Gubernur Koster Gaspol Bereskan Sampah Bali
350 Pelaku Horeka Denpasar Dipanggil: “Jangan Buat Citra Pariwisata Rusak!”

Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster bergerak all out dalam perang melawan sampah di Bali. Didampingi Kasubdit Tindak Pidana Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Antonius Sardjanto, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Koster mengumpulkan ratusan pelaku Hotel, Restaurant dan Cafe (Horeka) di Gedung Dharma Negara Alaya, Jumat (8/5/2026).
Dalam acara sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber pada Horeka dan DTW Kota Denpasar itu, Koster menegaskan Bali tidak boleh kalah oleh persoalan sampah. Sebagai destinasi wisata dunia, Bali harus tetap bersih, nyaman, dan memiliki citra yang kuat di mata wisatawan mancanegara.
“Kalau kita mengelola sampah secara bersama-sama, maka citra pariwisata Bali akan naik, tingkat hunian hotel juga naik dan otomatis yang berbelanja di restaurant dan café juga merasakan dampak positifnya,” tegas Koster di hadapan sekitar 350 pelaku usaha Horeka.
Menurut Koster, sektor pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi Bali dengan kontribusi mencapai 66 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, menjaga Bali tetap bersih bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut masa depan ekonomi masyarakat Bali.
Ia menegaskan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah kabupaten/kota semata. Semua pihak, termasuk pelaku usaha Horeka, wajib ikut bertanggung jawab menjaga Bali tetap bersih.
“Saya berkepentingan pada acara hari ini, kepada pelaku usaha Horeka agar melihat soal sampah ini dengan bijak,” ujar Koster.
Gubernur asal Desa Sembiran itu juga menegaskan dirinya tidak membeda-bedakan wilayah dalam penanganan sampah. Menurutnya, persoalan sampah di Bali harus diselesaikan secara kolektif dan terintegrasi.
“Apa yang dibutuhkan Pak Walikota, saya dukung, baik itu soal lahan maupun mesin pengolahan sampahnya,” katanya.
Koster bahkan mengungkapkan dukungannya terhadap penggunaan lahan di kawasan Embung Tukad Unda, Klungkung, untuk penempatan cacahan sampah organik Kota Denpasar. Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Denpasar yang mulai melibatkan OPD, sekolah, hingga anak-anak dalam gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber.
Tak hanya itu, Koster juga langsung menugaskan Dinas Pariwisata untuk turun melakukan pengecekan pengelolaan sampah di sektor Horeka. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak lagi bermain-main dalam urusan sampah yang selama ini menjadi ancaman serius bagi wajah pariwisata Bali. mas/ama/*









