M-U Didampingi Made Usmantari Gelontor Alsintan dan Jalan Usaha Tani Rp1,674 Miliar di Tabanan

Denpasar, PancarPOS | Senyum bahagia mengiasi wajah para petani dan krama subak di Tabanan. Pasalnya, mereka menerima program dan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), termasuk infrastruktur Jalan Usaha Tani (JUT) dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) tahun 2023 yang difasilitasi dan diperjuangkan langsung oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si. Seluruh bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, didampingi bakal calon Anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 3 dari PDI Perjuangan Dapil Tabanan, Ni Made Usmantari alias M-U, beserta jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan disaksikan para pekaseh, bersama kelompok tani dan subak penerima manfaat di UPTD Balai Penyuluh Pertanian di Desa Bongan, Tabanan, pada Sabtu (23/9/2023).

Rincian bantuan senilai total Rp1,674 miliar ini, berupa 10 unit traktor singkal Rp350 juta, 10 unit traktor rotari Rp450 juta, 6 unit cultivator Rp90 juta, 15 unit hand sprayer Rp4,5 juta, 2 unit motor roda tiga Rp80 juta, 4 paket JUT Rp400 juta dan 4 paket RJIT Rp300 juta. Salah satu penerima bantuan, I Wayan Subawa, selaku Ketua Tempek Subak Jangkahan, Desa Tunjuk, Tabanan, mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah memberikan sumbangan traktor dan akses jalan usaha tani kepada petani dan krama subak di Tabanan. Diharapkan melalui bantuan ini bisa lebih maksimal menggarap lahan pertanian, sehingga petani dan krama subak bisa semakin sukses ke depan. “Jadi sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Urip yang selalu membantu sektor pertanian di Tabanan,” ucapnya.
Mewakili Kadis Pertanian Tabanan, drh. Ni Nyoman Riawati sebagai Plt. Sekretaris Dinas Pertanian Tabanan menyampaikan bantuan aspirasi yang dinisiasi langsung oleh Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, sesuai dengan misi Kabupaten Tabanan Era Baru untuk mendukung pengembangan pertanian agar semakin maju, mandiri dan modern. Oleh karena itu, pihaknya sangat menghargai dan mengapresiasi bantuan yang terus menerus dari Made Urip untuk menggairahkan pertanian di Tabanan semakin baik, sekaligus untuk memajukan masyarakat tani di Tabanan ke depan. Karena itulah, ia berharap agar bantuan ini bisa digunakan dengan baik, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani dan krama subak di Tabanan. “Kami akan terus mengawasi dan melakukan monitoring, sehingga bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” tandasnya.

Di sisi lain, Made Urip menyadari tantangan sektor pertanian sangat komplek yang sudah mulai terjadi, seperti trend harga beras yang terus melambung tinggi. Padahal seharusnya yang diuntungkan adalah petani, namun ternyata biaya produksi juga semakin tinggi. Oleh karena itu, Made Urip mengajak petani dan krama subak bekerja keras untuk menghadapi tantangan ini, terutama saat musim kering, selain tantangan harga pupuk semakin tinggi, akibat bahan baku masih impor. Maka itu, M-U akan terus mendorong pemerintah agar mengganti pupuk kimia dengan organik. Namun harus dilakukan secara bertahap, karena belum semua petani bisa menerapkan pola pertanian organik.
“Kita juga di Bali pelan-pelan menggunakan pupuk organik untuk memperbaiki kesuburan dan hara tanah,” tandas M-U, seraya menyorti tingginya alih fungsi lahan kelas 1 dan produktif di luar sektor pertanian. Untuk itu ke depan harus terus diproteksi, karena tidak akan ada lagi lahan penggantinya. “Jadi sektor pertanian sekarang tantangannya masih banyak,” sebutnya. Karena itulah, melalui bantuan Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional ini, diharapkan bisa membantu mempercepat proses pengolahan tanah untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Diharapkan bantuan ini bisa digunakan dengan baik, karena ke depan akan terus dikawal berbagai akses program dan bantuan di sektor pertanian.

Apalagi hanya sektor pertanian yang sudah terbukti bisa bertahan selama dampak pandemi Covid-19, sehingga kini menjadi sektor unggulan, selain sektor pariwisata di Bali. “Sektor pertanian ini sangat dibutuhkan, karena telah menjadi dewa penyelamat selama pandemi Covid-19. Bayangkan pertumbuhan ekonomi Bali sampai minus 12 persen, sehingga semua orang kembali pulang bertani. Jadi pertahankan dan lestarikan warisan dan budaya pertanian lewat subak yang ada di Bali ini,” pungkas M-U. ama/ksm/yar









