Pariwisata dan Hiburan

Bali Houseplant Community Kembali Gelar Tropical Plant Expo

"Pajang Ratusan Tanaman Hias Harga Jual Tinggi"


Badung, PancarPOS | Banyak mungkin yang tak menyangka tanaman yang banyak tumbuh dan diliarkan di rumahnya ternyata memiliki nilai ekonomi dengan harga jual yang sangat tinggi. Seperti tanaman dari jenis Varigata yang bisa laku terjual ratusan ribu, hingga puluhan juta rupiah, asalnya terawat dengan baik dan ditata dengan cantik. Hal itulah yang mendorong Bali Houseplant Community (BHPC) sebagai komunitas pencinta tanaman hias di Bali, kembali menggelar Tropical Plant Expo selama tiga hari dari 6 sampai 8 November 2020 yang berlangsung di Shore Amore Villa Canggu, Kuta Utara, Badung.

Insert foto: Ket foto: Ketua Bali Houseplant Community (BHPC), Tanya Leoniza bersama sejumlah pemilik brand tanaman hias.

Tak tanggung-tanggung, pameran tanaman hias kali ini dengan 15 brand pendukung, yakni Vitality Garden, TW Garden, Omahkembang Bali, Teduh Bali, Minicrop.ID, Bebet Bali X Plant Within Plan, Caementum Stone C Fingesplant, Woodglass Bali, Standing Plant, Simple_Plant_Bali, Tumbuhanku_, Mentik.Bali, Growshop_Plant.Bali, Bossgioplants, sahanuhur.Plants dengan ditambah brand pendukung, diantaranya BerkebunYukk, WoodGlassBali dan pihak BHPC. Selama pameran, juga diisi kegiatan talk show dengan topik seputar tanaman yang setiap harinya berbeda. Selain itu ada obral tanaman, hingga hari terakhir yang ditutup dengan lelang tananam.

“Obral tanaman berupa Syngonium Green Splash seharga 375 ribu. Jadi saat obral dijual hanga Rp200 dan hampir setengah harga,” ungkap Ketua BHPC, Tanya Leoniza saat ditemui, Minggu (8/11/2020). Pemilik brand Bossgioplants itu, menyebutkan tanaman yang paling laku terjual dari jenis Philowdenron Gloriosum yang biasanya dibandrol sekitar Rp250 ribu. Saat expo juga banyak tanaman langka yang dipajang, misalnya Paraispo Verde asalnya Amerika yang harganya per daun bisa tembus Rp1 juta sampai Rp3 juta tergantung besar dan corak daun mendukung harga. Selain itu, ada Monstera Marmorata dengan harga per daun Rp6 juta sampai Rp9 juta.

Insert foto: Anggota Bali Houseplant Community (BHPC).

“Asal tanaman banyak sekali dari South Amerika. Dan saat expo sudah ada tanaman terjual paling mahal Rp22 juta yang dibeli oleh penghobi tananam hias,” paparnya, seraya menyebutkan tanaman lokal yang dipamerkan, seperti Epiprenum atau Ekor Naga di Bali yang masih banyak dikembangkan dan bisa laku paling murah terjual Rp100 ribu. “Kita kan melihat kondisi tanamannya, kalau makin cantik, ya makin mahal. Melihat pengemasannya juga,” imbuh Tanya, sembari mengatakan antusias menjadi member BHPC sangat tinggi, karena bisa sharing di seputar tanaman, sekaligus mengenalkan branding sehingga makin banyak orang yang tahu. Bahkan, saat ini sudah bergabung sekitar 200 anggota dari brand se-Bali sebagai pecinta tanaman hias.

“Awalnya pekerjaan kita lain, tapi berkecimpung di dunia tanaman, sehingga menjadi petani muda. Di masa pandemi ini, juga semakin booming pecinta tanaman yang mengambil kegiatan berkebun, sekaligus menjalankan hobinya,” tandasnya. “Ini kita beda segmen, karena sekarang banyak anak muda yang suka dengan tanaman hias dan menggunakan media sosialnya, sehingga banyak sekali spesies tanaman yang diketahui dan ada beberapa spesies tananam yang sangat sulit ditemukan, karena langka. Itu yang menyebabkan harga tanaman semakin naik,” tambah Tanya. Selaku Tim Tropical Plant Expo, Juniartha yang juga pemilik brand Paphilo_ memaparkan ada sekitar 15 brand yang ikut selama pameran dengan memajang rata-rata 50 tanaman per brand, sehingga dipamerkan sekitar 750 tanaman yang berbeda-beda.

Uniknya selama pameran, banyak penggemar tanaman yang datang, bahkan dari luar Badung dan Denpasar, dan ada beberapa datang dari luar Bali, termasuk turis asing dan lokal juga datang melihat-lihat sekaligus membeli tanaman. “Banyak yang tidak sengaja datang ga ada target beli, tapi tiba-tiba membeli, selain yang memang target mencari tanaman tertentu. Apalagi promonya lumayan lama dan luas,” ujarnya, sekaligus mengatakan pameran tanaman hias yang kelima kalinya ini, sudah berjalan sejak Agustus sampai November 2020. Rencananya di bulan Desember 2020, atau sebelum Natal akan digelar kembali. “Rencananya pameran di sini lagi,” sebutnya. ama/ksm

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button