Pariwisata dan Hiburan

Gubernur Koster Arahkan Pariwisata Bali ke Jalur Berkualitas Berbasis Budaya


Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan arah baru pembangunan pariwisata Bali ke depan akan difokuskan pada pariwisata berkualitas yang berakar kuat pada budaya Bali. Penegasan ini sekaligus menjadi koreksi atas praktik pariwisata massal yang selama ini lebih menekankan kuantitas, namun menimbulkan beragam persoalan sosial, budaya, hingga lingkungan.

Menurut Koster, Bali tidak boleh lagi menjadi tujuan pariwisata murah yang hanya mengejar jumlah kunjungan tanpa memperhatikan dampak jangka panjang. Ia menilai pola pariwisata massal telah memicu kemacetan, tekanan lingkungan, degradasi nilai budaya, serta berbagai pelanggaran hukum yang merugikan Bali secara menyeluruh.

“Pariwisata Bali ke depan akan kami kendalikan. Tidak lagi pariwisata murahan yang justru membuat masalah di Bali,” tegas Gubernur Koster Senin (5/1/2026).

Koster menjelaskan, konsep pariwisata berkualitas yang dimaksud bukan semata soal tingkat belanja wisatawan, tetapi juga menyangkut sikap dan perilaku. Wisatawan yang datang ke Bali diharapkan memiliki penghormatan terhadap adat, tradisi, dan kearifan lokal, serta taat pada hukum dan aturan yang berlaku.

Ia menambahkan, wisatawan berkualitas juga harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap Bali, termasuk menjaga lingkungan, menghormati masyarakat lokal, dan tidak melakukan aktivitas yang merusak citra Pulau Dewata.

Kebijakan ini, lanjut Koster, akan menjadi bagian integral dari visi besar Bali Era Baru yang dirancang untuk memastikan keberlanjutan pembangunan Bali hingga 100 tahun ke depan. Penataan pariwisata akan dilakukan secara lebih selektif, terukur, dan berorientasi pada keseimbangan antara ekonomi, budaya, dan lingkungan.

Dengan arah baru tersebut, Koster berharap pariwisata Bali tidak hanya tetap menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen pelestarian budaya dan peningkatan kualitas hidup krama Bali secara berkelanjutan. mas/ama/*


Back to top button