Rabu, April 29, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaOlahraga dan PendidikanEdukasi Sejak Dini Konservasi Air di Taman Mekar SDN 4 Munduk

Edukasi Sejak Dini Konservasi Air di Taman Mekar SDN 4 Munduk

Buleleng, PancarPOS | Halaman SDN 4 Munduk, Banjar, Buleleng yang sebelumnya gersang, kini tampak sejuk dan hijau. Bahkan, dilengkapi dengan kolam ikan serta pancuran air yang menambah kesejukan lingkungan sekolah. Perubahan wajah sekolah ini tak lepas dari peran Yayasan IDEP Selaras Alam yang menggelontorkan hibah Rp6 juta untuk pembangunan taman yang diberi nama Taman Mekar. Selain menjadi tempat istirahat siswa, taman ini juga menjadi ruang edukasi bagi 96 murid SDN 4 Munduk untuk belajar tentang konservasi air, pengelolaan komposter, hingga mengenal tanaman penyimpan air seperti pohon beringin, kayu tulak, dan pohon peji.

Plt Kepala SDN 4 Munduk, Gede Dedy Suwartawan, menuturkan bahwa bantuan dari IDEP diberikan karena sekolahnya menjadi salah satu pemenang lomba Tirtanovasi yang diadakan oleh IDEP Foundation. “Kami masuk tiga besar,” ujarnya, Jumat (31/10/2025). Ia menambahkan, ide pembangunan Taman Mekar awalnya digagas oleh kepala sekolah sebelumnya, Ida Ayu Sasmita. “Beliau sudah pensiun, dan saya melanjutkan program ini agar tetap berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, taman ini bukan sekadar tempat istirahat, tetapi juga sarana belajar yang nyaman dan edukatif. “Anak-anak sekarang bisa belajar langsung tentang pentingnya konservasi air sambil menikmati suasana sejuk taman,” imbuhnya. Dalam kegiatan pembelajaran di taman tersebut, siswa juga diajarkan memilah sampah organik dan anorganik. “Anak-anak diedukasi mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos melalui komposter,” tandasnya.

Sementara itu, perwakilan IDEP Selaras Alam, Edward Angimoy, menjelaskan bahwa lomba Tirtanovasi bertujuan menumbuhkan inisiatif masyarakat dan sekolah dalam konservasi air, serta mendorong terciptanya solusi nyata bagi lingkungan. “SDN 4 Munduk memiliki tiga inovasi unggulan, yaitu konservasi air, pemanfaatan tanaman yang mampu bertahan di musim kering, serta penyimpanan air,” ujarnya.

Pihaknya berharap langkah SDN 4 Munduk dapat menginspirasi sekolah lain di Bali untuk mengedukasi siswa sejak dini tentang konservasi air. “Selain positif, pendekatan sederhana namun inovatif seperti ini juga bisa memicu semangat kompetitif anak-anak agar lebih peduli lingkungan,” katanya. Selain mendukung pembangunan Taman Mekar, IDEP juga membangun sumur imbuhan di SDN 4 Munduk dengan biaya sekitar Rp50 juta dan kedalaman 32 meter. Sumur imbuhan ini berfungsi menyuntikkan air ke lapisan tanah dalam (aquifer), guna menjamin ketersediaan air tanah secara berkelanjutan di Bali.

Selain SDN 4 Munduk, dua sekolah lain yang menjadi pemenang Tirtanovasi adalah SMAN 1 Penebel di Tabanan yang menerapkan sistem Tower Ganda untuk menampung air hujan dan mendaur ulang air limbah cuci tangan, serta SDN Besan di Dawan, Klungkung, yang mengembangkan sistem Taman Hujan Sekolah untuk menampung air hujan dan memanfaatkannya bagi kebutuhan kebun serta sanitasi sekolah. mas/ama/kel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img