Daerah

Prajuru Dituding Arogan, Paruman Panitia Perarem Desa Adat Pecatu Rusuh


Badung, PancarPOS | Paruman prajuru dan perarem Desa Adat Pecatu dikabarkan berlangsung rusuh pada Selasa (1/6/2021) siang. Hal itu nampak jelas lewat video yang viral beredar di media sosial dan WhatsApp. Salah satu warga yang juga tokoh masyarakat Desa Adat Pecatu menuding salah satu oknum Prajuru Desa Adat Pecatu condong arogan dan memihak dalam menyusun perarem panitia pemilihan Bendesa Adat Pecatu. “Ini arogansi prajuru akibat tidak mau mendengarkan aspirasi masyarakat,” ujarnya seraya meminta namanya tidak disebutkan.

1bl#ik-29/5/2021

Dijelaskan, sebenarnya prajuru saat itu berencana mengesahkan perarem ngadegan pemilihan bendesa adat. Namun pada rapat pengesahan perarem yang dipimpin oleh Ketua Pemilihan Bendesa, I Nyoman Sujendra ini, prajuru dituding terlalu cepat mengesahkan perarem karena ada sejumlah poin yang belum bisa diterima masyarakat. “Ada pasal-pasal yang belum bisa diterima, misalnya untuk menjadi calon harus berhenti dulu dari jabatan apapun, baru bisa menjadi calon bendesa. Inilah yang menjadi keberatan masyarakat,” bebernya, seraya mengatakan ada yang ingin maju menjadi penantang petahana. “Karena itu takut dia (petahana, red). Rapat pas itu rusuh jadinya,” imbuhnya.

1th#ik-10/5/2021

Menurutnya selaku pemimpin paruman harus bisa mendengar dan mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat. “Kalau begini caranya sampai kapanpun pengesahan ini tidak terjadi, dan apa akan terjadi? Pasti keos atau deadlock. Kalau mau diakomodir pasti masyarakat akan senang,” tandasnya. Namun sayangnya dikatakan selaku Ketua Tim Perarem, Wayan Sujendra yang juga Sekretaris Bendesa Adat Pecatu, pada saat meminta persetujuan pengesahan perarem ada warga yang belum puas. “Sehingga ketika dipaksakan perarem disahkan sejumlah warga langsung naik pitam, namun tidak sampai terjadi perkelahian,” tegasnya.

1bl#ik-5/3/2021

Sebenarnya ada calon penantang I Ketut Giri Arta asal Banjar Kangin yang kini menjadi Kepala LPD Pecatu. Sementara itu, I Made Sumerta alias Bombom dari Banjar Kauh yang kini kabarnya juga ingin maju sebagai petahana. “Akhirnya tim perarem rapat kembali, sehingga pencalonan buat Pak Giri aman, karena pernyataan berhenti jadi Ketua LPD setelah terpilih,” katanya. Sayangnya saat dikonfirmasi, Nyoman Sujendra selaku prajuru nada suara telepon selularnya tidak aktif, sementara itu Kertha Desa Adat Pecatu, I Nyoman Damai belum bisa menjawab baik pesan WhatsApp maupun telepon selularnya, sampai berita ini diturunkan.

1th-ksm#5/2/2021

Saat dikonfirmasi terpisah, Bendesa Adat Pecatu Made Sumerta malah membatah rapat berlangsung rusuh. Ia menyebutkan kejadian itu terjadi hanya akibat baterai mike atau pengeras suara mati, sehingga yang warga yang berada dibelakang tidak mendengar dan bergerak maju ke depan. “Baterainya habis kan suaranya ga kedengaran saat menyampaikan aspirasi, jadi maju mereka. Karena jaraknya jauh di belakang,” katanya seraya menegaskan Perarem Desa Adat Pecatu juga sudah resmi disahkan. tim/ama/ksm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close