Badung, PancarPOS | Korlantas Polri kembali mengandeng Jasa Raharja untuk ikut menekan angka kecelakaan lalu lintas secara nasional. Hal tersebut dituangkan dalam Fokus Group Disscussion (FGD) Pengumpulan Data Primer untuk Pengembangan Materi Buku Potret Keselamatan Lalu Lintas di Indonesia Edisi ke-6 Tahun 2022 oleh Tim Korlantas Polri di Kuta, Badung, Kamis (4/8/2022). FGD dengan tema “Straregi Stake Holder Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam Menjamin Terlaksananya Layanan Masyarakat dalam Era Transisi Pedemi Menuju Endemi Tahun 2022 tersebut dibuka oleh Dir Gakkun Korlantas Polri, Brigjen Pol. Drs. Aan Suhanan, M.Si.

Tujuan FGD ini umtuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas, karena tercatat 100 ribu lebih angka kecelakaan pada tahun 2021 secara nasional dengan sekitar 50 ribu lebih korban meninggal dunia. Khusus di Bali terdata sebanyak 1.700 lebih angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2021 dengan sekitar 400 orang korban meninggal. “Melalui FGD ini, agar semua stake holder ikut menciptakan keselamatan lalu lintas dan bersinergi untuk mengantisipasi kecelakaan ke depan,” beber Aan Suhanan kepada awak media, saat didampingi Kepala Divisi Pelayanan PT Jasa Raharja Bpk. Hervanka Tri Dianto bersama jajaran Korlantas Polri dan Jasa Raharja.
Karena itu, kegiatan FGD kali ini di Bali juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas keselamatan lalu lintas di jalan. Semua stake holder diharapkan bisa ikut mendukung keselamatan di jalan dengan meningkatkan managemen keselamatan, termasuk prilaku pengemudi dan jalan yang mendukung keselamatan. “Jadi kami ingin berkolaborasi semua stake hollder di Bali untuk kegiatan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas untuk melindungi masyarakat dan meningkatkan keselamatan, terutama meningkatkan kepedulian dan kepatuhan masyarakat,” bebernya.

Di sisi lain, mewakili Direktur Operasion Jasa Raharja, Kepala Divisi Pelayanan PT. Jasa Raharja, Hervanka Tri Dianto mengakui Jasa Raharja selama ini berkat kolaborasi semua stake holder bisa memberikan santunan lebih cepat dengan surat jaminan dari rumah sakit. Khusus di Bali nilai santunannya dibayar cenderung mengalami kenaikan, karena mobilitas masyarakat yang makin tinggi dan mematuhi tata tertib lalu lintas di masa pandami yang cenderung normal, sehingga angka kecelakaan makin tinggi. Kenaikan sekitar 3 sampai 4 persen dari angka kecelakaan saat ini.
“Jasa Raharja akan berupaya mengurangi kejadian kecelakaan dengan sarana dan sosialisasi untuk mengurangi angka kecelakaan di seluruh Indonesia,” bebernya. Ditambahkan, angka kecelakaan masih terjadi di Pulau Jawa yang tertinggi dibandingkan dengan Bali, karena populasi penduduknya yang tinggi. “Seluruh masyarakat yang memiliki Asuransi Jasa Raharja dari darat, laut dan udara akan dilindungi asuransi ini,” pungkasnya. ama/ksm






