Kamis, April 23, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaBombardir Bantuan Rp1,365 Miliar, Made Urip Wujudkan Lahan Pangan Berkelanjutan di Tabanan

Bombardir Bantuan Rp1,365 Miliar, Made Urip Wujudkan Lahan Pangan Berkelanjutan di Tabanan

Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali turun langsung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama Direktorat Jenderal Prasana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Ditjen PSP Kementan). Bimtek kali ini mengangkat tema “Pertanian Ramah Lingkungan” yang dibuka oleh Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, berlangsung di The Blooms Garden, Candikuning, Baturiti, Tabanan, Minggu (17/7/2022). Seperti biasanya, kehadiran Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini, didamping Kasubdit Perluasan dan Perlindungan Lahan, Gloria Merry Karolina Br. Ginting yang hadir mewakili Ditjen PSP Kementan.

1th#ik-14/7/2022

Pada kesempatan itu, juga hadir Kadis Pertanian Tabanan, I Made Subagia., S.Pi., MM., bersama Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan, I Gede Oka Winaya dengan narasumber praktisi pertanian organik, Ketut Punia. Bimtek diikuti 100 peserta dari para kelompok tani penerima pemanfaatan di Tabanan tahun 2022. Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional itu, juga “membombardir” Bantuan Aspirasi Pertanian di Kabupaten Tabanan tahun 2022 senilai total Rp1,365 miliar. Semua bantuan diserahkan secara simbolis, berupa 3 unit UPPO Rp600 juta, RJIT Rp225 juta, JUT Rp300 juta, 6 unit traktor Rp210 juta, 2 unit cultivator Rp30 juta dan 24 unit hand sprayer Rp19,2 juta. Ketua Kelompok Ternak Mulia Nandini, I Gusti Made Sulaksana mengucapkan terima kasih atas bantuan Made Urip selama ini, karena petani dan kelompok ternak di Tabanan bisa berjalan dan terus mendapat berbagai bantuan. “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Made Urip,” tandasnya.

Sambutan Kadis Pertanian Tabanan diwakili Sekdis Pertanian Tabanan, I Made Suweta, MM., mengakui Kabupaten Tabanan memiliki daerah yang subur sebagai lahan untuk berbagai tanaman komoditas baik pertanian maupun perkebunan sebagai sektor unggulan. Potensi tersebut bisa memacu sentra pengembangan sektor pertanian di Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali, terutama produksi beras yang surplus setiap tahunnya. Karena itu pihaknya sangat berterima kasih kepada Made Urip yang tidak ada henti-hentinya membantu para petani di Tabanan yang telah memberikan berbagai bantuan, termasuk Bimtek yang digelar bersama Ditjen PSP Kementan. “Berkat berbagai bantuan dari Bapak Made Urip ini, juga telah memajukan masyarakat di Tabanan selama ini,” bebernya. Melihat antusias kelompok tani dan ternak di Tabanan, Gloria mewakili Ditjen PSP Kementan merasa sangat bersyukur bisa kembali bertatap muka untuk menggelar Bimtek bersama Made Urip terkait pertanian ramah lingkungan.

1bl#ik-1/6/2022

Artinya pengembangan sektor pertanian di Tabanan tidak saja ke budidaya, namun juga fokus terhadap ramah lingkungan. Bahkan, tidak hanya melalui Bimtek tahun ini, namun sebelumnya juga sangat bersemangat menggerakan pertanian berkelanjutan. Selain bantuan fisik, juga ada kegiatan pemetaan lahan sawah untuk menopang ketahanan pangan di Provinsi Bali. “Kami berharap bisa selesai tepat waktu di Tabanan, termasuk lahannya didata oleh dinas dan penyuluh di Tabanan. Besar harapan kami, selain ramah lingkungan, juga bisa mewujudkan lahan pangan berkelanjutan di Tabanan,” tutupnya. Di sisi lain, Made Urip menegaskan Bimtek kali ini bekerja sama dengan Ditjen PSP Kementan untuk menambah wawasan dan keterampilan teknis di sektor pertanian. Karena itu, M-U sangat menyadari kemajuan sektor pertanian, juga tergantung sumber daya manusianya, apalagi hanya sektor inilah yang bisa tumbuh selama pandemi Covid-19.

Di samping itu, hampir selama dua setengah tahun dampak pandemi Covid-19 telah menghantam sektor ekonomi di Bali, sehingga menjadi pelajaran berharga agar tidak hanya bergantung di sektor pariwisata. Maka itu, sektor pertanian terbukti telah berkontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi, seperti di Bali yang sudah menjadi kultur dan budaya melalui tradisi Subak Abian maupun Subak Basah. Namun sekarang, apakah bisa memproteksi lahan produktif pertanian agar tidak tergerus untuk sektor lainnya? Menjawab hal itu, politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan ini, menjawab lahan produktif ini harus dilindungi bersama untuk mempertahankan Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali. “Karena ini adalah tanah kelas 1 yang sulit dicari. Jadi ini tugas kita bersama, agar sektor pertanian bisa terus bertahan,” papar M-U.

1bl#ik-21/7/2021

Selain pandemi Covid-19 sekarang ini, Bali juga digempur oleh dampak virus penyakit mulut dan kuku atau PMK yang bisa berpengaruh terhadap sektor pariwisata. Hal ini akan menjadi tantangan bersama, sehingga menghimbau para kelompok ternak agar memelihara sapi dan kandangnya dengan baik, sehingga tidak kena virus PMK. Untuk itulah, diharapkan melalui Bimtek ini agar diikuti dari awal sampai akhir dengan baik, terutama bagaimana menggunakan pupuk organik. Apalagi di masa mendatang tidak bisa terus menerus merusak lahan dengan pupuk kimia. Maka itu, lahan pertanian harus diperbaiki dengan pupuk organik. Selain itu, pemerintah tidak akan bisa terus menerus-menurus mensubsidi penggunaan pupuk kimia. “Makanya kita akan terus perjuangkan, agar pupuk ini bisa dinikmati para petani sebagai kaum wong cilik. Karena bukan kaum wong licik yang kita bela,” pungkas M-U. ama/ksm

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img