Politik dan Sosial Budaya

Demer Menggoyang, Pasek Suardika Sejalan Gubernur Dukung Rencana PKB


Denpasar, PancarPOS | Sekretaris Jenderal DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Sekjen Hanura) I Gede Pasek Suardika (GPS), juga buka suara soal wacana pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung yang dirancang Gubernur Bali Wayan Koster. Namun berbeda dengan tanggapan Koordinator Wilayah DPP Partai Golkar Bali dan Nusa Tenggara, I Gde Sumarjaya Linggih alias Demer yang ada yang menyebutnya “kepupungan” menggoyang rencana PKB, namun mantan Ketua Komisi III DPR RI itu malah dengan serius mendukung rencana PKB yang telah menyiapkan lahan sekitar 320 hektar dengan menelan dana Rp 2,5 triliun di tengah pandemi Covid-19. “Kali ini saya sejalan dengan Gubernur Bali Wayan Koster untuk melanjutkan pembangunan tersebut,” kata GPS saat dihubungi di Jakarta, Selasa (6/4/2021).

1bl-bn#7/1/2020

Hal itu diungkapkan GPS yang mengaku banyak menerima pertanyaan dari masyarakat mengenai pembangunan PKB di Klungkung. Isu itu juga mencuat setelah Sekretaris Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Bali, A.A. Ngurah Rai Wiranata yang malah menyayangkan pernyataan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih yang malah diduga ingin menganjal pembangunan kawasan PKB di eks galian C Gunaksa Klungkung. Demer mengaku memiliki kalkulasi penting dalam hitung-hitungan anggaran kalau rencana pembangunan PKB itu dilakukan yakni pertama, akan memakan biaya yang katanya sebesar Rp2,5 triliun melalui dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kedua, tentu saja akan menggerus keuangan Daerah sebagai biaya pemeliharaannya.

1bl#ik-5/3/2021

Untuk itu, Demer malah meminta agar pembangunan PKB Klungkung dikaji kembali. Sementara itu, di sisi kaca mata GPS menilai kawasan yang dipakai adalah kawasan yang telah rusak oleh galian C di Gunaksa Klungkung dan bisa disulap menjadi obyek wisata baru sebagai daya tarik baru ke Bali. Dengan PKB itu, diharapkan adanya pemerataan pembangunan pariwisata ke Klungkung bisa memberikan stimulan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut dan Bali pada umumnya. Secara historis, Klungkung dulu pusat pemerintahan di jaman kerajaan di Bali sehingga untuk kemajuan kebudayaan sangat tepat dipilih. Biaya yang besar adalah konsekwensi dari ide besar yang ingin dilahirkan dan jika pariwisata berjalan baik, maka tidaklah terlalu mengkhawatirkan.

1th-bn#1/2/2020

Untuk penyempurnaan ide, alangkah baiknya informasi bisa lebih dikembangkan ke bawah sehingga kesalahan atau mis persepsi bisa dieliminir. Siapkan tenaga kerja lokal yang lebih baik sehingga bisa lebih banyak diserap dengan kualifikasi yang memenuhi standar. Sebagai mantan Anggota DPR dan DPD Perwakilan Bali mengakui ide besar memang menimbulkan dialektika tajam untuk merealisasikannya, sehingga respon saja secara positif melalui penjelasan lebih detail. “Harapan yang terakhir, semoga semua berjalan sebaik-baiknya dan tidak sampai ada korupsi di dalamnya,” pungkas mantan politisi Partai Demokrat ini. aya/ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close