Pariwisata

Bank Indonesia Dukung Bali Genjot Potensi 10 Juta Wisatawan Domestik


Kuta, PancarPOS | Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho berharap terlaksananya Penerapan Protokol Kesehatan CHSE (Cleanliness, Healthy, Saftery dan Environment Friendly) mulai mendongkrak pariwisata Bali melalui kunjungan wisatawan domestik atau wisatawan Nusantara (Wisnu) melalui gerakan We Love Bali.

1th#ik-11/10/2020

Untuk itu ia menegaskan posisi Kabupaten Badung menjadi penting untuk mendongkrak kepariwisataan Bali secara menyeluruh. Upaya ini dihatapkan dipacu saat Bali kembali menunjukkan peta zona hijau dalam penanganan pandemi Covid-19. Bahkan Bali harus bisa mencontoh Cina yang saat ini sudah membuka pariwisata domestiknya, kendati belum membuka untuk kunjungan wisatawan manca negara secara terbuka.

“Wisnu menjadi utama sekarang, Cina juga sudah membuka untuk Wisdom mereka sendiri Australia juga sama. Kita harus membangkitkan domestik dulu dan Kemenpar sudah memberikan diskon kan mulai bulan-bulan depan ini. Potensi Bali paling tidak 10 juta, lumayan itu dan menurut penelitian UNWTO pengeluaran domestik lebih besar selama ini,” ungkap Trisno saat menghadiri Simakrama Kepariwisataan Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru di Panggung Terbuka, Discovery Mall, Kuta, Badung, Jumat (23/10/2020).

1bl#bn-28/8/2020

Keyakinan pariwisata Bali mampu dibangun ia jelaskan melihat pertumbuhan ekonomi Cina sudah ada di kisaran 4,8 persen dan satu-satunya di dunia yang tumbuh positif di kuartal dua dan tiga. Terlebih farmasi di Cina telah menemukan obat serta vaksin untuk Covid-19, sekaligus menjadi jaminan untuk kembali membuka aktivitas berwisata. “Dari preyeksi di triwukan keempat maka kuartal pertama 2021 kita mulai bangkit lagi kendati masih kontraksi,” terang Trisno.

Sementara itu, Duta Besar RI Untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, yang turut hadir dalam simakrama secara Daring (zoom meeting) menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Kegiatan We Love Bali yang mengajak masyarakat untuk melakukan perjalanan domestik. Ia juga menyampaikan saat ini di Tiongkok hanya tersisa sekitar 400 kasus yang sebagain besar impoted case dari jumlah keseluruhan penduduk 1.46 miliar.

1bl-bn#5/1/2020

Upaya promosi pariwisata Indonesia juga telah digiatkan. “Kita sudah tanyangkan di media sosial di Tiongkok terkait pembukaan wisatawam domestik di Indonesia. Respon mereka bagus hanya saja penerbangan untuk mancanegara kami masih menunggu,” ungkap Djauhari. eja/ama/ksm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close