Pertama di Bali, Samsat Badung Resmikan Tebe Modern dengan Kopi Arak Gratis
Inovasi Pelayanan Ramah Lingkungan dan Dukung Pergub Sampah Plastik

Badung, PancarPOS | Untuk pertama kalinya di Bali, sebuah terobosan unik dan inspiratif hadir dari UPT Samsat Badung melalui peresmian fasilitas Free Coffee Station Tebe Modern Samsat Badung. Inovasi ini diresmikan secara simbolis oleh Kepala UPT Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., MH., yang akrab disapa Jero Gede Pacung, dengan prosesi pemotongan pita di halaman kantor Samsat Badung. Acara ini disaksikan oleh jajaran kepolisian, perwakilan Jasa Raharja, Bank BPD Bali Cabang Mangupura, koordinator pegawai Samsat Badung, serta perwakilan wajib pajak.
Ketut Sadar menjelaskan bahwa peresmian Tebe Modern ini merupakan bentuk nyata komitmen jajaran Samsat Badung sebagai bagian dari Bapenda Provinsi Bali dalam mendukung pelaksanaan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali, khususnya dalam mengimplementasikan Peraturan Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.
“Peresmian Free Coffee Station Tebe Modern ini menjadi simbol semangat baru dalam pelayanan publik yang ramah lingkungan. Ini adalah upaya kami untuk melaksanakan kebijakan gubernur secara konkret di lapangan, dengan semangat menyelesaikan sampah dari sumbernya. Kami ingin mewujudkan layanan publik yang tidak hanya efisien, tapi juga berwawasan lingkungan dan humanis,” ujar Jero Gede Pacung.

Konsep Tebe Modern (Tempat Edukasi Bersih dan Edukatif) dikembangkan sebagai tempat ngopi bersama yang menyediakan kopi gratis bagi para wajib pajak yang datang mengurus administrasi kendaraan. Kopi yang disediakan berasal dari UMKM kopi asli Bali yang berlokasi di Badung Utara, sehingga inisiatif ini sekaligus membantu promosi dan pemasaran produk lokal.
“Free coffee station ini bukan hanya soal kopi gratis. Ini adalah ruang kolaboratif, edukatif, dan ramah lingkungan. Para wajib pajak bisa menikmati kopi asli Bali, bahkan kopi campur arak tradisional, sambil menunggu pelayanan seperti cetak plat nomor. Kami juga menyediakan air putih, tisu, dan semuanya dikelola tanpa menghasilkan sampah plastik. Sampah organik langsung diolah menjadi pupuk organik, menjadikan Tebe Modern sebagai model pengelolaan sampah berbasis sumber yang nyata dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ketut Sadar menegaskan bahwa Samsat Badung menjadi yang pertama dan satu-satunya di Bali yang menginisiasi konsep seperti ini. Sebelumnya belum ada unit layanan publik yang menggabungkan konsep kenyamanan pelayanan, dukungan terhadap UMKM, serta pengelolaan sampah berbasis sumber dalam satu sistem terintegrasi.
“Ini belum pernah dilakukan sebelumnya di Bali. Tebe Modern Samsat Badung adalah yang pertama, dan kami harap ini bisa menjadi studi tiru, bahkan destinasi wisata edukasi lingkungan. Ini bukan sekadar tempat mengelola sampah, tetapi menciptakan ruang publik yang inspiratif, edukatif, dan bermanfaat langsung untuk masyarakat,” lanjutnya.

Ia juga menambahkan bahwa inovasi ini sejalan dengan arahan Gubernur Bali, Wayan Koster, yang telah melaunching Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya menjadikan Bali sebagai wilayah bebas sampah plastik dan kota hijau yang mendunia. Tebe Modern menjadi wujud konkret dari implementasi surat edaran tersebut di Kabupaten Badung, sekaligus memperkuat posisi Badung sebagai pelopor kebijakan lingkungan di Bali.
“Kalau siang panas, hujan turun, masyarakat tetap bisa nyaman ngopi di sini. Kami ingin wajib pajak tidak hanya merasa dilayani, tapi juga merasa dihargai dan diajak bersama menjaga lingkungan. Ini bagian dari tanggung jawab moral dan sosial kita sebagai aparat, sebagai masyarakat, dan sebagai agen penyelamatan lingkungan agar Bali menjadi kota hijau dan sorga dunia,” tegasnya.
Keberadaan Tebe Modern disambut antusias oleh para wajib pajak yang datang. I Gusti Ayu Mahayanti dan I Wayan Kariana, bersama I Nengah Giarta asal Seminyak, Kuta, mengungkapkan kekaguman mereka terhadap fasilitas ini. “Inovasinya sangat bagus, tempatnya nyaman, dan kami merasa betah menunggu karena bisa ngopi gratis,” ujar Mahayanti.
Sementara itu, Putu Anom Mudana, wajib pajak asal Mengwi, juga memberikan apresiasi tinggi. “Kopi gratis dicampur arak, tempatnya unik dan bersih, ini pelayanan publik yang luar biasa. Proses cepat, fasilitas lengkap, dan benar-benar ramah masyarakat,” ujarnya.

Selain menjadi tempat layanan dan edukasi, Tebe Modern juga mendorong kesadaran masyarakat untuk menyelesaikan persoalan sampah mulai dari rumah tangga. Dengan pendekatan langsung kepada masyarakat melalui contoh nyata, Samsat Badung berharap dapat menumbuhkan kebiasaan baru dalam mengelola sampah dan mendukung gaya hidup ramah lingkungan di Bali.
“Ini bukan sekadar soal pelayanan. Ini adalah misi bersama untuk menjaga Bali tetap bersih, hijau, dan lestari. Kuncinya adalah konsistensi pelaksanaan. Kita mulai dari kantor ini, lalu ke rumah, ke komunitas, dan ke seluruh Bali. Mari kita jadikan Tebe Modern sebagai gerakan bersama,” tutup Jero Gede Pacung.
Dengan peresmian ini, Samsat Badung tidak hanya menjadi role model pelayanan publik berbasis lingkungan, tapi juga membuka jalan bagi terobosan-terobosan serupa di daerah lain. Sebuah langkah maju dalam membangun Bali yang lebih hijau dan lebih manusiawi, dimulai dari secangkir kopi dan komitmen yang tulus. ama/ksm









