkembang,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh komunitas golfer untuk terlibat aktif dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih kuat dan inklusif. Dukungan dari berbagai pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan prestasi.
Tak hanya itu, apresiasi juga disampaikan kepada pihak Bali National Golf yang telah menyediakan fasilitas dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Ia berharap lokasi tersebut dapat terus menjadi pusat pengembangan olahraga golf sekaligus mendukung sektor sport tourism di Bali.
Dari sisi kebijakan olahraga, Sekretaris Umum KONI Denpasar, Made Darmiyasa, menegaskan bahwa Walikota Cup XVI merupakan bagian dari roadmap besar menuju Porprov Bali 2027. Ia menjelaskan bahwa saat ini berbagai cabang olahraga tengah menjalankan program pembinaan secara simultan.
“Saat ini banyak kegiatan berlangsung bersamaan, mulai dari layar, biliar, hingga anggar. Ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga di Denpasar berjalan sangat dinamis,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Ketua KONI yang tidak dapat hadir karena harus menghadiri beberapa agenda di cabang olahraga lain. Hal ini, menurutnya, justru menjadi bukti bahwa perhatian terhadap olahraga di Denpasar sangat serius dan menyeluruh.

Darmiyasa memberikan apresiasi kepada PGI Kota Denpasar yang dinilai aktif dalam menjalankan program dan menjalin komunikasi dengan KONI. Menurutnya, sinergi yang kuat menjadi kunci dalam menciptakan sistem pembinaan yang efektif.
“Apapun program yang dilakukan, baik teknis maupun non-teknis, semuanya dapat tersampaikan dengan baik karena komunikasi yang berjalan lancar,” tegasnya.
Ke depan, ia mengungkapkan bahwa seluruh hasil dari kejuaraan ini akan dijadikan basis data dalam pembinaan atlet. Program pendataan dan pelatihan khusus akan dilakukan untuk mencetak atlet berprestasi yang siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Para atlet, khususnya para pemenang, akan didata dan diberikan pelatihan khusus. Ini adalah bagian dari proses menuju pembinaan yang lebih serius,” jelasnya.
Selain itu, rencana penyelenggaraan kejuaraan terbuka pada Agustus hingga Oktober juga tengah disiapkan. Ajang ini akan mengundang peserta dari luar daerah sebagai sarana uji kompetensi.
“Di sinilah kita akan mengukur kemampuan atlet kita. Kita ingin mereka bertanding dengan atlet dari luar, sehingga bisa mengetahui sejauh mana kesiapan mereka,” ujarnya.
Seluruh program ini diarahkan untuk menyongsong Porprov Bali 2027 di Buleleng. Fokus pembinaan akan dilakukan secara intensif mulai awal tahun hingga menjelang pelaksanaan. “Pada tahun 2027 nanti, dari awal hingga September kita akan fokus penuh pada persiapan Porprov. Semua pengurus harus aktif dan siap bekerja,” tegasnya.

Walikota Cup ke-XVI bukan hanya tentang siapa yang menang dan kalah, tetapi tentang bagaimana sebuah kota membangun masa depan olahraga melalui sistem yang terencana dan berkelanjutan. Dari lapangan hijau Bali International Golf, harapan besar itu mulai dirajut.
Semangat yang terpancar dari para atlet junior, dukungan penuh dari orang tua, serta sinergi antara pemerintah, organisasi, dan komunitas menjadi fondasi kuat bagi Denpasar untuk melahirkan atlet-atlet golf berprestasi di masa depan. Event ini menjadi bukti bahwa dengan komitmen, kolaborasi, dan inovasi, olahraga dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun generasi yang tangguh, berkarakter, dan berprestasi. ama/ksm
