Nasional

Calon Lokasi Bandara Tanpa Kajian, Ketua Komisi IV DPR RI Tidak Setuju Taman Nasional Dijadikan Bandara


Buleleng, PancarPOS | DPR RI mengirim Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI yang membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perikanan serta Perum Bulog ke Bali untuk meninjau langsung calon lokasi bandara di Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Selasa (16/2/2021) siang, sebagai rencana pembangunan bandara baru di Bali utara. Sayangnya, sebelum tiba di lokasi tersebut, rombongan mendadak membatalkan kunjungan dengan alasan belum ada kajian apa-apa terkait rencana bandara di lokasi tersebut. “Taman Nasional Bali Barat tidak bisa diubah,” kata Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sudin, SE., sebagai pimpinan rombongan kepada wartawan, seraya melanjutkan Taman Nasional Bali Barat jika ditetapkan sebagai calon lokasi bandara itu, selain harus menghadapi masalah kepunahan, tingkat kebisingannya pun juga sangat tinggi sekali. “Yang namanya burung langka, binatang langka sangat sensitif sekali. Jangankan dengar suara pesawat yang kencang, denger suara mobil saja pasti lari, pasti stress dan bisa mati,” sentilnya.

3bl#ik-10/2/2021

Karena itu, pihaknya meminta agar segera dibuatkan kajian sedetail mungkin dan dilaporkan ke Komisi IV DPR RI, baru kemudian akan meninjau lagi. Itu pun jika tidak mengacam kepunahan satua langka di Taman Nasional Bali Barat. “Karena menurut pak Dirjen dari awal bandara ini tidak ada di sini, kok bisa tiba-tiba pindah kesini? Otomatis yang kita pikirkan jaman dulu kala ada burung Curik Bali, ada bintang langka lainnnya. Tapi itu cuma katanya. Dimana lihatnya? Ya ga ada barangnya. Nah ini harus bener-bener kita jaga dan lindungi,” tegasnya, sekaligus mengingatkan pemerintah harus mengkaji ulang, supaya tanah di lokasi bandara tidak sampai habis dibeli investor. “Masak rakyat Bali menjadi penonton. Ini yang terjadi. Karena di Bukit Ungasan hampir semua milik investor. Orang disini paling bekerja,” paparnya. “Solusinya saya mau lihat dulu kajiannya. Kalau saya pribadi tidak setuju kalau Taman Nasional ini akan dijadikan bandara. Setelah ada kajian, akan dibahas dan ditinjau baru memutuskan sesuatu,” imbuhnya.

2bl#ik-10/2/2021

Pada kesempatan itu, Anthonius Sanjaya Kiabeni selalu Ketua LSM Gema Nusantara (Genus) Provinsi Bali menyambut baik keputusan rombongan Komisi IV DPR RI membatalkan kunjungan ke calon lokasi bandara. “Akhirnya Rombongan Komisi IV DPR RI yang terdiri dari Fraksi PDI Perjuangan, Gerindra, dan Golkar batal meninjau calon lokasi bandara di Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, karena belum ada kajian dan mendengar laporan Luguh, Kepala Desa Sumberklampok tentang kawasan konservasi, Curik Bali dan Hutan Lindung Taman Nasional Bali Barat yang terancam punah,” katanya kepada PancarPOS sekaligus mengingatkan kembali akan pasang badan penuh menolak, jika pemerintah tetap menetapkan lokasi bandara yang akan mengancam kawasan Taman Nasional Bali Barat. “Kasihan apa kata anak cucu kita nanti. Kami butuh sertifikat tanah dari Aula Taman Nasional Bali Barat, Gilimanuk. Kami LSM Gema Nusantara, yang jga Relawan Setia Jokowi Tuhan Memberkati,” tutupnya. tim/ama/ksm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close