Hukum dan Kriminal

Gembong Mafia Tanah di Bali Ditetapkan Tersangka, Diduga Rugikan Rekan Bisnis Rp21 Miliar


Mangupura, PancarPOS | Penyidik Polres Badung menetapkan ZT (65th) dengan status tersangka atas dugaan memberikan keterangan palsu pada akta autentik. Penetapan tersangka ZT berawal dari laporan Hedar Geacomo Boy Syam yang dilayangkan ke Polres Badung 5 Pebruari 2020 dengan laporan polisi nomor LP-43/II/2020/Bali/Res Badung.

1bl#ik#13/4/2021

ZT yang diduga sebagai gembong mafia tanah di Bali ini, berdomisili di jalan Majapahit, Kuta tersebut adalah tokoh masyarakat yang dikenal luas di kalangan pengusaha property di Bali dilaporkan atas dugaan menyuruh atau turut serta memberikan keterangan palsu dalam akta autentik sebagaimana dimaksud dalam pasal 226 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1).

1bl#ik-11/4/2021

Kapolres Badung, AKBP Roby Septiadi, SIK., yang coba dihubungi untuk dimintai konfirmasi melalui pesan singkat belum memberi balasan, tapi Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa membwrikan konfirmasi seijin Kapolres Badung, AKBP Roby Septiadi, SIK., membenarkan pelaporan tersebut. “Benar, tersangka ZT dilaporkan bahkan sudah gelar perkara kemarin,” ujar Oka.

2mg#ik-12/4/2021

Terlapor ZT diduga menyuruh YP membuat draft perjanjian kerjasama untuk diserahkan ke kantor Notaris yang berisi keterangan yang tidak benar pada akta authentik dimana luas yang dicantumkan tidak sesuai dgn luas dari kedelapan SHM yang diperjanjikan. Pihak kuasa hukum pelapor Bernadin, SH., menyebutkan pihaknya juga telah melayangkan laporan ke Polda Bali dengan nomor laporan LP/195/IV/BALI/SPKT. “Sudah dilporkan juga ke Ditreskrimsus Polda Bali,” ujar Bernadin, SH.

1bl#ik-12/4/2021

Kronologis kejadian berawal dari ZT mengajak korban pelapor untuk menjalin kerjasama pembangunan dan penjualan obyek tanah milik ZT yang berlokasi di Cemagi, Mengwi, Badung pada tahun 2012 dimana saat itu ZT mendirikan perusahaan bernama PT. Mirah Bali Konstruksi sebagai badan hukum kerjasama. Setelah kerjasama berjalan, ditandai dengan penggabungan dan pemecahan SHM yang dilanjutkan dengan pembuatan blok plan sampai dengan pembangunan beberapa unit rumah dan dijual kepada konsumen, selanjutnya pada tahun 2017 disepakati kerjasama akan dibuatkan perjanjian notariil. Pada saat itu YP, membuatkan draft perjanjian tersebut untuk selanjutnya diserahkan kepada Notaris BF. HARRY PRASTAWA, SH.

1mg#bn-12/4/2021

Dengan mengacu pada draft tersebut, notaris membuatkan Akta Perjanjian Kerjasama Pembangunan Dan Penjualan No. 33 tanggak 27 September 2017. Di dalam Akta disebutkan bahwa ZT selaku pihak pertama memiliki obyek tanah dengan 8 SHM luas total 13.700 m2, sedangkan korban selaku pihak kedua melaksanakan pembangunan dan penjualan di atas tanah tersebut dengan nama Ombak Luxury Residence serta korban diwajibkan membayar nilai atas seluruh obyek tanah sebesar Rp45 juta per m2, total sebesar Rp61,65 miliar dengan termin pembayaran 11 kali.

1bl#bn-12/4/2021

Setelah korban menandatangani Akta dan pembayaran, korban melakukan pengecekan SHM tersebut ternyata baru diketahui bahwa luas 8 SHM kurang dari 13.700 m2 dan hanya seluas 8.892 m2. atas perbuatan tersangka, korban mengalami kerugian sekitar Rp21 miliar. Dengan perbuatan tersebut, tersangka TZ terancam pidana paling lama tujuh tahun penjara. day/ama

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close