Daerah

Meski Belum Tersertifikasi, Kesiapsiagaan Bencana Hotel Bali Beach Sangat Responsif



Denpasar, PancarPOS | Hujan lebat disertai petir yang mengguyur Kota Denpasar pada Minggu, 1 Maret 2020, mengakibatkan kebakaran di Hotel Grand Inna Bali Beach pada pukul 17.45 WITA. Asap tebal disertai letusan api didekat elevator lantai 10 berhasil dipadamkan oleh tim satuan pemadam kebakaran hotel. Pada pukul 18.15 Wita, si Jago api disertai asap muncul di area mesin laundry yang berada di lantai dasar di hotel tertinggi di Bali ini. BPBD Provinsi bersama BPBD Kota Denpasar dengan petugas pemadam kebakaran bersinergi sehingga pada pukul 20.00 WITA api dan asap dapat dipadamkan.

1bl-bn#16/2/2020

Kejadian bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa dan para tamu sejumlah 44 kamar hotel telah dipindahkan ke Inna Bali Beach Garden Hotel. Direktur Utama PT. Hotel Indonesia Natour, Iswadi Said dalam jumpa persnya menyampaikan bahwa Hotel Grand Inna Bali Beach telah siap menerima kunjungan wisatawan seperti biasa dan memastikan bahwa situasi hotel aman. “Direncanakan pada tahun 2020, kawasan Grand Inna Bali Beach akan dikembangkan dengan mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan,” katanya saat jumpa pers di Rama Sita Room Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Senin (2/3/2020).

Baca |

https://jarrakpos.com/26/02/2020/nyoman-parta-soroti-pengoplosan-gas-lpg-marak-di-bali/

Belajar dari kejadian ini, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin menyampaikan betapa pentingnya kesiapsiagaan bencana di dunia usaha dalam mendukung kenyamanan dan keamanan wisatawan. Rentin menyampaikan agar dunia usaha dapat bersama-sama mengikuti sertifikasi kesiapsiagaan bencana dunia usaha sehingga citra pariwisata berwawasan kebencanaan dapat dibangun bersama. “Grand Inna Bali Beach telah mengambil langkah-langkah yang tepat didalam penanggulangan kebakaran dan dapat ditingkatkan kualitasnya melalui sertifikasi ini yang telah dilaksanakan sejak tahun 2014,” beber Rentin.

3bl-ik#5/2/2020

Karena itu perlu siinergi antar stakeholder baik dunia usaha dengan pemerintah diharapkan tetap terus terjaga, meski pariwisata Bali saat ini dibayangi oleh wabah virus corona. “Meski bencana dapat terjadi dimana saja, kapan saja namun yang terpenting respon yang cepat dan tepat akan memberikan rasa aman dan nyaman yang mendukung iklim pariwisata di Provinsi Bali,” pungkasnya. aka/jmg

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close