Politik dan Sosial Budaya

Kampanyekan Jaya-Wibawa, Rahayuni Latih Ibu PKK Tata Rias dan Pasang Pusung Tegel Bali


Denpasar, PancarPOS | Hari terakhir kampanye Pilkada serentak resmi berakhir pada Sabtu (5/12/2020). Termasuk kampanye pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan I Kadek Agus Arya Wibawa alias Jaya-Wibawa yang terus tancap gas hingga masa kampanye berakhir. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Tata Rias dan Pasang Pusung Tagel Bali secara gratis oleh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali membidangi Perempuan dan Anak, Ni Made Rahayuni bersama Sarinah PDI Perjuangan Kota Denpasar. Pelatihan kali ini dibuka langsung Ny Putri Suastini Koster di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Sabtu (5/12/2020). Sementara itu, pesertanya ibu-ibu PKK dari empat kecamatan se-Kota Denpasar yang sejak awal sangat semangat dan antusias mengikuti pelatihan yang juga dihadiri oleh para istri Paslon Jaya-Wibawa.

1bl#ik-26/11/2020

Menurut Ketua Panitia Sari Galuh pelatihan tata rias dengan tema “Bersatu Membudayakan Pusung Tagel”, selain untuk kampanye menyampaikan sosialisasi visi dan misi Jaya-Wibawa, juga bertujuan untuk melatih para ibu PKK merias diri, sekaligus melestarikan budaya pusung tagel. “Karena para ibu-ibu tidak bisa lepas dari kegiatan adat dan keagamaan. Apalagi saat pandemi ini kondisi ekonomi sangat sulit, sehingga tidak perlu lagi datang ke salon merias diri. Kita bisa hemat, karena tidak perlu lagi uang untuk bayar merias wajah dan pasang sanggul,” tandasnya. Di sisi lain, Ny Putri Suastini Koster sebagai kader partai mengakui pelatihan ini bisa mengasah talenta, sehingga punya kemampuan lain untuk membantu keluarga di tengah pandemi Corona, seperti belajar mapusung tagel yang dilatih oleh Made Rahayu.

“Kemampuan dan keahlian ini bisa dipakai untuk berinteraksi sosial di masyarakat, sekaligus mengajegan budaya lagi. Apalagi bisa make up atau berias sendiri, sehingga sangat bisa berhemat,” ungkap istri Gubernur Bali Wayan Koster yang juga Ketua Dekranasda Bali, seraya mengatakan talenta ini sangat penting. Meskipun tidak harus bisa membuat salon, tapi keahlian merias itu sangat berguna. Karena jika sudah mendapat ilmu merias diri ini, juga bisa membantu merias orang lain. “Daripada diberikan uang seratus atau dua ratus ribu, kan akan habis,” jelasnya, sekaligus mengingatkan Pilwali Denpasar pada 9 Desember 2020 harus datang ke TPS dengan protokol kesehatan untuk mencoblos Jaya-Wibawa di nomor 1. “Jangan sampai salah memilih pemimpin. Pilih yang sudah terbukti dan lama berbuat. Untuk itu, ibu-ibu harus cerdas memilih pemimpin, apalagi yang menyodorkan uang. Jangan sampai suara kita dibeli, karena jika sudah dibeli kita tidak bisa menuntut apa-apa lagi, karena sudah jual suara kita,” katanya.

1bl#bn-5/11/2020

Di sisi lain, Rahayuni mengaku memberikan pelatihan bagaimana mamasang sanggul pusung tagel Bali. Selain itu, juga diberikan cara merias wajah, khususnya alis. “Karena buat alis sangat sulit, sehingga harus belajar lebih dalam lagi. Ini manfaatnya sangat banyak dan bisa merias wajah sendiri dan orang lain. “Saya pernah merias anak saya, dan ketika ditanya siapa yang merias wajahnya, dijawab ibu saya,” tegasnya, sekaligus mengakui saat ni banyak yang tertarik, hingga bisa buka salon. Kan bisa menghasilkan uang sendiri dan jauh lebih hemat,” tandas Sekretaris Komisi IV DPRD Tabanan ini. “Sekarang bisa merias wedding saja bisa dibayar sampai Rp10 juta, padahal kalau dulu cuma Rp3 juta. Jadi bisa cepat kaya, kalau punya usaha hasil salon tata rias ini,” imbuhnya, sekaligus meminta para ibu PKK yang hadir dan belum bisa hadir, agar datang ke TPS pada 9 Desember 2020 untuk mencoblos Jaya-Wibawa di nomor urut 1.

Terkait pemilihan calon Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, pihaknya memberikan sosialisasi paket Jaya-Wibawa, termasuk memberikan pelatihan tata rias sekaligus menggelontorkan 200 buah sanggul Bali atau pusun tagel. “Jika ada yang kurang paham, silahkan datang langsung. Karena kita harapkan bisa belajar dan mereka sangat semangat sekali mendengarkan sosialisasi Jaya-Wibawa dan ini sangat luar biasa,” sebutnya, sekaligus optimis serta yakin dan percaya bisa memenangkan Jaya-Wibawa. “Pasti menang, karena dari semangatnya para ibu-ibu, dan mereka juga sangat serius menyinggung Paslon. Bahkan kini menjadi Jurkam Jaya-Wibawa per kecamatan. ama/ksm/jmg

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan


Back to top button