Politik dan Sosial Budaya

We Love Bali Hidupkan Kembali Biro Perjalanan Wisata di Bali


Denpasar, PancarPOS | Program We Love Bali Kememetrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan spirit atau semangat baru menyambut kehidupan pariwisata era baru. Kegiatan itu disambut baik Biro Perjalanan Wisata (BPW) karena bisa menghidupkan usahanya dengan mempekerjakan kembali karyawan yang sebelumnya sudah dirumahkan selama 7 bulan lebih.

1bl#bn-26/10/2020

Upaya itu tentunya bisa memberikan pendapatan kepada mereka meskipun tentunya tidak sama dengan apa yang mereka dapatkan sebelum pandemi Covid-19 melanda. Hal itu disampaikan Pemilik Bali Start Club Ketut Suwendra sebagai BPW yang mendapat kepercayaan untuk menangani Program 10 We Love Bali (3 hari 2 malam Nusa Penida & Lembongan) bersama Pancasari Tours ketika dihubungi wartawan di Denpasar, Selasa (26/10/2020).

Selain itu, pihaknya sebagai BPW bisa membuka kantor. Ia juga merasa berbahagia bisa mempekerjakan kembali para sopir di Nusa Penida yang juga sudah tujuh bulan lebih mereka menganggur tanpa pendapatan. Dengan adanya program We Love Bali ini, BPW yang dilibatkan untuk menangani program ini merasa bahagia bisa ikut berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang apa itu Cleanliness, Healthy, Safety, Environment Sustainability (CHSE).

1th#ik-11/10/2020

Ia ikut berperan aktif dalam mengedukasi para peserta, para driver, guide dan tim lainnya yang terlibat di semua sector dan secara tidak langsung kami juga bisa mengedukasi masyarakat yang berada di destinasi yaitu Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Ia mengharapkan program ini bisa berlanjut dan bisa menjadi pendorong yang kuat untuk segera bangkit dan pulihnya pariwisata Bali. Oleh karena, peserta dari program We Love Bali adalah sebagian besar anak – anak muda yang sangat kreatif dan sangat memahami teknologi dan media sosial.

Untuk itu, BPW merasa sangat – sangat terbantu oleh anak – anak muda yang kreatif tersebut dalam mempromosikan pariwisata Bali khususnya Nusa Penida dan Lembongan dengan secara berkelanjutan mengunggah konten – konten positif tentang Nusa Penida dan Lembongan yang dikemas dengan sangat kreatif dan selalu mengikuti aturan – aturan tentang protokol CHSE. Sementara itu, Direktur Panca Sari Wisata I Ketut Tunggu menilai program itu tetap bisa dilakukan sebagai salah satu cara untuk menjaga ketahanan pariwisata di Bali.

1th-bn#1/2/2020

Ia sebagai praktisi pariwisata agar mampu bertahan hidup sampai berakhirnya pandemi Covid -19 ini. Selama tujuh bulan telah berlalu dengan ketidak pastian hanya menunggu berakhirnya pandemi Covid-19. “Pandemi ini tidak seorangpun bisa prediksi kapan berakhirnya,” ujarnya. Dengan demikian, model pariwisata seperti inilah jawabannya yang bisa dilakukan dalam kebiasaan baru ini yaitu dengan melakukan 3 M baik di hotel, fast boat, restaurant dan obyek wisata.

Program we love bali dengan implementasi CHSE sejalan dengan anjuran Presiden Jokowi dalam kemampuan beradaptasi dan berdamai berdampinngan dengan kondisi Covid-19 ini, selama Indonesia belum bisa menghadirkan vaksin Covid-19. Pariwisata Bali harus bisa bergerak mengingat sebagian besar masyarakat bermata pencaharian tergantung dengan pariwisata. Acara itu bisa berwisata dengan aman dan juga menelorkan duta-duta wisata yang menjunjung tinggi CHSE.

1bl#bn-28/8/2020

Ia sebagai BPW yang ditunjuk sudah terlebih dahulu mempersiapkan diri dengan melakukan sertifikasi BPW yang di selenggarakan oleh Dinas Pariwisata Bali dimana didalamnya semua komponen pendukung CHSE harus terlebih dahulu terpenuhi. Semua stakeholder yang terlibat harus di tes rapid terdahulu seperti driver, pengemudi speed boat, tour leader maupun guide itu sendiri. Upaya itu dalam menjamin wisatawan terpapar Covid-19 selama belum ditemukan vaksin. aya/jmg/ama

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close