Pariwisata dan Hiburan

Gubernur Koster Jadikan Singgasana Seni Bung Karno Titik Uji Sinergi Budaya dan Ekonomi Kerakyatan

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menjadikan pagelaran Singgasana Seni Bung Karno di Bali Beach Convention Center, Sanur, Sabtu (28/2/2026), sebagai momentum strategis untuk menguji sinergi nyata antara kebudayaan dan ekonomi kerakyatan. Bagi Koster, panggung seni tidak boleh berhenti pada estetika, tetapi harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Didampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, serta jajaran kepala perangkat daerah Provinsi Bali, Koster hadir menyaksikan langsung rangkaian acara yang memadukan fashion show, pertunjukan musik, pameran IKM produk lokal, hingga bazar kuliner UMKM.

Menurutnya, Singgasana Seni Bung Karno bukan sekadar perayaan seni dan budaya. Event ini adalah model kolaborasi yang menyatukan desainer, perajin, pelaku kuliner, seniman, dan pemerintah dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Ia menegaskan bahwa kebudayaan adalah fondasi pembangunan Bali, sementara ekonomi kerakyatan adalah tujuannya.

Sebanyak 22 pelaku kuliner serta 77 UMKM binaan Ketua Dekranasda Bali Ibu Putri Suastini Koster ambil bagian dalam ajang ini. Produk-produk lokal yang ditampilkan tidak hanya menjadi pajangan, tetapi langsung berinteraksi dengan pasar. Mahagaya Pagelaran Persona sebagai penggagas menargetkan perputaran ekonomi mencapai Rp 2,5 miliar dalam satu gelaran.

Koster menyampaikan bahwa penyelenggaraan perdana di Bali akan menjadi bahan evaluasi sebelum konsep serupa digelar di kota besar lain seperti Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Bali diposisikan sebagai laboratorium awal, tempat model pengembangan ekonomi berbasis budaya diuji secara konkret.

Dalam perspektif Koster, konsep Singgasana Seni Bung Karno menitikberatkan pada pengenalan sisi seni Presiden pertama RI, Bung Karno, khususnya dalam bidang melukis dan menciptakan puisi. Melalui pendekatan ini, masyarakat diajak melihat bahwa seni adalah bagian tak terpisahkan dari karakter bangsa.

Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri turut hadir didampingi putranya, Prananda. Kehadiran beliau memperkuat dimensi historis acara, sekaligus menjadi simbol bahwa warisan nilai Bung Karno dapat diterjemahkan dalam konteks kekinian.

Pagelaran ini juga menghadirkan artis tingkat pusat dan lokal seperti Once, Krisdayanti, dan Gus Teja. Bagi Koster, kolaborasi lintas generasi dan lintas genre tersebut menunjukkan bahwa panggung kebudayaan mampu menjadi instrumen konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.

Ia berharap sinergitas budaya dan ekonomi kerakyatan yang ditampilkan dalam Singgasana Seni Bung Karno tidak berhenti pada satu perhelatan. Model ini diharapkan terus berkembang dan menjadi bagian dari strategi pembangunan Bali yang berakar pada budaya, namun berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. mas/ama/*

Back to top button