Politik dan Sosial Budaya

Bantu Masyarakat, ARW Bersama Bank Indonesia Kembali Guyur 2.500 Paket Sembako


Denpasar, PancarPOS | Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali kembali melaksanakan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) Penanganan Covid-19. Program sosial untuk mengurangi penderitaan masyarakat di masa dampak pandemi Covid-19 kali ini, bersama Anggota DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE., MM., yang akrab dipanggil ARW untuk kembali mengguyur bantuan sebanyak 2.500 paket Sembako yang diserahkan secara simbolis bersama Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali Trisno Nugroho beserta Anggota DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, S.Sos., dan Ketua Yayasan Adista Raharja Widyanata Ari Widyasari di Jero Taman Sari Prenem Jl. Suradipa, Peguyangan, Denpasar Utara, Denpasar, Kamis (18/11/2021).

1bl#bn-10/11/2021

Untuk tahap pertama diserahkan 1.000 paket Sembako untuk membantu penanganan Covid-19 yang ikut difasilitasi dan diperjuangkan ARW selaku Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang disalurkan bersama Yayasan Adista Raharja Widyanata. Usai menyerahkan bantuan, Trisno Nugroho menegaskan kondisi masyarakat di masa pandemi Covid-19 yang berlangsung lama ini perlu kembali diberi semangat dan motivasi melalui Program Sosial Bank Indonesia penanggulangan Covid-19. Program Sosial Bank Indonesia merupakan perwujudan dari kepedulian Bank Indonesia terhadap situasi, kondisi dan kebutuhan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar Bank Indonesia. “Tak lupa pula kami ucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak I Gusti Agung Rai Wirajaya selaku Anggota Komisi XI DPR RI pada setiap kegiatan kami,” ujarnya, seraya mengatakan kegiatan ini untuk membantu meringankan masyarakat Bali, karena banyak ekonominya dominan bergantung dari sektor pariwisata terdampak pandemi Covid-19.

1bl#ik-7/11/2021

Trisno Nugroho juga berharap Bali agar tidak hanya tergantung pada sektor pariwisata yang rentan dengan faktor eksternal. Maka dari itu, pihaknya tengah fokus merancang pengembangan sektor sekunder (industri), memang diakui selama ini belum digaraf optimal. Biasanya Bali masih berkutat pada sektor primer (pertanian) dan tersier (jasa pariwisata). Dalam mewujudkan hal itu, dibutuhkan kerjasama semua pihak dan memerlukan invetasi yang ramah lingkungan, melibatkan pengusaha Bali sehingga masyarakat bisa sejahtera bersama. “Negara-negara kokoh di dunia, pasti menguatkan sektor ekonomi melalui industrinya, Bali sendiri banyak peluang perlu digarap dengan baik mulai pertanian, perikanan,” ungkapnya. Pemberlakuan PPKM Darurat dari 1 Juli 2021 sampai dengan 20 Juli 2021 dan berlanjut dengan PPKM Level 4 sampai dengan 13 September 2021 telah menahan kinerja sektor pariwisata dan sektor terkait lainnya.

1bl#ik-6/11/2021

Dari 17 lapangan usaha (LU) 11 diantaranya mengalami pertumbuhan negatif dengan pertumbuhan terendah terjadi pada LU Transportasi (-16,03%), LU Akmamin (-8,47%), dan LU Jasa Perusahaan (-7,53%). Selanjutnya kontraksi juga terjadi pada LU Pertanian (-0,18%), LU Perdagangan (-1,00%), dan LU Industri Pengolahan (-7,27%). LU Kontruksi secara tahunan juga tercatat tumbuh positif (0,84%). Hal itu berdampak pertumbuhan ekonomi Bali. Pada triluwan III 2021, pertumbuhan ekonomi Bali mengalami kontraksi -4,08 0”persen (qtq) dan -2,91 persen (yoy). Kinerja itu merupakan terendah dibanding provinsi lainnya. Pada triwulan IV 2021, ekonomi Bali diperkirakan akan tumbuh positif. Oleh karena, kebijakan pelonggaran mobilitas ditengah semakin terkendalinya kasus Covid-19.

1bl#ik-8/11/2021

Sejak 14 September 2021, pemerintah melonggarkan mobilitas dengan implementasi PPKM Level 3. Implementasi PPKM Level 3 ini diikuti oleh pelonggaran jam operasional dan kapasitas pelayanan restoran dan pusat perdagangan serta pelonggaran persyaratan penerbangan dan pelabuhan ke/dari Bali. Hal itu berpotensi mendorong kunjungan wisatawan domestik ke Bali. Selain itu, kebijakan pembukaan penerbangan langsung internasional ke Bandara I Gusti Ngurah Rai per 14 Oktober 2021 juga berpotensi mendorong kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Tidak hanya itu, perlu terobosan untuk mengembalikan kepercayaan wisman untuk berkunjung kembali melalui strategi digital marketing dan penguatan citra Bali sebagai destinasi sustainable tourism. Dengan demikian, Bali sebagi tuan rumah perhelatan KTT G20 merupakan momen yang tepat untuk membuktikan keamanan Bali.

1bl#ik-8/11/2021

Selain itu, pemerintah diharapkan dapat mendorong MICE tourism pada 2 tahun kedepan melalui optimalisasi INACEB, BALICEB dan kedutaan Indonesia di luar negeri. Strategi lainnya adalah melalui penyelenggaraan event-event unik yang menyasar komunitas tertentu, misalnya seperti Yoga From Bali, Adventure Tourism, Finding foresight from Bali, dan lainnya. Sementara itu, untuk jangka panjang, pihaknya merekomendasikan Bali untuk melakukan transformasi ekonomi Bali menuju sustainable growth, yakni dengan membangun interlinkage yang lebih kuat antara sektor pariwisata dengan sektor pertanian dan sektor lainnya. Potensi pariwisata kedepan masih cukup baik, namun perlu dilakukan diversifikasi perekonomian untuk menjamin sustainibilitasnya. Salah satu sektor yang berperan penting dan potensial bagi pertumbuhan ekonomi Bali adalah sektor pertanian. Last but not least, perlu untuk menginternalisasi transformasi digital di setiap sendi kehidupan mengingat hal ini dapat mendorong inovasi yang dapat menjadi new source of growth bagi perekonomian Bali.

1bl#ik-7/11/2021

Sementara itu, ARW mengakui bantuan paket Sembako ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membuktikan Bank Indonesia bersama jaringannya sudah membantu masyarakat di Bali untuk menghadapi dampak Covid-19. “Secara pribadi saya sangat berbahagia bisa ikut membantu Sembako yang permintaannya terus mengalir. Makanya saya minta izin ke pusat agar terus bisa dibagi ke seluruh Bali. Untuk itu kita ucapkan terimakasih atas perhatian BI, karena selain menjaga inflasi juga sebagai bank sentral sangat banyak membantu ekonomi masyarakat. Salah satunya dalam bentuk Sembako ini,” beber Anggota DPR RI terpilih empat periode tersebut, seraya mengakui selama ini BI bisa terus menjaga stabilitas ekonomi di masa pandemi. Salah satunya bantuan paket Sembako yang didistrubusikan terutama untuk masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 yang terus dijembatani oleh ARW. “Semoga dengan bantuan Sembako ini bisa mengurangi beban kebutuhan pangan di masyarakat,” ujar ARW, sekaligus berharap agar Bali segera bangkit dan tidak ada lagi karantina, sehingga tidak memberatkan wisatawan mancanegara, karena Bali masih ketergantungan di sektor pariwisata.

1bl#ik-6/11/2021

Apalagi banyak menyambut pertemuan tingkat dunia, seperti G20 yang tahapannya sudah berjalan di Bali, sehingga protokol kesehatan harus terus dijaga, agar ke depan diharapkan Covid-19 menjadi endemi dan kehidupan bisa seperti normal sebelumnya. “Kita sangat berteimaksih kepada BI sudah dibantu menyalurkan PSBI untuk membagikan Sembako kepada masyerakat, meskipun kecil namun sangat bermanfaat. Sebelum hari raya Galungan bantuan serupa juga sempat dibagikan untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat,” katanya, sembari menegaskan kegiatan Bank Indonesia ini agar tidak berhenti di PSBI saja, tapi diharapkan terus menggenjot pengembangan digitalisasi perbankan, terutama QRIS. “Ke depan mau tidak mau, keharusan tidak bawa dompet dan ke depan hanya ada uang digital. Karena uang kertas secara beransur-ansur akan digantikan dengan transaksi digital. Bank Indonesia harus terus berinovasi untuk menggunakan transaksi digital ini,” tutup AWR. ama/aya/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button