Astra Motor Bali Tancap Gas Elektrifikasi, Gembleng Guru SMK Lewat Upskilling & Reskilling Berstandar Industri

Denpasar, PancarPOS | Transformasi industri otomotif tak bisa ditunda. Menjawab percepatan teknologi sepeda motor yang kian progresif, Astra Motor Bali menggelar program Upskilling dan Reskilling Guru Kejuruan Berstandar Industri selama empat hari, 16–19 Februari 2026, di SMKN 3 Singaraja. Program ini menjadi langkah konkret menyelaraskan dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri otomotif masa depan, khususnya era elektrifikasi.
Kegiatan yang mengusung Pola Pusat Belajar ini diikuti perwakilan guru Teknik Sepeda Motor (TSM) dari 13 SMK di Bali yang memiliki program keahlian TSM. Fokus utama pelatihan adalah pembaruan pengetahuan (update technology) dan sinkronisasi kurikulum berbasis kebutuhan industri, terutama dalam menyambut transisi kendaraan ramah lingkungan dan lini sepeda motor listrik Honda.
Vocation & Technical Service Dept Manager Astra Motor Bali, Achmad Wahyudi Irmono, menegaskan bahwa perkembangan teknologi sepeda motor Honda berlangsung sangat cepat. Mulai dari era karburator, sistem injeksi PGM-FI, teknologi Hybrid, hingga kini memasuki fase elektrifikasi penuh.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan para guru SMK memiliki kompetensi yang selaras dengan standar industri terkini. Guru yang kompeten akan melahirkan lulusan yang siap kerja, adaptif, dan mampu menangani sepeda motor konvensional maupun lini Honda EV,” ujar Achmad.
Dalam sesi intensif tersebut, peserta mendapatkan materi komprehensif tentang evolusi teknologi PGM-FI, sistem kontrol elektronik, hingga pengenalan mendalam produk elektrik terbaru Honda seperti Honda EM1 e:, Honda CUV e:, dan Honda ICON e:. Penekanan tidak hanya diberikan pada aspek teori, tetapi juga praktik perawatan baterai, sistem kelistrikan tegangan tinggi, serta standar prosedur servis sepeda motor listrik yang menjadi kebutuhan masa depan.
Para guru juga dibekali pemahaman tentang keselamatan kerja (safety procedure) dalam menangani kendaraan listrik, termasuk protokol pemeriksaan baterai dan sistem manajemen energi. Hal ini penting agar transfer ilmu kepada siswa tidak hanya akurat secara teknis, tetapi juga memenuhi standar keselamatan industri.
Adapun sekolah yang terlibat dalam program ini antara lain SMKN 1 Denpasar, SMKS PGRI 2 Badung, SMKN 3 Singaraja, SMKN 1 Manggis, SMKN 1 Kuta Selatan, SMKN 1 Tegallalang, SMKN 1 Amlapura, SMKN 2 Negara, SMKN 1 Gerokgak, SMKN 3 Bangli, dan SMKN 1 Mengwi. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata penguatan ekosistem link and match antara dunia industri dan pendidikan vokasi di Bali.
Achmad menambahkan, penguatan SDM pengajar merupakan fondasi dalam mendukung roadmap industri otomotif nasional menuju elektrifikasi. Tanpa kesiapan tenaga pendidik, transformasi teknologi akan berjalan timpang.
“Kesiapan tenaga pengajar adalah kunci untuk mencetak generasi teknisi masa depan yang unggul dan berdaya saing tinggi. Kami ingin lulusan SMK di Bali tidak hanya siap bekerja di bengkel konvensional, tetapi juga mampu menjawab tantangan industri kendaraan listrik,” tegasnya.
Melalui sinergi berkelanjutan ini, Astra Motor Bali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi. Harapannya, lulusan SMK di Bali mampu tampil sebagai teknisi profesional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global dan menjadi tulang punggung industri otomotif berbasis elektrifikasi di masa mendatang. uni/ama









