Tabanan, PancarPOS | Penyelamatan lahan tidur dan hutan kritis juga menjadi misi penting kegiatan Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., selama agenda kerjanya di Bali. Karena itu, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Kegiatan Kebun Bibit Rakyat (KBR) di Secret Garden, Tabanan, Jumat (22/7/2022). Kunjungan kegiatan Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kali ini didampingi Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen PDASHL KLHK). Pada kesempatan itu, juga menggelontorkan bantuan 24 unit KBR senilai Rp2,4 miliar secara simbolis kepada kelompok tani, termasuk para peserta Bimtek, bersama Kepala Balai PDASHL Unda Anyar Denpasar, Dr.Ir. Titik Wurdiningsih, M.Si., beserta Kepala Bidang di Dinas LHK Provinsi Bali, Lanang Aryawan, Kadis LHK Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, serta perwakilan Bupati Tabanan dan Camat Baturiti.

Mewakli para peneriman bantuan KBR, Perbekel Desa Wanagiri Kauh, I Made Kerta Giri secara langsung mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah memberikan bantuan untuk para kelompok KBR yang sangat bermanfaat bagi masyarakat desa. “Setelah pembibitan akan dilakukan penanaman kayu Albesia dan Alpukat untuk lahan warga di Wanagiri Kauh seluas 25 hektar,” tandasnya. Di sisi lain, Kepala Balai PDASHL Unda Anyar Denpasar, Titik Wurdiningsih mewakili Ditjen PDASHL KLHK menyampaikan kegiatan di Bali mendapat 24 unit bantuan KBR pada tahun 2022 dan khusus untuk 9 kelompok KBR dari Tabanan dan Buleleng mendapat arahan dan bimbimgan langsung dari Made Urip. Dikatakan, sampai tahun ini berkat bantuan Made Urip sudah menyalurkan 831 unit KBR di seluruh Bali. Untuk itu, diharapkan program ini bisa terus berlanjut untuk meningkatkan pemulihan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Bali. Bahkan tahun ini telah dilakukan pertemuan di bulan Mei dan sudah 70 persen kegiatan KBR dilaksanakan di Bali.
Salah satunya melalui Bimtek untuk pemantapan dan sosialisasi pelaksanaan KBR, khususnya pengolahan kayu yang diperuntukan bagi pemberdayaan masyarakat yang menjadi bagian pemberdayaan hutan dan lahan. “Kami mohon petunjuk dan arahan Bapak Made Urip, agar kegiatan KBR bisa terus berlangsung dan berjalan dengan baik,” katanya. Mewakili Kadis LHK Provinsi Bali, Lanang Aryawan menyampaikan apapun permintaan baik program maupun bantuan dan aspirasi petani selama ini selalu direalisasikan oleh Made Urip. Bantuan seperti pada tahun 2019, berupa embung di Desa Angkah, Tabanan, juga diberikan kegiatan UPPO dengan peralatan sampai pembuatan pupuk organik telah menjadi model yang ditiru oleh provinsi lain. “Ini bukti perjuangan Pak Made Urip selama ini. Kalau ada permintaan dari petani pasti saya hubungi beliau,” bebernya.

Made Urip mengakui pelaksanaan Bimtek kali ini bekerja sama dengan KLHK untuk menambah wawasan dan memberikan pengetahuan maupun keterampilan teknis tentang pelaksanaan KBR untuk menyiapkan bibit pohon, baik kehutanan dan non kehutanan, termasuk melakukan gerakan menanam untuk memperbaiki lahan dan hutan kritis. Program KBR ini akan terus digalakan, agar tidak ada lahan yang dibiar tidur, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pengelolaan hutan. Disebutkan sesuai dengan Undang-Undang No.41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan sudah jelas mengatur dengan tegas minimal ada 30% lahan hijau atau hutan. Namun disadari pada kenyataaannya, seperti lahan hutan di Bali saja masih di bawah 20%, akibat terjadi ilegal logging dan penjarahan hutan, sehingga hutan kritis di Bali harus segera ditanam kembali. Seperti melalui Gerhan atau gerakan rehabilitasi hutan yang harus dilanjutkan kembali.
“Kita harus terus lakukan gerakan menanam, dan jangan hanya menebang saja. Gerakan ini bisa mengubah kultur masyarakat, dari biasanya hanya menebang menjadi menanam,” tegas M-U yang terpilih sebagai Anggota DPR RI 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ranking 7 nasional itu, seraya mengajak bagaimana caranya menaikan hamparan hijau, berupa hutan di Bali menjadi 30 persen, karena sangat penting keberadaan hutan terutama kebutuhan air di sektor pertanian. Jangan sampai mata air menjadi air mata, karena itu, masyarakat terutama di desa diminta terus melakukan gerakan menaman, salah satunya melalui KBR. Karena itulah Made Urip ke depan, juga akan terus mencarikan akses program, seperti bantuan KBR ini, sehingga ada manfaatnya untuk menjaga ekosistem dan ketersediaan air dengan baik.

“Saya berharap agar Bimtek ini diikuti dengan tekun dari awal hingga berakhir nanti. Mudah-mudahan bermanfaat terutama bagi masyarakat di Buleleng dan Tabanan. Karena sektor lainnya telah dihantam oleh dampak pandemi Covid-19, sehingga semuanya kembali bertani,” pungkas M-U. ama/ksm






