Teknologi dan Otomotif

Risiko Tinggi di Persimpangan, Ini Jurus #Cari_Aman Agar Pengendara Motor Selamat di Jalan

Denpasar, PancarPOS | Persimpangan jalan menjadi salah satu titik paling rawan kecelakaan bagi pengendara sepeda motor. Di titik inilah berbagai arus kendaraan bertemu, menuntut kewaspadaan ekstra, teknik berkendara yang tepat, serta kesiapan penuh dari setiap pengendara.

Melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, Astra Motor Bali kembali mengingatkan pentingnya disiplin dan teknik berkendara saat melintasi persimpangan, khususnya ketika melakukan manuver berbelok.

Dalam panduan yang dibagikan, keselamatan berawal dari tahap persiapan sebelum memasuki persimpangan. Pengendara wajib memastikan kondisi sekitar dengan mengecek spion serta menyalakan lampu sein minimal 30 meter sebelum berbelok. Langkah ini krusial agar pengguna jalan lain dapat mengantisipasi arah gerak kendaraan.

1th#ik-001.1/3/2026

Posisi kendaraan juga menjadi faktor penentu keselamatan. Saat hendak belok kiri, pengendara harus mengambil jalur sisi kiri, sementara untuk belok kanan diarahkan ke tengah atau sisi kanan sesuai marka jalan. Di saat bersamaan, kecepatan harus mulai dikurangi secara bertahap dengan pengereman halus, menghindari tindakan mendadak yang berpotensi memicu hilangnya kendali.

Memasuki tahap eksekusi, pengendara diingatkan untuk mengarahkan pandangan ke titik akhir tikungan atau “look through”. Teknik ini membantu menjaga stabilitas arah motor dan mengurangi risiko oleng. Penggunaan rem belakang secara halus juga dianjurkan untuk mengontrol laju kendaraan saat posisi motor sedang miring.

Sebaliknya, penggunaan rem depan secara tiba-tiba harus dihindari karena berisiko menyebabkan selip, terutama di permukaan jalan yang licin. Kontrol gas juga perlu dijaga tetap stabil, tanpa tarikan atau penutupan mendadak yang dapat mengganggu traksi ban.

Dari sisi postur tubuh, teknik lean-with menjadi kunci saat melaju dengan kecepatan rendah di area persimpangan. Dalam teknik ini, tubuh pengendara mengikuti kemiringan motor untuk menjaga keseimbangan. Selain itu, kedua kaki harus tetap berada di footstep selama kendaraan masih bergerak guna menghindari potensi cedera.

1th#ik-001.1/1/2026

Risiko lain yang kerap diabaikan adalah kondisi jalan dan lingkungan sekitar. Marka seperti zebra cross dapat menjadi sangat licin, terutama saat hujan. Pengendara juga wajib mewaspadai titik buta kendaraan besar seperti mobil dan truk dengan menjaga jarak aman.

Selain aspek teknis, pemahaman terhadap aturan lalu lintas juga menjadi faktor penting. Tidak semua persimpangan memperbolehkan belok kiri langsung, sehingga pengendara harus tetap memperhatikan rambu dan lampu lalu lintas.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, menegaskan bahwa kesadaran berkendara menjadi faktor utama dalam menekan angka kecelakaan di persimpangan.

Ia menekankan bahwa kampanye #Cari_Aman bukan sekadar slogan, melainkan ajakan konkret untuk membangun budaya berkendara yang lebih disiplin dan bertanggung jawab di jalan raya.

Dengan memahami teknik yang tepat dan menerapkannya secara konsisten, pengendara tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya. Di tengah lalu lintas yang semakin padat, sikap tenang, waspada, dan tidak tergesa-gesa menjadi kunci utama untuk selamat saat melintas di persimpangan. uni/ama

Back to top button