Nasional

Kasus Terkonfirmasi di Bali Tembus 1.019 Orang Positif Covid-19 


Denpasar, PancarPOS | Update Penanggulangan Covid-19, Sabtu, 17 Juli 2021 tercatat kasus Terkonfirmasi di Bali Tembus 1.019 Orang Positif Covid-19. Pertambahan kasusnya terkonfirmasi sebanyak 1.019 orang (854 orang melalui Transmisi Lokal, 164 PPDN dan 1 PPLN). Sementara pasien sembuh sebanyak 529 orang dan 23 pasien meninggal dunia. Jumlah kasus secara kumulatif terkonfirmasi 60.235 orang, sembuh 51.834 orang (86,05%), dan meninggal dunia 1.749 orang (2,90%). Jadi kasus Aktif per hari ini menjadi 6.652 orang (11,04%).

1bl-bn#5/1/2020

Ketua Harian Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra menegaskan untuk mempercepat penanganan pandemi, Pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia. “Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 2.894.721 orang dan vaksin 2 sebanyak 776.987 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 3.851.290 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 376.060 dosis,” beber Sekda Provinsi Bali itu.

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 09 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) DARURAT Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali, berlaku pada hari Sabtu (Saniscara Kliwon, Uye), tanggal 3 Juli 2021 sampai dengan Selasa (Anggara Paing, Bala) 20 Juli 2021. Dengan berlakunya Edaran ini, Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 08 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Ik#1bl-7/7/2021

Hal lain yang diatur antara lain, sebagai berikut: a. pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, dan Tempat Pendidikan/Pelatihan) dilakukan secara daring/online; b. pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100% (seratus persen) Work From Home (WFH); c. pelaksanaan kegiatan pada sektor I. Esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, industri orientasi ekspor diberlakukan 50% (lima puluh persen) maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat;

II. Esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 25% (dua puluh lima persen) maksimal staf WFO dengan protokol kesehatan secara ketat; III. Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 Wita dengan kapasitas pengunjung 50% (lima puluh persen); dan IV. Untuk apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam serta Kegiatan pada pusat perbelanjaan mall, pusat perdagangan ditutup sementara.

1bl#bn-13/7/2021

V. Pelaksanaan kegiatan makan dan minum di tempat umum, baik di warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, dan lapak jalanan, dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 20.00 Wita. VI. Resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM Darurat “Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M, yakni  Memakai Masker Standar dengan benar, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Mengurangi Bepergian, Meningkatkan Imun, dan Mentaati Aturan serta dihimbau untuk tidak berkerumun, dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku,” tutupnya. mas/ama

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close