Denpasar, PancarPOS | Sebanyak 15 Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se – Bali mengikuti Edu Fair SMA Negeri 8 Denpasar 2022 selaa dua hari, 25-26 Agustus di Denpasar, Kamis (25/8/2022). Kegiatan itu yang dibuka ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala SMAN 8 Denpasar Drs. I Made Arsana didampingi Waka Kurikulum SMAN 8 Denpasar I Made Suardana dan Guru Bahasa Jepang Gusti Ngurah Putra Suwantara. “Kami satu-satunya yang menggelar Edu Fair ini dengan harapan siswa bisa langsung mendapat informasi benar dan tepat terkait dunia pendidikan yang akan digelutinya setelah tamat,” ujar Arsana asal Tabanan.

Arsana menambahkan dengan Edu Fair ini, siswa bisa secara langsung dan detail mendapatkan informasi tentang keberadaan perguruan tinggi yang nantinya akan dituju. “Dan yang terpenting pula siswa bisa mendapat edukasi menyangkut prospek termasuk biaya bila menempuh pendidikan di tempat tersebut,” jelasnya. Ia menyambut positif Edu Fair ini karena sangat membantu dan memudahkan siswa memperoleh informasi yang valid. Jadi ini sangat efisien, apalagi pihak perguruan tinggi juga langsung melakukan sosialisasi ke kelas-kelas. Kegiatan itu tidak menggangu jam belajar siswa, biasanya kelas XII sering mendapatkan sosialisasi dari perguruan tinggi secara bergantian.
Edu Fair juga ada pameran masing-masing PTN/PTS. Mereka menyediakan segala bentuk informasi kampus dan harga spesial, termasuk formulir pendaftaran. Sedangkan, Wakasek Kurikulum Made Suardana menambahkan, SMAN 8 Denpasar ada 40 kegiatan ekstra untuk para siswa, di antaranya Bahasa Jepang, tarian Jepang, jurnalistik dan kearifan lokal seperti tari Bali. Siswa dari ekstra jurnalistik bahkan mendapatkan juara internasional mengalahkan 43 negara di dunia. “Kita juga sesuaikan dengan perkembangan sehingga kegiatan ekstra ini bisa memberi manfaat bagi siswa,” jelasnya. Sementara peserta Edu Fair SMAN 8 Denpasar 2022 dari Universitas Internasional Bali (UNBI) mengaku senang menggelar acara ini sebab bisa langsung bertemu siswa.

Ia meyakini tatap muka langsung dengan siswa bisa promosi lebih efektif, siswa juga bisa berinteraksi langsung jika ada pertanyaan-pertanyaan. “Waktu pandemi edukasi ini terbatas. Sekarang kita bisa bertatap muka, memberi penjelasan lebih detail terkait keberadaan perguruan tinggi dan apa yang menjadi keunggulannya. Jadi nantinya ketika tamat, siswa bisa langsung dan siap menentukan perguruan mana yang dituju,” ujar salah satu pengelola stan pendidikan kesehatan. Yang menarik, siswa yang nantinya akan melakukan pendaftaran akan mendapatkan kemudahan, seperti diskon, dll. Tampak ratusan siswa sangat antusias mendatangi stand-stand untuk mendapatkan berbagai informasi di ajang ini. aya/ama/ksm






