Nasional

Mudarta Punya Jurus Jitu Hentikan Covid-19, Usulan Penguncian Wilayah Selama 30 Hari


Denpasar, PancarPOS | Pelaksanaan PPKM Level IV telah berakhir pada Senin, 2 Agustus 2021. Secara teknis pelaksanaan PPKM yang sudah diperpanjang selama dua kali ini, tidak mampu menurunkan jumlah angka positif Covid-19. Hal itu menjadi pertanyaan besar masyarakat, termasuk politisi senior asal Jembrana, I Made Mudarta yang sangat prihatin dengan kondisi masyarakat saat ini. Setelah selesai rapat internal DPD Partai Demokrat Bali kepada PancarPOS.com, Ketua DPD Partai Demokrat Bali itu mengaku mempunyai jurus jitu menghentikan pandemi Covid-19. Pihaknya memang sangat mengapresiasi berbagai upaya pemerintah pusat dan daerah untuk menuntaskan pandemi Covid-19, namun setelah menghabiskan dana ratusan triliun belum juga efektif menangkal pandemi Covid-19.

Ik#1bl-7/7/2021

“Ini menjadi momentum dan mencari solisi terbaik untuk menghentikan pandemi ini. Laju pandemi ini tidak akan berhenti, jika tidak direm atau lockdown yang biasa kita kenal dengan karantina wilayah,” kata Mudarta. Apa yang disampaikan itu tentu tidak tanpa alasan. Karena berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah selama ini, tapi faktanya angka Covid-19 di Indonesia masih “juara dunia”. Bahkan beberapa negara melarang warganya datang ke Indonesia. Jepang dan Australia menjemput warganya ke Indonesia. Karena itu, saya dari Partai Demokrat mempunyai jurus jitu, selain 3M juga harus ada trasing dengan swab antigen secara gratis. Harapan kita bisa ditest 1 juta orang per hari. Karena jika diberikan gratis akan berbondong-bondong yang datang. Jika OTG dan tidak parah bisa dirawat mandiri di rumah dengan dimonitor dan diberikan obat secara gratis. Tapi jika berbayar masyarakat makan saja sudah susah,” bebernya.

1bl#ik-21/7/2021

Di samping itu, data pemerintah terutama dalam memberikan bantuan juga harus dibenahi, karena banyak yang tidak terintegrasi mendapat bantuan. Selain program vaksin, Mudarta mengaku yang terpenting segera dilakukan penguncian wilayah dengan UU Karantina selama 30 hari. Dimana setiap orang diberikan Rp50 ribu per orang. “Jika ada sekitar 271 juta penduduk jadi dibutuhkan dana sekitar Rp407 triliun untuk penguncian selama 30 hari tersebut. Jika ditambah obat-obatan gratis, maka dibutuhkan sekitar Rp500 triliun. “Dana anggaran penguncian wilayah ini, jika dengan cara meminjam pun seluruh rakyat Indonesia akan mendukung. Karena jika diterapkan penguncian ini maka akan langsung menjadi zona hijau. Kita Demokrat juga akan mendukung pemerintah akan meminta hutang jika untuk rakyat. Karena jika penguncian ketat ini dilakukan, maka akan nol dan pandemi berhenti total,” tutupnya. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close