Minggu, April 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaTeknologi dan OtomotifUsai Samakan Persepsi, 11 Desa Adat Langsung MoU Tri Hita Trans

Usai Samakan Persepsi, 11 Desa Adat Langsung MoU Tri Hita Trans

Badung, PancarPOS | Gerakan transportasi berbasis kearifan lokal Bali nampaknya semakin konkret. Setelah melalui proses panjang penyamaan persepsi yang melibatkan 11 desa adat dan komunitas driver secara resmi langsung menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam penguatan sistem aplikasi transportasi digital Tri Hita Trans. Momentum ini menjadi sinyal kuat bahwa konsolidasi yang selama ini dibangun tidak berhenti pada wacana, tetapi telah bergerak ke tahap implementasi nyata di lapangan.

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung usai forum konsolidasi dan penyamaan persepsi yang digelar di Kantor BUPDA Desa Adat Canggu pada Minggu, 19 April 2026. Forum ini mempertemukan bendesa adat, komunitas pelaku transportasi sebagai mitra driver, serta jajaran manajemen PT Sentrik Persada Nusantara sebagai penggagas utama sistem aplikasi berbasis desa adat tersebut.

Langkah cepat 11 desa adat untuk langsung masuk dalam kesepakatan kerja sama ini tidak bisa dilepaskan dari kesadaran kolektif bahwa momentum perubahan harus segera diambil. Di tengah tekanan platform global dan konflik transportasi yang terus berulang, desa adat mulai melihat bahwa mereka tidak bisa lagi hanya berdiri sebagai penonton.

Konsolidasi awal 11 bendesa adat bersama komunitas mitra driver di Kantor BUPDA Desa Adat Canggu, Minggu (19/4/2026), menjadi fondasi penyamaan persepsi dalam penguatan sistem Tri Hita Trans menjelang peluncuran resmi. (foto: ama)

Bendesa Adat Canggu, Drs. I Nyoman Siana, M.M., menegaskan bahwa lahirnya aplikasi berbasis desa adat seperti Tri Hita Trans merupakan ide besar yang telah lama dinantikan oleh masyarakat adat di Bali. Menurutnya, pendekatan berbasis desa adat bukan hanya relevan, tetapi juga menjadi model paling realistis untuk menjawab persoalan transportasi yang kompleks di Bali.

Ia menilai bahwa selama ini berbagai sistem transportasi modern cenderung mengabaikan struktur sosial lokal yang justru menjadi kekuatan utama Bali. Karena itu, ketika konsep aplikasi berbasis desa adat diperkenalkan, respons yang muncul adalah penerimaan yang cukup luas.

“Ini ide yang luar biasa. Aplikasi berbasis desa adat seperti ini memang yang paling cocok diterapkan di Bali. Karena kita punya sistem desa adat yang kuat dan sudah terbukti sejak lama. Kalau ini dijalankan dengan benar, saya yakin bisa diterima oleh seluruh desa adat di Bali,” tegasnya.

Siana juga menekankan bahwa sejarah panjang desa adat di Bali menunjukkan bahwa kekuatan kolektif selalu menjadi kunci keberhasilan. Dalam konteks inilah, Tri Hita Trans dipandang sebagai kelanjutan dari semangat tersebut dalam bentuk yang lebih modern.

Menurutnya, jika sistem ini mampu menjaga keseimbangan antara teknologi dan nilai adat, maka peluang untuk diterima secara luas akan sangat besar. Ia bahkan menyebut bahwa model ini berpotensi menjadi contoh nasional dalam pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

“Selama ini desa adat sudah terbukti mampu mengelola berbagai aspek kehidupan masyarakat. Sekarang tinggal bagaimana kita masuk ke sistem digital tanpa meninggalkan jati diri. Kalau ini berhasil, Bali akan punya sistem sendiri yang kuat,” ujarnya.

Road To Launch Tri Hita Trans di Badung, Kamis (26/2/2026), dengan komitmen kemitraan strategis berbasis desa adat bersama koperasi dengan peningkatan kualitas SDM pengemudi. (foto: ist)

Senada dengan itu, Bendesa Adat Pererenan, I Gusti Ngurah Suara, melihat momentum ini sebagai kesempatan penting untuk memperbaiki arah pembangunan ekonomi yang selama ini cenderung tidak berpihak kepada masyarakat lokal.

Ia menyoroti bahwa selama bertahun-tahun, banyak sektor ekonomi di Bali justru lebih banyak dinikmati oleh pihak luar. Sementara masyarakat lokal, yang seharusnya menjadi pemilik ruang ekonomi tersebut, hanya mendapatkan bagian yang sangat kecil. “Ini saatnya kita bangkit. Kita punya budaya, kita punya sistem, kita punya masyarakat yang kuat. Kenapa justru orang luar yang lebih banyak menikmati? Ini harus kita balik,” tegasnya.

Menurutnya, Tri Hita Trans bukan sekadar aplikasi transportasi, tetapi bagian dari upaya besar untuk membangun kembali kedaulatan ekonomi masyarakat Bali. Ia menilai bahwa kekuatan utama Bali ada pada budaya dan komunitasnya, dan itu harus menjadi fondasi dalam setiap pembangunan ekonomi.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga sistem ini agar tetap berjalan sesuai tujuan awal. Tanpa komitmen bersama, sistem sebaik apa pun tidak akan mampu bertahan. “Kita tidak boleh hanya ikut-ikutan. Kita harus benar-benar sadar bahwa ini untuk kita sendiri. Kalau kita tidak jaga, siapa lagi?” ujarnya.

Di sisi lain, dinamika internal juga menjadi perhatian serius. Ia mengingatkan bahwa tantangan tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam. Karena itu, edukasi dan pembinaan menjadi kunci agar seluruh pihak memahami peran dan tanggung jawab masing-masing.

Sementara itu, dari sisi manajemen, General Manager PT Sentrik Persada Nusantara, Pande Yuliasanjaya, mengungkapkan bahwa pasca penandatanganan MoU ini, langkah berikutnya adalah mempercepat konsolidasi teknis di lapangan.

Sopir lokal Bali gunakan Tri Hita Trans di area penjemputan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Kamis (26/2/2026). (foto: tra)

Ia menjelaskan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan melaksanakan rangkaian konsolidasi lanjutan pada 20 hingga 22 April 2026. Agenda ini difokuskan untuk memastikan kesiapan operasional di masing-masing desa adat yang telah bergabung. “Kita tidak bisa berhenti di MoU. Setelah ini kita langsung masuk ke tahap kerja. Dari tanggal 20 sampai 22 April kita lakukan konsolidasi lanjutan untuk memastikan semua siap,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mempercepat proses rekrutmen driver sebagai tulang punggung sistem transportasi ini. Sosialisasi dan penyebaran informasi akan dilakukan secara masif di masing-masing desa adat. “Kita akan mulai penyebaran brosur rekrutmen, membuka pendaftaran driver di masing-masing wilayah, dan memastikan kebutuhan driver terpenuhi sebelum launching,” jelasnya.

Tahapan rekrutmen ini dijadwalkan berlangsung pada 23 hingga 30 April, dengan target membangun basis driver yang kuat dan terorganisir. Tidak hanya jumlah, kualitas driver juga menjadi perhatian utama. Menurut Yuliasanjaya, keberhasilan Tri Hita Trans sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, setiap driver yang bergabung akan melalui proses pembinaan dan edukasi yang ketat.

“Kita ingin driver yang tidak hanya bisa mengemudi, tapi juga punya etika, punya pelayanan yang baik, dan memahami nilai Tri Hita itu sendiri,” tegasnya. Lebih jauh, ia juga mengungkapkan rencana besar menjelang peluncuran resmi yang bertepatan dengan hari  Tilem Desta, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Selain mengundang Gubernur Bali, Wayan Koster, pihaknya juga akan menghadirkan kembali 29 bendesa adat yang sebelumnya telah terlibat dalam konsolidasi di Jayasabha.

Momentum Soft Launching Tri Hita Trans menjadi penanda awal penguatan peran BUPDA dalam pengelolaan transportasi digital di Bali. (foto: tra)

Tidak hanya itu, pelaku industri pariwisata seperti hotel, restoran, dan pengelola destinasi wisata juga akan dilibatkan. Langkah ini dinilai penting untuk membangun ekosistem yang utuh. “Kita akan undang semua. Bendesa adat, pelaku wisata, hotel, semua harus terlibat. Karena ini bukan hanya soal transportasi, tapi ekosistem,” ujarnya. Langkah ini menunjukkan bahwa Tri Hita Trans tidak ingin berjalan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun sistem yang berkelanjutan.

Di tengah optimisme tersebut, tantangan tetap tidak bisa diabaikan. Industri transportasi digital dikenal sangat kompetitif. Namun, pendekatan berbasis komunitas yang diusung Tri Hita Trans diyakini menjadi kekuatan pembeda. Model berbasis desa adat memberikan legitimasi sosial yang tidak dimiliki oleh platform global. Di sisi lain, sistem pembagian hasil yang lebih adil menjadi daya tarik utama bagi para driver. ama/ksm

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img