Politik dan Sosial Budaya

Tak Ada Henti-hentinya Memberi Bantuan, Made Urip Gelontor dan Monitoring Bibit Sapi Betina Produktif


Tabanan, PancarPOS | Untuk melestarian dan mempertahankan keaslian flasma nutfah Sapi Bali, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si., kembali menggelontorkan bantuan, sekaligus monitoring bibit sapi betina produktif untuk Kelompok Tani Ternak Sari Makmur di Desa Tunjuk, Tabanan, Minggu (12/9/2021) pagi. Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang biasa disapa M-U ini, sebelumnya sudah menyerahkan secara simbolis bantuan 20 ekor Sapi Bali tersebut. Kehadiran Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang membidangi pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup tersebut, kali ini didampingi Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga bersama Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan I Wayan Widnyana alias Regen yang dihadiri Kabid Peternak dan Kesehatan Hewan mewakili Kadis Pertanian Tabanan, PPL, Perbekel Desa Tunjuk, Ketua Kelompok Tani Ternak Nandini Nadi, beserta para pengurus dan anggota Kelompok Tani Ternak Sari Makmur dengan mengikuti aturan protokol kesehatan Covid-19.

1bl#ik-21/8/2021

Peninjauan lapangan bantuan bibit sapi ini, disambut hangat Ketua Kelompok Tani Ternak Sari Makmur I Ketut Wasa yang mengaku sudah menerima bantuan bibit sapi yang akan dikembangkan bersama 20 anggota kelompok. Bantuan ini membuktikan, Made Urip sudah menjembatani aspirasi para petani di tingkat pusat, sehingga akan terus meminta dukungan dan arahan untuk memajukan kelompoknya ke depan. “Jadi kelompok tani kami, juga akan terus memberikan dukungan kepada Pak Made Urip dan Pak Wayan Widnyana di setiap hajatan pemilu nantinya,” tegas Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Tunjuk ini, seraya ditambahkan Perbekel Desa Tunjuk I Made Arnawa selaku pimpinan terbawah sangat mengucapkan terimakasih atas bantuan dari pusat yang diperjuangkan Made Urip yang tidak ada hentinya memberikan sumbangan, sehingga warganya akan lebih sejahtera di masa mendatang.

1bl#ik-16/8/2021

Karena itu kelompok yang mendapat bibit sapi, diminta agar menggunakan bantuan ini dengan baik dan bisa dimanfaatkan dan dipertanggungjawabkan sebaik mungkin. “Jangan sampai ada masalah bantuan dari Pak Urip dan terus dijaga bantuannya ini akan bisa terus meningkat dan berkembang. Kita juga mengucapkan suksma (terimakasih, red) warga kita mendapat bantuan lewat Pak Made Urip untuk kelompok tani ini,” imbuhnya. Di sisi lain, Kabid Peternak dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, drh. Ni Nengah Pipin Windari mengakui sangat banyak bantuan yang diberikan Made Urip, khususnya bibit sapi betina produktif ini. Untuk itu, para anggota kelompok yang menerima bantuan, diharapkan agar merawat ternaknya dengan baik ke depannya, sehingga bisa terus berkembang. “Kami dari dinas akan siap mendampingi nantinya,” tandasnya.

1bl#bn-17/8/2021

Pada kesempatan itu, Regen yang juga Ketua PAC PDI Perjuangan Tabanan mengakui Made Urip selalu hadir membantu sektor pertanian. Selaku wakil rakyat, juga sangat bangga dengan Made Urip karena kapannya diundang pasti datang untuk hadir, sekaligus menjembatani kepentingan masyarakat, khususnya di sektor pertanian, seperti Alsintan berupa traktor, pompa air, power thrasher maupun bibit sapi dan lainnya. Karena itulah, perlu dipertahankan kekompakan dan solidaritas ini, agar bantuan lainnya bisa terus terwujud. “Apa-apa yang menjadi aspirasi, jika tidak dijembatani orang politik pasti sangat susah. Seperti dari jaman ke jaman perpolitikan patut memilah-memilah mana partai politik yang memberikan bantuan untuk kepentingan umum. Jadi selama PDI Perjuangan diberikan mandat oleh rakyat, saya yakinkan asas manfaat akan lebih banyak dari jaman dulu, benar apa tidak?” tanyanya.

1bl#ik-17/8/2021

Ditegaakan kembali, “Satu Jalur” aspirasi yang diperjuangkan sebagai petugas partai PDI Perjuangan selama ini, dipastikan sebagai asas manfaat yang diberikan kepada seluruh masyarakat. “Karena semua nyambung, kita juga ada Pak Made Urip di pusat akan mendukung penuh setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat,” tutupnya. Sementara itu, Made Urip yang kini mendapat julukan “Bapak Sejuta Sapi” itu, juga merasa berbahagia bisa bertatap muka untuk melihat langsung bantuan bibit sapi betina produktif hasil kerjasama Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Pertanian untuk memenuhi kebutuhan daging domestik, karena masih banyak impor. Di samping itu, aset Sapi Bali juga harus dilestarikan dan flasma nutfahnya harus dijaga keasliannya. Karena itu, mutu daging Sapi Bali harus terus ditingkatkan, karena cukup empuk sehingga bisa bersaing dengan daging sapi impor.

1bl#ik-13/8/2021

“Saya akan terus perjuangkan dari APBN untuk memberikan bantuan bibit sapi betina produktif ini, dan kelompok tani ini harus bisa berkembang, karena anggarannya harus dipertanggungjawabkan. Jangan bantuan sapi ini dijual, tidak boleh itu, tapi harus dikembangkan. Karena kelompok lain juga banyak yang membutuhkan,” tegas Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional itu, seraya mengingatkan, jika bantuan ini bisa berkembang baik akan menjadi suatu kebanggaan sebagai anggota dewan. “Saya hanya menjembatani aspirasi ini,” jelas M-U yang juga Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI tersebut, sembari menyebutkan selama masa pandemi Covid-19 ini, sudah sangat berpengaruh terhadap perekonomian terutama di Bali yang sebagian besar hanya mengandalkan sektor pariwisata yang kini mengalami kelesuan luar biasa.

1bl#bn-12/8/2021

Maka dari itu, hanya bisa diharapkan dari sektor pertanian, terutama lewat subak abian dan subak basah, sehingga harus terus dilestarikan sebagai penyangga pangan di Bali. Apalagi sebagian besar pekerja pariwisata sudah kembali pulang kampung untuk menekuni sektor pertanian. “Saya bersama Pak Wayan Regen akan terus membantu peluang pertanian bagi masyarakat. Karena kita akan membela kaum wong cilik yang membutuhkan bantuan, bukan membantu kaum wong licik,” pungkas M-U yang sebelumnya sempat memberi program bantuan jalan produksi pertanian dan ke depan akan lebih banyak program dan bantuan yang bisa diperjuangkan di sektor pertanian dalam arti luas. Di antaranya, program pengembangan ikan lele bisa mengusulkan bantuan bioflok senilai Rp200 juta. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close