Bank Indonesia Pacu Akselerasi Pengguna QRIS di Bali Naik 201 Persen

Denpasar. PancarPOS | Akselerasi dalam penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) semakin dipacu Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali melalui strategi Konsistensi, Inovasi, dan Sinergi (KIS). Diterangkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho di Denpasar, pada Senin (6/2/2023), bahwa konsistensi dibutuhkan dalam mendorong penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJP), serta melakukan inovasi produk digital pembayaran sesuai kebutuhan masyarakat yang Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Handal (CeMuMuAH).

“Sinergi dengan pemerintah, PJP baik bank dan non-bank, serta stakeholder lainnya merupakan kunci penting mengakselerasi digitalisasi di Provinsi Bali, termasuk di bidang sistem pembayaran,” ujar Trisno. Lebih lanjut, implementasi KIS oleh KPw BI Bali selama Tahun 2022 dianggap efektif meningkatkan penggunaan QRIS di Provinsi Bali. Dari data Bank Indonesia, per Desember 2022, jumlah pengguna QRIS di Bali telah mencapai 412.417 pengguna atau meningkat atau naik sebesar 201persen (yoy), dibandingkan periode yang sama pada Tahun 2021 yang tercatat sebanyak 204.945 pengguna.
“Perluasan juga terus terjadi dari sisi jumlah merchant yang menerima pembayaran menggunakan QRIS,” ungkapnya. Trisno menambahkan jumlah merchant QRIS di Bali tercatat meningkat sebesar 52 persen (yoy), yaitu dari 395.838 merchant pada Desember 2021 menjadi 602.289 merchant pada bulan Desember 2022. “Ini menjadikan Provinsi Bali, menduduki peringkat 10 besar dengan jumlah pengguna dan merchant QRIS terbanyak secara nasional,” tambahnya. Hal penting lainnya, kata Trisno, peningkatan jumlah pengguna dan merchant QRIS diikuti dengan peningkatan jumlah transaksi.

Pembayaran berbasis QRIS, sebesar 106 persen (yoy), yaitu dari 1,2 juta transaksi pada Desember 2021 menjadi 2,4 Juta transaksi pada Desember 2022. Sedangkan dari sisi nominal, terdapat peningkatan sebesar 172 persen (yoy) dari Rp110,6 miliar pada Desember 2022 menjadi Rp300,9 miliar pada Desember 2022. “Ke depannya penggunaan kanal pembayaran berbasis QRIS diprakirakan akan terus meningkat pada Tahun 2023. Salah satu upaya melalui QRIS in One Island, yaitu mendorong penggunaan QRIS di seluruh Provinsi Bali di segala sektor mulai dari pasar, pusat perbelanjaan, pariwisata, rumah sakit, desa, banjar, dan lain-lain,” papar Trisno. tim/ama/ksm









