Minggu, April 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPariwisata dan HiburanKetua DPRD Badung Bersama Bupati Tutup FSB XIV Desa Adat Kuta 2026

Ketua DPRD Badung Bersama Bupati Tutup FSB XIV Desa Adat Kuta 2026

Badung, PancarPOS | Festival Seni Budaya (FSB) XIV Desa Adat Kuta Tahun 2026 resmi ditutup dengan penuh kemeriahan, menandai puncak perayaan budaya dalam rangka Hari Raya Nyepi Caka 1948, Jumat (21/03/2026). Penutupan ini menjadi simbol kuat sinergi antara adat, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga Bali tetap ajeg di tengah derasnya arus globalisasi.

Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama Ketua Komisi IV DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana turut hadir mendampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam acara penutupan yang digelar di kawasan Desa Adat Kuta. Kehadiran pimpinan daerah ini menegaskan komitmen kuat dalam mendukung pelestarian seni, adat, dan budaya Bali berbasis masyarakat.

Festival yang berlangsung selama dua hari, 20 hingga 21 Maret 2026 ini menghadirkan berbagai atraksi seni dan budaya yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda Desa Adat Kuta. Tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, festival ini juga menjadi momentum penguatan identitas lokal di jantung pariwisata Bali.

Dalam rangkaian penutupan, salah satu agenda penting yang dilaksanakan adalah pengukuhan Prajuru Sabha Yowana Desa Adat Kuta serta Ikatan Jegeg Bungan Desa Adat Kuta oleh Bendesa Adat Kuta Komang Alit Ardana. Prosesi ini menjadi tonggak regenerasi kepemimpinan adat sekaligus penguatan peran pemuda dalam menjaga keberlanjutan budaya.

Puncak acara semakin semarak dengan digelarnya Grand Final Jegeg Bungan Desa Adat Kuta Tahun 2026. Ajang ini menjadi wadah strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai budaya Bali.

Selain itu, pengumuman pemenang lomba Baleganjur Melasti turut menyedot perhatian publik. Dentuman baleganjur yang sarat energi spiritual dan estetika menjadi representasi kekuatan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Tidak kalah menarik, pengumuman ogoh-ogoh favorit pilihan wisatawan serta ogoh-ogoh terbaik versi dewan juri Bali disambut antusias, mencerminkan besarnya minat terhadap seni tradisi Bali, baik dari masyarakat lokal maupun wisatawan.

Di sisi lain, geliat ekonomi rakyat juga terasa kuat dalam festival ini. Puluhan pelaku UMKM lokal ambil bagian, memanfaatkan momentum keramaian untuk memasarkan produk unggulan mereka. Aktivitas ini tidak hanya memperkuat ekonomi masyarakat, tetapi juga menunjukkan bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan secara harmonis.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta merupakan contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat menjadi kekuatan utama dalam pembangunan daerah. Ia menilai, kegiatan seperti ini harus terus didorong dan dikembangkan agar mampu memberikan dampak yang lebih luas, baik dari sisi budaya maupun ekonomi.

Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi tinggi kepada Desa Adat Kuta atas konsistensinya dalam menyelenggarakan festival budaya yang berkualitas dan berkelanjutan. Menurutnya, pelestarian budaya harus menjadi fondasi utama dalam menjaga identitas Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.

Dengan berakhirnya Festival Seni Budaya XIV Desa Adat Kuta Tahun 2026, harapan besar disematkan agar kegiatan ini terus berlanjut dan berkembang menjadi ikon budaya tahunan yang mampu memperkuat jati diri Bali sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat. mas/ama/*

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments