Jumat, Mei 1, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaDaerahGubernur Koster Pastikan Bali Bangkit Pasca Banjir Besar, Santunan Rp45 Juta untuk...

Gubernur Koster Pastikan Bali Bangkit Pasca Banjir Besar, Santunan Rp45 Juta untuk Korban Jiwa

Denpasar, PancarPOS | Bali dilanda banjir besar pada 10 September 2025 setelah hujan sangat lebat mengguyur selama lebih dari 24 jam tanpa henti sejak 9–10 September 2025. Ketua Kelompok Kerja Operasional Meteorologi BMKG Wilayah III bersama Kepala BNPB menjelaskan, hujan deras tersebut dipicu oleh aktifnya Gelombang Equatorial Rossby di wilayah Bali dan sekitarnya. Fenomena ini memicu pertumbuhan awan konvektif yang sangat intens sehingga menghasilkan hujan lebat luar biasa. Kondisi ini membuat banjir besar terjadi pertama kalinya di Bali.

Banjir terparah terjadi di Kota Denpasar akibat meluapnya Tukad Badung. Pasar Badung, Pasar Kumbasari, serta kawasan perdagangan Jalan Sulawesi tergenang air. Selain Denpasar, banjir juga melanda Kabupaten Badung, Jembrana, Gianyar, Karangasem, dan Klungkung.

Data sementara mencatat sebanyak 17 orang meninggal dunia akibat banjir ini. Rinciannya, 11 orang di Kota Denpasar, 3 orang di Kabupaten Gianyar, dan 3 orang di Jembrana. Selain itu, 23 orang mengalami luka-luka, sementara 35.699 orang terdampak di enam kabupaten/kota. Para korban segera ditangani pemerintah bersama BASARNAS dan Tim Gabungan/Relawan.

Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan, Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan koordinasi cepat. “Saya sudah memimpin rapat dengan Forkopimda Bali untuk memastikan percepatan penanganan bencana, baik penyelamatan korban jiwa maupun pemulihan ekonomi masyarakat. Ini juga agar ada dasar hukum penggunaan anggaran APBD dalam memberikan bantuan sosial bagi warga terdampak,” tegasnya.

Banjir juga mengakibatkan kerusakan besar. Peralatan dan barang dagangan para pedagang di Pasar Badung, Pasar Kumbasari, dan ruko di Jalan Sulawesi hanyut terbawa arus. Fasilitas umum di Kota Denpasar, Badung, Jembrana, Gianyar, Karangasem, dan Klungkung juga terdampak.

Sesuai peraturan, santunan telah disiapkan bagi korban meninggal dunia. Sejumlah 17 orang korban jiwa akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kabupaten/Kota sebesar Rp15 juta per orang, sehingga total santunan yang diterima keluarga korban mencapai Rp45 juta.

Kerugian material bagi pedagang dan warga yang terdampak sedang dihitung untuk diajukan sebagai ganti rugi sesuai ketentuan. Realisasi bantuan akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan Pemerintah Pusat untuk pemulihan rumah, ruko, fasilitas umum, dan sarana ekonomi lainnya.

Kota Denpasar menjadi daerah dengan dampak terparah. Meski demikian, aktivitas ekonomi secara umum tetap berjalan. Pemerintah bersama aparat telah bekerja keras mendukung pemulihan, sehingga beberapa hari setelah kejadian Pasar Badung dan Pasar Kumbasari mulai bisa beroperasi kembali.

Banjir besar ini juga menarik perhatian nasional. Presiden RI, Wakil Presiden RI, Menteri Sosial, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Pariwisata, Menteri HAM, Menteri PUPR, hingga Kepala BNPB turun langsung meninjau lokasi. Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi mendalam atas simpati dan perhatian dari Presiden, Wapres, serta sejumlah pejabat negara.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Bali, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden RI, Wakil Presiden RI, Bapak Gibran Rakabuming Raka, Kepala BNPB, Menteri Sosial, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Pariwisata, Menteri HAM, dan Kementerian PU RI yang telah hadir langsung di Bali. Kehadiran ini sangat berarti bagi pemulihan mental warga terdampak,” kata Koster.

Ia juga menegaskan, situasi Bali saat ini dalam kondisi aman dan kondusif. Jalur penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berjalan normal tanpa gangguan. “Pariwisata Bali tetap berjalan normal. Tidak ada pembatalan signifikan wisatawan asing ke Bali. Data menunjukkan, sepanjang 1–11 September 2025 jumlah kunjungan wisatawan asing mencapai 247.999 orang atau rata-rata 22.545 orang per hari,” tambahnya.

Dengan dukungan semua pihak, Koster optimistis pemulihan Bali akan berjalan cepat, baik bagi korban maupun sektor ekonomi yang terdampak. mas/ama

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img