Kamis, April 30, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaNasionalIsu Penolakan FSRU LNG Sidakarya Tidak Benar, Tokoh Masyarakat Minta Hentikan Provokasi...

Isu Penolakan FSRU LNG Sidakarya Tidak Benar, Tokoh Masyarakat Minta Hentikan Provokasi Publik

Denpasar, PancarPOS | Tuduhan adanya penolakan terhadap proyek strategis nasional Floating Storage Regasification Unit (FSRU) LNG di Sidakarya ditegaskan sebagai kabar bohong. Sejumlah tokoh adat dan pemangku kepentingan secara terbuka membantah adanya sikap resmi yang menolak proyek ini. Mereka meminta publik tidak mudah terpancing narasi yang tidak berdasar dan cenderung menyesatkan.

Bendesa Adat Sidakarya, I Ketut Suka, menegaskan bahwa masyarakat adat selalu mengedepankan kepentingan bersama. “Kami mendukung apa yang terbaik bagi Bali. Kalau ada pihak yang sengaja menggiring opini untuk kepentingan pribadi, biar hukum karma yang berjalan,” ujarnya.

Ia mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak termakan informasi yang sengaja dihembuskan untuk membingungkan publik. “Jangan ada yang mengaku berbicara atas nama adat jika tujuannya hanya untuk memperkeruh suasana,” tegasnya.

Tokoh masyarakat Sanur, I Wayan Supriatna, menyayangkan munculnya pihak-pihak yang mengomentari proyek tanpa pemahaman yang cukup. “Jangan asal bicara jika tidak tahu teknis, data lingkungan, dan proses yang sudah dijalankan. Semua sudah dibahas antara pemkot, pemprov, dan desa adat. Tidak ada yang dilangkahi,” ujarnya.

Ia menegaskan, proyek FSRU justru solusi penting untuk menjawab ancaman krisis listrik di Bali. “Kalau pasokan listrik dari Jawa terganggu, Bali bisa gelap. Jangan menunggu terjadi baru menyesal,” ucapnya. Ia juga menyebut hasil pengerukan proyek ini telah memberikan manfaat nyata untuk desa adat sekitar, termasuk untuk penataan Pantai Muntig Siokan.

Ketua Bali Tourism Board, Ida Bagus Agung Partha Adnyana (Gus Agung), juga meminta masyarakat berhenti menyebarkan narasi lama yang sudah tidak relevan. “Tidak ada padang lamun aktif, tidak ada terumbu karang terdampak, dan hutan mangrove dilindungi lewat teknologi pengeboran bawah tanah. Semua sudah dijelaskan berulang kali. Kalau masih menolak, artinya tidak mengikuti perkembangan informasi,” ujarnya.

Ketua BUPDA Intaran, Anak Agung Ketut Gede Aryateja, juga membantah keras pemberitaan yang menyebut dirinya menolak proyek. “Saya tidak pernah menyatakan menolak. Pernyataan saya diplintir dan dimanfaatkan. Ini harus diluruskan,” tegasnya. Ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan dialog dan tidak memperkeruh suasana dengan narasi yang menyesatkan.

Dari berbagai klarifikasi tersebut, menjadi jelas bahwa isu penolakan terhadap proyek FSRU LNG di Sidakarya tidak memiliki dasar kuat. Justru banyak pihak mendukung proyek ini demi kemandirian energi Bali, dengan catatan pelaksanaannya tetap mematuhi prinsip kehati-hatian terhadap lingkungan dan budaya. tim/ama/ksm

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img