Pariwisata dan Hiburan

SMSI Bali Gelar FGD Penguatan Destinasi Desa Wisata Bali di Dukuh Penaban


Karangasem, PancarPOS | SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Bali menggelar FGD (Focus Group Disccusion) tentang Penguatan Destinasi Desa Wisata Bali di Museum Lontar Desa Dukuh Penaban, Karangasem pada Rabu (22/2/2022). FGD bertujuan untuk memajukan desa wisata di Bali yang sejalan dengan visi misi Pemerintah Bali, sekaligus juga memberikan dorongan kepada pelaku pariwisata di Bali, agar bisa bangkit di masa pandemi Covid-19.

1th#ik-18/1/2022

Pada kesempatan itu, Ketua SMSI Bali, Emanuel Dewata Oja alias Edo di sela-sela FGD tersebut menjelaskan, dipilihnya Desa Wisata Dukuh Penaban menjadi tempat FGD merupakan dari hasil penelitian di beberapa desa dan berdasarkan kajian. Apalagi sejatinya Desa Dukuh Penaban sudah layak menjadi desa wisata. Hanya saja Desa Penaban belum mendapatkan SK, sehingga pihaknya mendorong Kadis Pariwisata Kabupaten Karangasem untuk segera mengkomunikasikan ke Bupati agar bisa ditetapkan menjadi Desa Wisata Dukuh Penaban.

“Saya pilih Desa Dukuh Penaban sebagai tempat FGD agar hasil dari FGD bisa menjadikan Desa Penaban menjadi desa wisata,” jelas Emanuel Dewata Oja yang seraya menambahkan, untuk menjadikan destinasi wisata menjadi dikenal bahkan banyak dikunjungi para wisatawan untuk promosinya, diharapkan selalu bekerjasama dengan media mainstream. Sedangkan untuk promosi di media sosial (Medsos), pihaknya melihat banyak kerawanan yang bisa terjadi di media sosial, karena tidak ada yang memfilter isu, seperti halnya banyak ujaran kebencian, propaganda dan lebih banyak lagi isu-isu liar yang beredar di Medsos.

1th#ik-1/1/2022

“Kalau promosi maupun isu, ketika sudah di tangan media mainstream sudah pasti akan menjadi berita yang compatible. Karena seorang jurnalis mainstream dalam membuat berita maupun promosi sesuai dengan fakta dan proses verifikasi redaksi,” jelasnya. Edo menambahkan di era pandemi Covid-19, pariwisata Bali sudah jelas menerima dampak yang besar. Bahkan isu negatif yang beredar di luar negeri mengatakan bahwa Bali tidak becus menangani Covid-19, sehingga pihaknya menilai untuk memulihkan pariwisata Bali perlu perlawanan dengan isu dan kampanye positif yang peran utamanya harus dari media mainstream. “Untuk itulah SMSI mengajak para anggotanya yang sebagian besar memiliki jurnalis dari media mainsteream untuk mengkampanyekan pemberitaan prokes agar Bali Bangkit dari keterpurukan,” ungkapnya.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu menjelaskan, adanya FGD Penguatan Destinasi Desa Wisata yang berkolaborasi dengan media mainstream merupakan sudah sesuai dengan program Kementrian Pariwisata yaitu, Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), Gaspol (Garap Semua Potensi Untuk Lapangan Pekerjaan). Artinya Desa Penaban merupakan sudah menjadi Local Champion yang sudah bisa menjadi desa wisata.

2bl#ik-17/2/2022

“Saya sudah berkeliling dan melihat Desa Penaban sudah sangat bagus bahkan sudah masuk kategori pengembangan Desa Wisata yaitu rintisan, berkembang maju dan mandiri, dan saya lihat Desa penabahan adalah desa maju dan pokdarwisnya pun menjadi juara nasional. Dan saya sangat menyayangkan Desa Dukuh Penaban tidak mendapatk SK Desa Wisata dari Bupati Karangasem. Dan saya mohon kepada Ibu Kabid Pariwisata yang mewakili Kadis Pariwisata Karangasem untuk segera mengkomunikasikan agar Desa Dukuh Penaban menjadi Desa Wisata,” pungkasnya. tra/ama


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button