Momen Hangat Pisah Kenal Kajati Bali, dr. Bagus Bikin Kejutan Lewat Lukisan Wajah Dr. Chatarina: “Wah, Lebih Cantik dan Tambah Muda!”

Denpasar, PancarPOS | Suasana penuh kehangatan dan rasa haru mewarnai acara pisah kenal Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali dari pejabat lama, Dr. Ketut Sumedana, kepada pejabat baru, Dr. Chatarina Muliana Girsang, di halaman Kantor Kejati Bali, Jumat (31/10/2025). Di antara deretan momen berkesan, perhatian tamu undangan justru tertuju pada satu hal yang begitu istimewa, berupa sebuah lukisan tangan hasil karya dr. Gede Bagus Darmayasa, MM., M.repro., yang juga Direktur Utama RS Puri Raharja Denpasar.
Lukisan tersebut bukan sekadar cinderamata, melainkan simbol penghargaan, ketulusan, dan seni yang lahir dari jiwa seorang dokter yang memiliki kepekaan rasa tinggi terhadap keindahan. Dikerjakan dengan penuh kesabaran dan ketelitian, karya itu disiapkan khusus untuk diberikan kepada Dr. Chatarina Muliana Girsang sebagai kenang-kenangan di momen penting transisi kepemimpinan Kejati Bali.
“Saya buat lukisan ini dengan hati,” ujar dr. Bagus dengan senyum khasnya. “Saya ingin memberikan sesuatu yang tidak hanya indah dilihat, tapi juga punya makna. Karena setiap goresan warna adalah bentuk penghargaan saya terhadap sosok Ibu Dr. Chatarina yang kuat, berwibawa, dan tetap humanis,” ungkap dr. Bagus sapaan akrabnya ini.

Saat menerima lukisan tersebut, Dr. Chatarina yang didampingi sang suami tampak tersenyum lebar. Ia bahkan sempat terkejut dengan hasil karya yang begitu mirip dengan dirinya. “Wah… lebih cantik, tambah muda lukisannya,” ucapnya spontan yang disambut tawa dan tepuk tangan para tamu undangan.
Tak hanya berhenti di situ, dr. Bagus juga memberikan satu lukisan potret diri kepada pejabat lama, Dr. Ketut Sumedana, sebagai bentuk penghormatan dan persahabatan yang telah terjalin lama. “Ini bukan lukisan pertama yang saya terima dari dr. Bagus,” tutur Sumedana sambil tersenyum. “Sejak saya di Humas Kejagung, lalu Kajati Bali, hingga sekarang di Kajati Sumsel, saya sudah beberapa kali mendapat karya beliau. Setiap lukisannya punya cerita dan makna tersendiri,” kenangnya.

Momen sederhana namun sarat makna itu menjadi warna tersendiri di tengah prosesi formal pisah kenal dua tokoh penting di jajaran Kejaksaan Tinggi Bali. Melalui karya seninya, dr. Bagus menunjukkan bahwa ketulusan dan apresiasi bisa diekspresikan bukan hanya lewat kata, tetapi juga melalui goresan tangan yang lahir dari hati. “Bagi saya, seni adalah cara menyampaikan rasa terima kasih. Dan melukis adalah bentuk doa yang dibingkai dalam warna,” tutup dr. Bagus dengan nada lembut namun penuh makna. ama/ksm














