Ketua Umum PUTRI Bali Matangkan Rakerda 2025, Angkat Isu Smart Tourism dan Bali Hijau

Denpasar, PancarPOS | Persiapan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2025 Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bali mulai digerakkan secara serius melalui pertemuan di Bali Tourism Media Center, Renon, Denpasar, Senin (1/12/2025). Ketua Umum DPD PUTRI Bali, I Gusti Agung Ayu Inda Trimafo Yudha, menegaskan bahwa momentum Rakerda 2025 tidak sekadar agenda rutin tahunan, namun menjadi titik penting untuk menegaskan peran PUTRI sebagai organisasi yang bergerak langsung di jantung pariwisata berbasis rekreasi.
Inda Trimafo Yudha menjelaskan bahwa PUTRI Bali telah menyiapkan pra-rakerda sebagai ruang penjaringan aspirasi anggota, baik melalui pertemuan langsung maupun melalui forum diskusi online. Proses ini dilaksanakan di Dinas Pariwisata Bali dengan tujuan merangkul seluruh pelaku taman rekreasi, pengelola destinasi, serta komunitas pendukung yang tersebar di berbagai daerah.
Lebih dari sekadar mendengar masukan, PUTRI Bali juga memperluas ruang dialog dengan menghadirkan para pemangku kebijakan dalam agenda “Ngobrol Bareng” bertema Smart Tourism, Strong Community, Greener Bali yang akan diselenggarakan di Museum Pasifika, Nusa Dua, pada Selasa (2/12/2025). Forum ini dirancang untuk menyatukan persepsi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, serta penggiat lingkungan mengenai arah pembangunan pariwisata Bali yang lebih cerdas, tangguh, dan lestari.

Dalam kesempatan ini, PUTRI Bali juga menetapkan Ketua PUTRI Tabanan dan Ketua PUTRI Karangasem yang selanjutnya akan dikukuhkan di daerah masing-masing. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat jaringan PUTRI hingga ke akar rumput. “Selama satu periode kami bekerja lebih banyak di tingkat provinsi. Kini saatnya memperluas gerakan ke kabupaten/kota se-Bali agar PUTRI benar-benar hadir dan bersuara di setiap wilayah,” ujar Inda.
Ia menegaskan bahwa tema Rakerda 2025 berangkat dari keprihatinan atas bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Bali. Menurutnya, musibah itu menjadi pengingat bahwa alam tidak boleh dieksploitasi sebagai objek pariwisata semata. “Kami ingin memastikan bahwa industri rekreasi di Bali berjalan dengan kesadaran ekologis. Smart tourism berarti memanfaatkan teknologi, meningkatkan safety, memperkuat standar layanan, tetapi tetap menjaga alam sebagai sumber daya inti,” jelasnya.
Inda juga menyoroti kekuatan komunitas sebagai tulang punggung keberlanjutan pariwisata Bali. Menurutnya, manusia Bali dan cara hidupnya adalah bagian dari daya tarik destinasi itu sendiri. “Komunitas di Bali sangat luar biasa. Mereka punya kekuatan sosial yang dapat menggerakkan kesadaran lingkungan. Jika alam terjaga, wisatawan akan tetap datang. Itu prinsip sederhana namun fundamental,” katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa banyak anggota PUTRI yang telah menjadi contoh baik dalam menjaga keseimbangan lingkungan—mulai dari Desa Pemuteran yang terkenal dengan gerakan konservasi biota laut, hingga Jatiluwih yang menampilkan harmoni antara alam, budaya, dan pariwisata. “Kami ingin gerakan hijau ini diseragamkan, dirumuskan bersama, dan dijadikan pedoman bagi seluruh anggota PUTRI Bali ke depan,” tambahnya.
Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan & SDM Dinas Pariwisata Bali, Ngurah Bagus Gede Pasek Wira Kusuma, S.T., M.M., yang turut hadir dalam pertemuan itu, mengapresiasi langkah PUTRI Bali dalam mengarahkan pariwisata ke arah yang lebih berkelanjutan. Menurutnya, Rakerda PUTRI Bali merupakan bagian dari upaya kolaboratif yang sejalan dengan misi Dinas Pariwisata Bali dalam menjaga kualitas destinasi.
“Sesuai arahan Bapak Gubernur Bali, smart tourism bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga membangun destinasi yang bersih, nyaman, aman, dan bebas kemacetan. PUTRI punya peran strategis dalam mewujudkan itu karena berkaitan langsung dengan pengelolaan tempat rekreasi yang menjadi wajah pariwisata Bali,” ujarnya.

Ia berharap pengukuhan kepengurusan PUTRI di seluruh kabupaten/kota segera dilakukan agar koordinasi semakin kuat. “Bila semua wilayah bergerak serentak, kita bisa melahirkan destinasi pariwisata yang lebih baik, lebih hijau, dan mampu menghadapi tantangan pariwisata global,” tambah Pasek Wira Kusuma.
Ditambahkan, semakin dekatnya pelaksanaan Rakerda 2025, PUTRI Bali memastikan bahwa seluruh langkah yang ditempuh dapat menjadi pijakan kokoh dalam membangun masa depan pariwisata rekreasi yang profesional, adaptif, dan berkelanjutan. ama/ksm









