Politik dan Sosial Budaya

Monitoring Program P2L, Made Urip Panen Bersama KWT Sekar Jepun Tak Semata Mencari Suara


Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali Turba atau turun ke bawah untuk melakukan serangkaian monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Kali ini, Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang akrab dikenal sebagai Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, didampingi Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Suta melakukan panen bersama di Demplot Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Jepun, Banjar Bangah, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Jumat (3/9/2021). Kegiatan panen bersama, sekaligus secara simbolis menyerahkan bantuan bibit sayuran kepada krama desa ini, juga dihadiri Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Tabanan I Made Arya Putra yang disambut hangat Perbekel Desa Baturiti, I Metut Matra, Bendesa Adat Bangah I Made Sumadika, Pekaseh Subak Bangah I Ketut Daging Adnyana, Kepala BPP dan PPL Kecamatan Baturiti, berserta Kelompok Tani (Poktan) Tegal Harum dan para anggota KWT Sekar Jepun. Kegiatan monitoring ini, diawali dengan dialog tatap muka yang dilanjutkan dengan secara simbolis menyerahan bibit sayuran yang diakhiri dengan panen bersama sayuran, berupa pare dan buncis.

1bl#ik-21/8/2021

Ketua KWT Sekar Jepun, Ni Ketut Suryatini menjelaskan demplot dengan 20 anggota itu, juga mengembangan tananam sayuran lain, seperti terong, sayur hijau dan cabe berkat uluran akses bantuan dari Made Urip. Karena itu, pihaknya mengucapkan terimakasih diberikan kesempatan mengembangkan program P2L senilai Rp50 juta. “Kami saya bangga Pak Made Urip juga mengunjungi langsung kelompok tani kami. Saya selalu ketua kelompok kembali mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada Pak Made Urip,” tandasnya. Sementara itu, Perbekel Desa Baturiti, I Metut Matra menyampaikan ucapan selamat datang kepada Made Urip yang turun langsung ke pelosok desa guna memberikan support yang luar biasa, sehingga diharapkan dapat terus terjaga di tahun mendatang, khususnya di sektor pertanian. Apalagi akibat pandemi sektor lainnya sudah tumbang, sehingga bantuan ini sangat memotivasi para petani khususnya bagi KWT di Desa Baturiti. “Kita menyambut sangat luar biasa program bantuan Pak Made Urip untuk membangkitkan semangat masyarakat di Banjar Bangah, khususnya di saat masa pandemi. Karena pemulihan sektor ekonomi membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga kami memohon jalan terbaik, agar program lainnya bisa diakses ke depannya, khususnya untuk Desa Baturiti,” bebernya.

1bl#ik-16/8/2021

Di sisi lain, Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Tabanan I Made Arya Putra mengakui Made Urip sangat rajin turun memperhatikan masyarakat, khsusunya di bidang pangan. Karena sektor pangan urusan wajib hukumnya bagi pemerintah untuk menyediakan pangan yang sehat dan aman dikonsumsi masyarakat. Contohnya kegiatan P2L yang diperjuangkan Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu, untuk mendukung kesediaan pangan, seperti di Tabanan telah dikenal sebagai lumbung pangannya Bali dengan menanam pekarangan dan lahan non produktif atau lahan tidur untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. “Dinas Ketahangan Pangan Tabanan yang mengurus sayur dan hortikultura ini, sudah membina 86 KWT dan khusus tahun ini ada tambahan 29 KWT yang sedang dibina, termasuk 2 KWT di Desa Baturiti. Ke depan KWT yang baru bertumbuh ini bisa berkembang, sehingga terus berjalan sampai 2022 bisa tahap pengembangan. Untuk itu kita harap terus mendapat dukungan dan support dari Pak Made Urip nanti,” katanya, seraya ditambahkan, Nyoman Suta yang juga Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Baturiti menegaskan bersama Made Urip ingin membantu perkembangan para KWT di Baturiti, karena jika berhasil dan sukses maka akan ada bantuan lainnya ke depan.

1bl#ik-13/8/2021

“Kita tidak mencari suara ke sini, tapi ingin membantu dengan iklas, karena bantuan ini tidak semudah yang dibayangkan. Jika Pak Made Urip sudah berjanji memberikan bantuan pasti nyata dan direalisasikan seperti program PL2 ini. Karena itu kerjasama ini harus dijalin dengan baik ke depannya,” jelasnya. Saat bertatap muka, Made Urip yang biasa disapa M-U ini, menyampaikan sangat berbahagia bisa bertemu para ibu KWT yang telah melaksanakan program P2L dari tahap pembibitan, penanaman hingga memanen. Bantuan dari APBN tahun 2021 ini, dikatakan mengalami kemajuan yang cukup baik, karena juga sudah ada rumah bibit. Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, mengakui sejak tahun 1999 menjadi anggota dewan yang khusus mengurus perut rakyat, sehingga akan terus memberikan sentuhan bagi petani dan krama subak seluruh Bali. “Saya akan berusaha terus membantu, terutama petani dan krama subak. Karena kami datang ke sini bukan semata-mata mencari suara. Meskipun kita tidak mendapat suara di sini, namun jika ada potensi pertanian yang bagus, maka akan kita bantu. Karena semuanya sekarang terdampak akibat pandemi ini, sehingga tujuannya agar bisa menjaga ketahanan pangan, minimal ketahanan pangan rumah tangga,” tegas M-U.

1bl#ik-17/8/2021

Karena itu, politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan ini, meminta agar bantuan P2L terus dilanjutkan dengan penanaman dan pembibitan, sehingga bisa ditularkan dengan kelompok lainnya. Paling tidak, diharapkan ketahanan pangan rumah tangga bisa terjaga dengan baik, karena kondisi pandemi memberikan dampak ekonomi di Bali yang luar biasa. Apalagi sektor pariwisata sudah sangat lesu, sehingga berpengaruh terhadap semua sektor yang ada, akibatnya banyak program unggulan di sektor pertanian yang direfokusing untuk penanganan Covid-19. “Namun untungnya masih ada kekuatan subak sebagai penyangga pangan di Bali yang sudah menjadi kultur dan budaya masyarakat Bali. Untuk itu mari kita ikuti protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Jangan memboya karena sudah terbukti virus ini ada dan berbahaya, apalagi saya juga sempat kena Covid-19,” pungkasnya. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button