Pariwisata dan Hiburan

Sang Dokter Melukis Jiwa, Resep di Atas Canvas Siap Menggetarkan 64 Tahun Fakultas Kedokteran Unud


Denpasar, PancarPOS | Suasana berbeda segera menyelimuti Lobby Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Jalan Sudirman, Denpasar. Dalam rangka menyambut 64 tahun Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud), ajang pameran lukisan tunggal bertajuk Resep di Atas Canvas dijadwalkan digelar pada 9–14 Maret 2026. Pameran ini akan menghadirkan karya-karya dr. Gede Bagus Darmayasa, MM., M.Repro, seorang dokter sekaligus perupa yang dikenal luas dengan kekuatan sketsa wajahnya yang ekspresif dan penuh karakter.

Perayaan 64 tahun FK Unud menjadi momentum penting bagi salah satu institusi pendidikan kedokteran tertua dan terkemuka di Bali ini. Sejak berdiri pada awal dekade 1960-an, fakultas ini telah mencetak ribuan dokter yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, khususnya kawasan timur. Rangkaian kegiatan peringatan HUT tahun ini dirancang tidak hanya bernuansa ilmiah dan akademik, tetapi juga kultural. Pameran Resep di Atas Canvas menjadi salah satu agenda yang memperkaya makna perayaan tersebut.

Resep di Atas Canvas bukan judul yang lahir tanpa makna. Bagi dr. Bagus, kanvas adalah ruang diagnosis batin, sementara guratan garis adalah terapi emosional. Jika dalam praktik medis ia menulis resep untuk menyembuhkan tubuh pasien, maka dalam seni ia meracik warna dan bayangan untuk menyentuh jiwa penikmatnya. Pameran ini menampilkan karya-karya potret wajah, figur manusia, hingga tema historis dan kemanusiaan yang selama ini menjadi ciri khasnya.

Direktur RSU Puri Raharja, Dr. Gede Bagus Dharmayasa, M. Repro. (foto: ist/net)

Nama dr. Gede Bagus Darmayasa bukan sosok asing di dunia kesehatan Bali. Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama RSUD Bali Mandara dan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali, ia kini menjabat sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Umum Puri Raharja di Denpasar, sebuah rumah sakit yang melayani masyarakat kota dan sekitarnya dengan berbagai layanan medis. Di balik kesibukan manajerial dan tanggung jawab pelayanan kesehatan, ia konsisten menekuni dunia seni rupa, khususnya sketsa wajah. Aktivitas melukisnya bukan sekadar hobi sampingan, melainkan ruang ekspresi yang ia tekuni serius selama bertahun-tahun.

Kiprahnya dalam seni bukan baru kali ini tampil di ruang publik kampus. Pada Maret 2023, ia juga menyelenggarakan pameran lukisan di Lobby Utama FK Unud untuk memeriahkan HUT ke-61 Badan Kekeluargaan Fakultas Kedokteran. Saat itu, sebanyak 71 karya dipamerkan dan mendapatkan apresiasi luas, termasuk dari tokoh masyarakat Bali seperti Made Mangku Pastika. Pameran tersebut menjadi bukti bahwa dr. Bagus mampu menghadirkan karya dalam jumlah besar dengan kualitas yang konsisten dan pesan kemanusiaan yang kuat.

Dalam pameran tahun ini, nuansa yang akan dihadirkan terasa lebih matang dan reflektif. Setiap garis tampak terukur, setiap bayangan menghadirkan kedalaman. Ia dikenal piawai menangkap ekspresi melalui teknik arsir yang halus dan komposisi cahaya yang dramatis. Beberapa karya menghadirkan sosok-sosok nyata yang pernah ia temui dalam perjalanan profesinya sebagai dokter. Melalui lukisan-lukisan itu, dr. Bagus seolah ingin menegaskan bahwa di balik statistik medis dan laporan klinis, selalu ada cerita manusia yang layak dikenang.

Insert foto: dr. Gede Bagus Darmayasa, M. Repro. bersama Komisari Non Independen Bank BPD Bali Ni Made Dewi Suryani, S.E., Ak., M.Ak., CA., dengan lukisan pendiri Bank BPD Bali Made Jiwa.

Pameran ini juga memperlihatkan bagaimana seni dan kedokteran saling melengkapi. Dalam dunia medis, empati adalah fondasi utama hubungan dokter dan pasien. Kemampuan memahami perasaan orang lain menjadi kunci keberhasilan terapi. Seni, dalam hal ini, menjadi latihan kepekaan. Melalui pengamatan detail pada wajah dan ekspresi, seorang pelukis belajar membaca emosi. Keterampilan itu pula yang memperkaya praktik klinis seorang dokter.

Pameran Resep di Atas Canvas sekaligus menjadi pengingat bahwa institusi pendidikan tidak hanya bertugas mencetak tenaga profesional, tetapi juga insan yang utuh. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan ilmiah, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kehadiran kegiatan seni dalam rangkaian HUT ke-64 memperkaya makna perayaan, memperluas spektrum apresiasi akademik.

Dr. Bagus sendiri dikenal sering memanfaatkan karya sketsanya sebagai bentuk apresiasi. Dalam berbagai kesempatan di RSU Puri Raharja, ia kerap menyerahkan lukisan potret kepada tokoh atau mitra kerja sebagai simbol penghormatan. Kegiatan sosial dan peringatan hari lingkungan hidup di rumah sakit yang dipimpinnya pun tidak jarang diwarnai sentuhan seni. Bagi dirinya, seni adalah bahasa universal yang mampu menjembatani komunikasi lintas latar belakang.

Di antara deretan karya yang dipamerkan, terdapat pula lukisan bertema sejarah dan perjuangan. Karya-karya ini mengingatkan publik pada semangat kolektif masyarakat Bali dalam mempertahankan identitas dan harga diri. Melalui pendekatan visual yang ekspresif, dr. Bagus mencoba menafsirkan kembali peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah daerahnya. Ia tidak sekadar merekam fakta, melainkan menghadirkan interpretasi emosional.

Direktur RSU Puri Raharja, dr. Gede Bagus Darmayasa, MM., M.Repro., saat bersama pasien. (foto: ist)

Banyak pengunjung akan bisa menghabiskan waktu cukup lama di depan satu karya tertentu. Mereka membaca deskripsi singkat yang disertakan, lalu menatap detail garis dan bayangan. Ada yang mengabadikan dengan kamera ponsel, ada pula yang berdiskusi kecil tentang teknik dan makna. Interaksi itu menunjukkan bahwa pameran ini bukan hanya pajangan, melainkan ruang dialog.

dr. Bagus menyampaikan bahwa melukis memberinya ruang hening di tengah kesibukan. Baginya, proses menggambar wajah adalah proses kontemplasi. Ia harus benar-benar memperhatikan setiap detail, setiap perubahan cahaya di kulit, setiap garis ekspresi. Proses itu melatih kesabaran sekaligus kepekaan, dua hal yang juga sangat dibutuhkan dalam praktik medis.

Pameran ini juga membuka ruang refleksi bagi mahasiswa kedokteran tentang keseimbangan hidup. Profesi dokter dikenal penuh tekanan dari jadwal panjang, tanggung jawab besar, dan risiko tinggi. Melalui contoh dr. Bagus, mahasiswa bisa melihat bahwa memiliki ruang kreatif dapat menjadi penopang kesehatan mental. Seni bisa menjadi katup pelepas stres sekaligus sumber inspirasi.

Secara simbolik, pameran ini akan mengukuhkan bahwa perjalanan 64 tahun Fakultas Kedokteran Universitas Udayana bukan hanya soal angka usia. Ia adalah perjalanan membangun tradisi akademik, nilai kemanusiaan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kehadiran karya seni dari seorang alumni memperkaya narasi tersebut.

Resep di Atas Canvas menjadi semacam jembatan antara ruang praktik dan ruang ekspresi. Ia menunjukkan bahwa dokter tidak kehilangan sisi artistik hanya karena bergelut dengan sains. Justru, seni dapat memperdalam kualitas pelayanan medis melalui empati dan kepekaan yang terasah.

Direktur RS Puri Raharja Denpasar, dr. Gede Bagus Darmayasa, M.Repro., pada Jumat, 26 Mei 2023 menerima kunjungan Prof.Dr.dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, Sp.M(K). (foto: ist)

Pameran ini menegaskan satu pesan kuat, karena di balik jas putih dan stetoskop, ada jiwa yang juga ingin berbicara melalui warna dan garis. Di balik resep obat, ada resep empati yang diracik di atas kanvas. ama/ksm



MinungNews.ID

Saluran Google News PancarPOS.com

Baca Juga :



Back to top button