Daerah

Rawan Banjir dan Longsor, PLN UID Bali Siaga Hadapi Kemungkinan Bencana


Denpasar, PancarPOS | Mengantisipasi cuaca ekstrim yang terjadi di wilayah Bali dan sekitarnya, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali telah menyiapkan strategi untuk menghadapi kemungkinan adanya bencana alam. Saat dikonfirmasi, Adi Priyanto, General Manager PLN UID Bali, menjelaskan pihaknya telah melakukan mitigasi apabila terjadi bencana alam khususnya di daerah yang rawan longsong dan banjir, atau pohon tumbang serta rawan petir. Tujuannya adalah untuk mengetahui upaya – upaya yang akan dilakukan dalam rangka pencegahan serta pemulihan jika jaringan PLN terdampak cuaca ekstrim hingga bencana alam.

1th#ik-11/10/2020

“Saat ini kami secara intens melakukan pemantauan kondisi sub – system Bali dan Tiga Nusa serta pemantauan kondisi cuaca harian dari BMKG, ini dilakukan untuk melatih kesiapan personil mengantisipasi adanya cuaca ekstrim, sehingga seluruh personil siap siaga,” ujar General Manager PLN UID Bali Adi Priyanto di Denpasar, Minggu (17/1/2021). Adi menambahkan PLN telah memetakan seluruh personil dan material serta menyiapkan posko – posko siaga sebanyak 51 lokasi, dan 7 unit Uninteruptible Power Supplay (UPS), 26 Unit Unit Gardu Bergerak (UGB) serta 16 unit genset sebagai cadangan suplai pasokan listrik.

Suplai listrik saat ini ditopang dengan kapasitas daya mampu pembangkit sebesar 1.243,30 MW, sementara beban puncak sebesar 980,89 MW, sehingga sub system Bali memiliki cadangan daya atau reserved margin sebesar 262,41 MW atau 21 persen. “Untuk pasokan listrik saat ini dalam kondisi aman, yang perlu mendapat perhatian khusus adalah jaringan, sehingga tim perabasan pohon juga telah kami kerahkan untuk merabas dahan-dahan pohon yang mendekat ke jaringan kami,” ungkapnya. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan perabasan pohon sendiri.

1th-ks#1/7/2020

Selain itu Adi juga menginformasikan kepada masyarakat apabila terjadi kondisi darurat seperti banjir besar, pemadaman di rumah – rumah warga yang terendam banjir tidak terhindarkan. Hal yang harus dilakukan masyarakat saat banjir untuk menghindari bahaya tersengat aliran listrik, yakni matikan Meter Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter, dan cabut seluruh peralatan listrik yang masih tertancap pada stop kontak dan tempatkan alat – alat elektronik di tempat yang lebih tinggi. Terakhir, Adi menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan listrik seperti gangguan ataupun jika melihat pohon yang mulai mendekat ke jaringan. tim/ama

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close