Badung, PancarPOS | Usai sowan di Kecamatan Penebel, Tabanan, Selasa (12/9/2023), Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., melanjutkan kembali menggelar agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) di Bale Subak Sengempel, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, pada Rabu, 13 September 2023. Kegiatan Bimtek Tanaman Pangan Terstandar putaran kedua ini, dibuka Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut, bersama Kepala Balai Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Provinsi Bali, Dr.drh. I Made Rai Yasa, MP. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, tetap konsisten bekerja sama dengan BSIP Bali untuk menggelar Bimtek Tanaman Pangan Terstandar selama 4 putaran di seluruh Bali.

Pada kesempatan itu, hadir Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Ir. I Wayan Wijana, bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali diwakilkan Pokja Serealia, I Gede Vibhuti Kumarananda, SP., Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar diwakili Subkoordinator Tumbuhan, Putu Shinta Devi, SP., MP., perwakilan Camat Abiansemal, Kasie Kesra Desa Bongkasa, I Made Terti Astika, Bendesa Adat Bongkasa, serta Babinsa dan Babinkamtibnas Bongkasa. Politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan ini, juga menyerahkan secara simbolis bantuan baka dekomposer atau bahan pembuat pupuk organik yang diterima Pekaseh Subak Sengempel, I Ketut Purnayasa yang mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah memberikan pengetahuan tanaman pangan terstandar melalui kegiatan Bimtek untuk meningkatkan produksi pertanian. Agenda Bimtek ke depan diharapkan bisa terus berlanjut, agar generasi muda tertarik menjadi petani.
“Kami harap Bimtek dari pak Urip ini bisa terus berlanjut, agar anak muda makin banyak yang mau menjadi petani,” tandasnya. Sementara itu, Kepala BSIP Provinsi Bali, Made Rai Yasa menyampaikan agenda Bimtek menghadirkan Made Urip untuk bertatap muka dengan para petani dan krama Subak Sengempel yang kiprahnya sudah sangat luar biasa, karena tidak pernah lupa dengan sektor pertanian. Dikatakan mantan Kepala BPTP Provinsi Bali ini, meskipun terkendala dengan keterbatasan anggaran, namun berkat perjuangan Made Urip yang menginisiasi agenda Bimtek untuk menambah wawasan dan pengetahuan petani dan krama subak baik dari hulu ke hilir. Menurutnya sektor pertanian ke depan harus terus diperkuat agar generasi milenial bisa tertarik terjun ke dunia pertanian. Salah satunya, dengan mengembalikan kesuburan dan unsur hara tanah melalui pola pertanian organik, sehingga hasil produktifitasnya bisa terus meningkat. “Jadi seperti kata Pak Made Urip jangan sampai dijual,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana mengakui berkat perjuangan Made Urip bisa terus membantu memperkuat sektor pertanian di Badung dari hulu ke hilir. Namun tantangannya juga sangat luar biasa, akibat tingginya alih fungsi lahan pertanian sekitar 273 hektar menghilang. Selain itu, sesuai data kesuburan tanah semakin menurun, di samping luas lahan sawah semakin menyempit. Oleh karena itu, Bimtek yang digelar Made Urip ini sangat penting bersama BSIP Bali menyusun rencana penguatan sektor pertanian di Badung ke depan. Apalagi diarahkan untuk menyasar generasi muda milenial agar mau menggeluti sektor pertanian yang sudah terbukti lebih berhasil dengan produksi pangan terstandar. “Bimtek ini sangat penting sehingga harus diikuti dengan baik untuk pertanian terstandar ke depan di Badung,” paparnya.
Di sisi lain, Made Urip menegaskan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian melalui BSIP Bali untuk mengadakan kegiatan Bimtek Tanaman Pangan Terstansar selama empat putaran di Bali. Tujuan agenda Bimtek juga untuk menyelamatkan lahan pertanian dari alih fungsi lahan yang sudah berjalan sangat luar biasa di Badung. Selain itu, juga untuk memberikan kepastian bagi petani dan krama subak, terutama masalah harga pasar agar tetap menarik dan menjanjikan. Apalagi sektor pertanian ini menjadi masa depan bangsa, karena tanpa pangan akan mengganggu stabilitas negara. Maka itulah, stabilitas pangan sangat penting, sehingga perlu terus menggali potensi sektor pertanian dengan baik. Salah satunya dikatakan Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional itu, melalui kegiatan Bimtek guna meningkatkan kapasitas SDM pertanian yang menjadi salah satu leading sektor, termasuk di Bali.

Hal itu terbukti saat pandemi Covid-19 hanya sektor pertanian menjadi penyelamat pertumbuhan ekonomi yang sempat terjun bebas hampir minus 12 persen. Apalagi juga ada peringatan krisis pangan dari Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) akibat tingginya alih fungsi lahan, termasuk dampak perubahan iklim yang berpengaruh terhadap produksi pertanian. “Oleh karena itu, saya berharap agar Bimtek ini diikuti dengan baik dari awal sampai berakhir. Jangan kliang-klieng menghilang,” sentil M-U, seraya berharap agar lahan pertanian bisa terus dipertahankan untuk menyelamatkan keberadaan subak, khususnya di Badung. Selain itu, juga sudah ada UU No.41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan untuk melindungi dan menyelamatkan lahan produktif. “Saya sangat mengapresiasi pak Bupati Badung yang sudah berupaya keras menyelamatkan lahan produktif selama ini,” pungkas suami dari Ni Made Usmantari alias M-U yang juga bakal calon Anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 3 dari PDI Perjuangan Dapil Tabanan itu. ama/ksm






