Rabu, April 29, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaMade Urip Buka Bimtek Pengolahan Pupuk Organik di Tabanan, Jadi Peluang Usaha...

Made Urip Buka Bimtek Pengolahan Pupuk Organik di Tabanan, Jadi Peluang Usaha Masa Depan

Tabanan, PancarPOS | Rangkaian safari kegiatan pelatihan Bimtek petani dan penyuluh yang digelar oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., secara resmi dibuka untuk Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh di Kabupaten Tabanan yang dilaksanakan di Desa Bedha, Tabanan, Jumat (17/9/2021). Pelatihan Bimtek yang digelar oleh Komisi IV DPR RI kali ini, bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Sarana dan Prasarana yang diwakali Geloria M. K. Br. Ginting, SP, MM, M.Si., selaku Koordinator Perlindungan Lahan Dirjen Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian dengan mengikuti protokol kesehatan. Bimtek tentang pengolahan pupuk organik yang digelar oleh Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi pertanian, lingkungan hidup dan kehutanan ini, juga dihadiri Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga, S.Sos., bersama Staf Ahli Bupati Tabanan yang dikuti oleh 75 petani ternak dan penyuluh.

1bl#ik-21/8/2021

Kehadiran Made Urip yang biasa dikenal sebagai Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, langsung disambut senyum yang membahagiakan dari para peserta karena sudah sangat bersyukur mendapat ilmu dan pengetahuan dari pelatihan dan Bimtek ini. Seperti diungkapkan Ketua Kelompok Ternak Sapi Amerta Sari 2 Desa Kesiut, Kerambitan, Tabanan I Ketut Rusna mengakui para petani ternak khususnya, sangat mengapresiasi kegiatan ini, sehingga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Made Urlp karena pembuatan pupuk organik sangat penting bagi petani. Melalui Bimtek ini para petani berharap bisa membuat pupuk organik secara mandiri, karena biaya pertanian jika memakai pupuk anorganik tidak bisa menutup biaya produksi, apalagi unsur hara tanah kian menurun. “Kami harapkan Bimtek ini tidak kali ini saja, namum agar lebih banyak lagi tidak hanya per kabupaten, bahkan biar setiap kecamatan. Karena petani sangat membutuhkan pelatihan ini. Apalagi anak muda belum banyak yang tertarik dengan pertanian,” tandasnya.

1bl#il-10/9/2021

Pada kesempatan itu, Koordinator Perlindungan Lahan Geloria mengakui pelatihan dan Bimtek ini, bisa terlaksana sebagai pemikiran Made Urip, agar pupuk organik bisa diikembangkan secara mandiri di Bali, sekaligus mendukung dan mempercepat program Bali Organik. Selain itu, juga bisa mendukung usaha unit pengolahan pupuk organik dari kelompok tani ternak di Bali, agar bisa mengembangkan usaha pupuk organik. “Harapan kita produksi pupuk organik bisa menjadi peluang usaha yang produknya bisa dijual tidak hanya di Tabanan saja, tapi juga hingga ke luar kabupaten lainnya,” katanya, sembari mengakui usaha pupuk organik ini akan mengurangi biaya produksi pertanian dan menjadi peluang usaha sampingan petani, sehingga melalui ilmu dan pengetahuan dari Bimtek ini sangat penting dan strategis untuk bisa ditransfer untuk para petani yang lain. Selain itu, petani dan penyuluh sebagai aset utama untuk memajukan pertanian agar bisa maju, mandiri dan modern. Apalagi terbukti hanya sektor pertanian yang bisa tumbuh positif selama masa pandemi Covid-19.

1bl#ik-21/7/2021

Di sisi lain, Made Urip menegaskan akan terus berkomitmen memberikan pelatihan dan Bimtek kepada petani dan penyuluh di masa pandemi, karena telah memberikan dampak yang luar biasa bagi ekonomi masyarakat, terutama di Bali. Apalagi sektor pariwisata sudah jatuh paling titik nadir, sehingga ingin membangkitkan kembali sektor pertanian dengan terus melestarikan subak abian dan subak basah, sebagai penyangga pangan di Bali. Salah satunya melalui Bimtek dengan tema pengolahan pupuk organik yang diikuti kelompok tani yang hadir telah menerima bantuan ternak sapi, berupa UPPO dan bibit sapi betina produktif. “Di samping itu, lahan pertanian tidak seproduktif seperti dulu, sehingga perlu digenjot pupuk organik untuk memperbaiki kualitas hara tanah,” beber Anggota DPR RI dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional ini, seraya menyebutkan sudah memperjuangkan subsibi pupuk hampir Rp20 triliun untuk meningkatan produktifitas pertanian. Namun penggunaan pupuk kimia yang berlebihan harus diimbangi dengan pupuk organik yang juga sudah disubsidi.

1th-ksm#5/2/2021

“Saya harapkan seluruh peserta mendengarkan dengan baik dan membuat pupuk organik agar bisa terus meningkat produktifitas dan kualitasnya. Saya akan terus mendorong apa yang menjadi aspirasi di sektor pertanian yang akan diperjuangkan di APBN. Karena kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD saja, apalagi dihantam oleh pendemi, sehingga anggarannya mengalami penurunan pendapatan yang signifikan,” tegas Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, sekaligus mengaku akan terus memperjuangkan akses bantuan dari APBN, sehingga kerjasama dan jalinan komunikasi ini harus terus dijaga dan diperkuat ke depan. “Lahan produktif harus juga dijaga. Coba perhatikan di Desa Bongan, kanan kiri pemandangannya sudah tidak sedap lagi. Di mana nanti dicari lahan produktif seperti ini lagi? Maka itu, mari tugas kita bersama menjaga lahan produktif ini, karena tidak ada lagi penggantinya. Kalau di Bali mencari lagi lahan baru kan tidak ada lagi. Karena itu, untuk menjaga lahan ini ke depan caranya dengan mengolah pupuk organik ini,” tutup M-U. ama/ksm

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img