Selasa, April 21, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaDaerahNgayah Tanpa Pamrih, Gubernur Koster Serahkan Seragam untuk 503 Pecalang Desa Adat...

Ngayah Tanpa Pamrih, Gubernur Koster Serahkan Seragam untuk 503 Pecalang Desa Adat Buleleng

Buleleng, PancarPOS | Bertepatan dengan perayaan Tumpek Uye, Sabtu, 7 Februari 2026, Gubernur Bali Wayan Koster bertatap muka langsung dengan pecalang Desa Adat Buleleng di Setra Desa Adat Buleleng. Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster menyerahkan bantuan seragam lengkap kepada 503 pecalang dari 14 banjar adat yang ada di Desa Adat Buleleng.

Bantuan seragam yang terdiri dari udeng, baju, kamen, dan saput tersebut bernilai Rp 250 juta dan merupakan dukungan dari Perumda Kertha Bali Saguna. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi pecalang yang selama ini menjalankan tugas pengamanan adat secara tulus dan ngayah tanpa pamrih.

Gubernur Koster menegaskan, pecalang memiliki peran strategis dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta keharmonisan masyarakat adat Bali. Tidak jarang, dalam berbagai kondisi mendesak, pecalang turut dilibatkan pemerintah untuk membantu pengamanan di luar peran TNI dan Polri.

“Kontribusi pecalang sangat besar. Mereka menjadi ujung tombak pengamanan adat dan menjaga kedamaian masyarakat Bali,” ujar Koster di hadapan para pecalang.

Ia juga menyampaikan bahwa bantuan seragam ini tidak hanya berhenti di Desa Adat Buleleng. Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen memberikan bantuan seragam bagi seluruh pecalang se-Bali yang jumlahnya mencapai lebih dari 20 ribu orang.

Dalam kesempatan tersebut, Koster kembali menegaskan pentingnya desa adat sebagai fondasi utama kelangsungan Bali. Desa adat dan pecalang disebutnya sebagai penyangga adat, budaya, dan kearifan lokal agar Bali tidak tergerus arus modernisasi.

“Kalau tidak ada desa adat, Bali mungkin tidak bisa eksis seperti sekarang. Inilah yang membedakan Bali dengan daerah lain,” tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra beserta istri, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, Anggota DPRD Bali asal Buleleng Gede Kusuma Putra, Anggota DPRD Buleleng Ni Kadek Turkini, prajuru desa adat, serta ratusan pecalang Desa Adat Buleleng. mas/ama/*

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img