Oleh karena itu, PT. PEMBARI telah menyelesaikan studi kelayakan sejak tahun 2011 dengan hasil pemilihan lokasi di daratan Desa Kubutambahan yang terus disempurnakan sebanyak tiga kali sesuai perkembangan pertumbuhan penumpang ke Pulau Bali. Program ini sempat tertunda beberapa tahun, pada saat adanya pandemi Covid-19 dan faktor politis lainnya.

“Namun semua itu telah berlalu dengan baik, pasca kemenangan Prabowo Gibran, yang mana saat ini semua pihak sedang menunggu keputusan terbaik dari Pemerintah pusat,” tegas Suardhana, seraya mengatakan jika bandara Bali baru ini selesai dibangun, maka akan menyelesaikan problem kemacetan lalu lintas di Bali selatan serta meringankan beban Bandara I Gusti Ngurah Rai yang saat ini sudah overload dengan kapasitas penumpang 21 juta/tahun.
“Kapasitas penumpang ini telah melebihi batas kenyamanan sebuah bandara dengan satu landasan pacu,” tutupnya. ama/ksm






