Nasional

Mahasiswa Unud Kecewa, Gantung Jas Almamater di Depan Rektorat


Badung, PancarPOS | Selain dihatam kasus dugaan oknum dosen cabul, kini mahasiswa Universitas Universitas Udayana berdemo gantung jas almamater depan Gedung Rektorat Kampus Unud, Jimbaran, Selasa (5/1/2021). Sebelum jas almamater digantung, semunya ditaruh di lantai depan pintu masuk Gedung Rektorat Unud. Seruan aksi menggantung almamater dilakukan oleh Aliansi Satu Udayana yang diserukan langsung Ketua BEM PM Unud Dewa Gede Satya Ranasika Kusuma.

1bl#bn-31/12/2020

Aksi itu gantung almamater sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa dengan kebijakan Rektor terhadap kebijakan UKT terkesan mendadak di saat pemulihan ekonomi tidak kunjung usai di tengah pandemi Covid-19. Seruan aksi merupakan solidaritas terhadap mahasiswa yang kesulitan membayar UKT di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih sudah heboh di media sosial. Mengingat, Rektorat tetap memaksa membayar penuh, padahal belum ada kepastian pembelajaran sementara kedua secara online atau offline.

1bl#ik-31/12/2020

Kebijakan itu tentunya jauh dari keadilan, mahasiswa dituntut membayar penuh tetapi pihaknya tidak menggunakan fasilitas kampus sama sekali. “Untuk itu, kemungkinan dini hari tadi baru keluar surat keringanan pembayaran UKT dengan nomor B/1/UN14/KU.00.00/2021, saya baru dapat info pagi tadi sekitar jam 07.00 wita,” ungkapnya. Padahal Keputusan Rektor Universitas Udayana Nomor 1439/UN14/HK/2020 tentang Keringanan Pembayaran Uang Kuliah Tunggal pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021 bagi Mahasiswa Universitas Udayana telah ditetapkan pada 30 Desember 2020.

1bl#ik-25/12/2020

Sebelumnya, Unud juga telah mengeluarkan surat Nomor: B/114/UN14/TM.01.01/2020 terkait pembayaran UKT dan Cuti Akademik Semester Genap 2020/2021 pada tanggal 21 Desember 2020 yang menyatakan pembayaran UKT dimulai tanggal 1-10 Januari. Dengan surat itu menambah kepanikan mahasiswa, terutama mereka yang kurang mampu. Bahkan banyak yang mengajukan cuti akademik. Dalam mencegah kepanikan tersebut BEM PM Unud telah berupaya menanyakan kepada Rektor Unud, tetapi tidak digubris hingga sekarang minta bertemu belum diterima pada pukul 14.00 Wita. Audensi ketika itu, pihaknya dilempar lempar, berujung bertemu kepada Kabag Minat dan Penalaran. Padahal keputusan bantuan keringanan UKT ada di tangan Rektor.

1bl#ik-24/12/2020

Pengalaman itulah, pada aksi sekarang ingin bertemu langsung dengan Rektor Unud yang belum mau ditemui. Setelah ditunggu, akhirnya Rektor Unud dicegat ketika turun ke mobil sekitar pukul 15.00 Wita. Maka dari itu, pihak BEM PM Unud dijanjikan bertemu besok Rabu (6/1/2021). Aksi demo tersebut seharusnya di lokasi sejak pukul 09.00 Wita tapi karena dijaga ketat. Ada lima security di titik kumpul FKP, beberapa polisi sekitar lima di samping Gedung Widya Sabha, dan ada seorang Babinsa. Sisanya ada lebih 20 security yang tersebar di beberapa sudut dan parkiran. Jadi mereka pindah titik kumpul. Dan baru ke Rektorat pada pukul 12.00 Wita, pada pukul 15.00 Wita bertemu Rektor.

1bl#ik-23/12/2020

Sementara itu, Warek IV Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Informasi Unud Prof IB Wyasa Putra mengakui ada aksi tolak bayar UKT dari mahasiswa agar UKT diturunkan ketika dikonfirmasi awak media. Padahal Rektor Unud sudah menerbitkan SK Rektor tentang pengurangan UKT. Rektor sudah menyediakan waktu untuk menerima di Ruang Rapat Rektor, tetapi mereka tidak mau naik/masuk ke ruang rapat. Mereka minta Rektor turun. Rektor tidak berkenan, karena kegiatan mereka juga tidak berdasarkan surat permohinan/ijin. aya/ama/ksm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close