Rencana Demo Besok di Bali Batal, Driver Ojol Kecewa Atribut Disalahgunakan

Denpasar, PancarPOS | Rencana aksi demonstrasi yang sempat menghebohkan publik di Bali akhirnya resmi batal. Kepastian itu muncul setelah Gubernur Bali Wayan Koster turun tangan langsung pada Sabtu (30/8/2025) tengah malam di kediaman Jaya Sabha untuk menemui perwakilan driver ojek online (ojol) serta koordinator lapangan.
Pertemuan yang berlangsung hingga larut malam itu menghasilkan kesepakatan penting: driver ojol tidak akan melanjutkan aksi demonstrasi. Mereka justru menyatakan keberatan karena atribut dan nama ojol sempat disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Kami kecewa, nama dan atribut ojol dipakai untuk aksi yang sebenarnya bukan aspirasi kami. Kami hanya ingin bekerja, bukan membuat gaduh,” ujar salah satu koordinator ojol di Denpasar.
Koster yang hadir didampingi jajaran Forkopimda Bali, termasuk Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Kejati Bali, Danrem Wirasatya, Kabinda Bali, Danlanal, dan Danlanud, menegaskan situasi Bali harus tetap kondusif. Ia mengapresiasi sikap bijak para driver ojol yang lebih memilih menjaga keamanan bersama.
Menariknya, pasca kejadian itu terungkap fakta bahwa massa anarkis yang sempat membuat ricuh dalam demo sebelumnya ternyata bukan warga ber-KTP Bali. Hal ini menambah kecurigaan bahwa ada pihak luar yang sengaja memanfaatkan isu ojol demi kepentingan tertentu.
Reaksi masyarakat pun ramai bermunculan di kolom komentar PancarPOS. Seorang netizen menulis, “Mau orang Bali ataupun orang luar … STOP jangan demo di Bali. Bali kota aman.” Ada pula yang menegaskan, “Berarti benar isu-isu yang mengatakan orang yang demo kemarin di Bali itu bukan orang Bali melainkan orang luar.”
Sementara itu, dukungan kepada Gubernur Koster juga mengalir deras. Komentar seperti “Semangat Pak Yan” hingga “Pokoknya 2029 Koster RI 1, harga mati” turut memenuhi lini komentar warganet.
Dengan adanya klarifikasi ini, isu yang sempat memicu keresahan publik akhirnya terjawab. Ojol di Bali menegaskan posisi mereka: tidak terlibat dalam rencana demo, tidak ingin atributnya disalahgunakan, dan tetap berkomitmen menjaga Bali tetap aman dan damai. ama/ksm









